Showing posts with label tulisanku. Show all posts
Showing posts with label tulisanku. Show all posts

Tuesday, August 29, 2017

√ Binatang Yang Memberi Kesaksian Kenabian Nabi Muhammad Saw

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb mitra peternak muda, kali ini admin peternakmuda akan membagikan postin wacana Kisah wacana binatang berbicara dan memberi kesaksiannya atas kenabian Nabi Muhammad SAW. pada posting yang kemudian telah membahas kisah unta yang mengadu kepada rasulullah dan Kisah Unta yang Hampir mengalami Patah kaki

Kisah ini sanggup di jumpai dalam asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa karangan al-Imam al-Allamah al-Qadhi ‘Iyadh, Imam Baihaqi juga menyebutkan dalam Dalailun Nubuwah, begitu juga Ibnu Katsir dalam Bidayahnya. Diriwayatkan, dari Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab radliyalLahu ‘anh:

Hewan yang mengakui kenabian nabi Muhammad SAW adalah  Dhab atau biawak padang pasir.
cerita bermula ketika seorang Arab Badui dari Bani Sulaim selepas berburu Dhab bertemu dengan rombongan Rasulullah SAW. Melihat iring-iringan tersebut, Ia berniat untuk mendekati dan bertanya siapa yang tengah lewat di hadapannya.
 kali ini admin peternakmuda akan membagikan postin wacana Kisah wacana binatang berbicara  √ binatang yang memberi kesaksian kenabian Nabi Muhammad SAW
biawak  Dhab

Mengetahui bahwa rombongan tersebut ada Nabi Muhammad, maka seketika kebenciannya terhadap Nabi muncul. Ia pun mengikuti rombongan itu dan mencoba mendekatinya. Saat berada di hadapan Rasul Ia lantas mengucapkan kalimat yang menyakitkan.
“Demi yang kuasa Lata dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada kau wahai Muhammad!, kalaulah tidak karana saya khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah saya sudah memenggal kepalamu, kemudian saya sanggup menggembirakan hatiku dan hati semua insan yang berkulit hitam,putih, merah dan kaum-kaum selainnya.!”

 kali ini admin peternakmuda akan membagikan postin wacana Kisah wacana binatang berbicara  √ binatang yang memberi kesaksian kenabian Nabi Muhammad SAW
Add caption
Mendengar kalimat ini, sahabat Nabi Umar bin Khattab sangat marah. Ia bahkan sangat ingin membunuh Arab Badui tersebut. “Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”

Namun Nabi tidak lantas menyetujui usul Umar. “Wahai Umar!, Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah lembut itu hampir diangkat menjadi Nabi?”

Nabi melaksanakan hal yang bijaksana dengan menanyai alasan orang tersebut membencinya.   “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama sahabatku!”

Namun, Arab Badui tersebut justru semakin tidak mau mengalah. Ia malah berkata bahwa dirinya tidak akan beriman kepada Nabi Muhammad sebelum binatang Dhab hasil berburunya itu juga beriman kepada Nabi.

Seketika itu Ia melemparkan Dhab ini di hadapan Nabi. Namun lagi-lagi Nabi Muhammad tidak terpancing untuk marah. Justru Beliau memanggil biawak padang pasir tersebut. Dan anehnya, Biawak ini sanggup menjawab dalam bahasa Arab layaknya insan yang berbicara.

“Iya, wahai Sang Nabi utusan Allah”

Nabi bertanya; “Kepada siapakah engkau beriman?”

Jawab biawak itu; “Saya beriman kepada yang kuasa yang a’rasy-Nya berada dilangit, kekuasaan yang ada di bumi itu atas kekuasaannya, di lautan itu anugrah jalan-Nya, di syurga itu rahmat-Nya dan di neraka itu azabNya!”

Tanya Nabi Muhammad Saw. lagi; “Aku ini siapa wahai biawak?”.

Jawab biawak; “Tuan yaitu Utusan Allah, yang mempunyai sekelian alam! Amatlah beruntung orang yang menyokong usaha tuan, dan binasalah orang yang mendustakan tuan!”

Sontak saja Arab Badui ini kaget dengan insiden tersebut. Sesuai dengan kata-katanya yang hanya akan beriman bila Dhab tersebut berimana, maka pada ketika itu juga Ia menyatakan masuk Islam

“Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling saya benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling saya kasihi, lebih saya kasihi daripada bapaku dan diriku sendiri, biar engkau kasihi zahir & batinku.”

Wallahu a’lam.
sekian biar artikel ini bermanfaat Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb. salam cinta dari ujung sangkar hidup peternakan indonesia :)
Sumber http://rajebgroups.blogspot.com

Sunday, August 27, 2017

√ D0wnl0ad Ebook Tips Kuliah Keluar Negeri (Inspirabook)

Memperluas ilmu pengetahuan  khususnya pelajar dan mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi kita bisa melanjutkannnya diindonesia maupun diluar negri.

seiring dengan waktu setiap tahun semakin banyak mahasiswa dan pelajar Indonesia yang melanjutkan studi ke luar negeri. studi ke luar negeri tentu tidaklah murah, dan membutuhkan biaya yang banyak.salah sau cara biar meminimalisir hal tersebut yaitu dengan mencari Beasiswa.

Beasiswa yaitu satu sarana yang sangat bermanfaat bagi banyak orang khususnya pelajar dan mahasiswa yang sangat ingin untuk memperluas ilmu dan menyebarkan kemampuan masing-masing dalam banyak sekali bidang.

Melanjutkan pendidikan dengan memakai beasiswa tentu sangat meringankan beban biaya kuliah apa lagi bila pendidikan yang diambil dijalani di luar negeri.
jenjang Beasiswa yang ditawarkan juga bermacam-macam mulai dari D3, S1, S2, S3, dan bahkan Post Doktoral. berikut ini akan saya bagikan ebook bagaimana mendapat beasiswa keluar negeri.
 khususnya pelajar dan mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi √ d0wnl0ad ebook tips kuliah keluar negeri (Inspirabook)
d0wnl0ad ebook beasiswa kuliah keluar negeri

Berikut yaitu ebook  boook. ebook ini yaitu kumpulan tips tip jitu mendapat beasiswa kuliah diluar negri. ebook ini dibagikan oleh rushdy akil berikut yaitu daftar ebooknya:

1. Jurus Ampuh Student Exchange
2. Cerita Seru Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri
3. Kumpulan Beasiswa Kuliah Luar Negeri
4. Panduan Lengkap Menghadapi Wawancara Beasiswa
5. Story of Indonesian Student in Southeast Asia
6. Contoh Essay Para Awardee Beasiswa LPDP
7. Baca ini Kamu Pasti Kuliah ke Finlandia
8. Baca ini Kamu Pasti Kuliah ke Kanada
9. Baca ini Kamu Pasti Kuliah ke Korea Selatan
10. Baca ini Kamu Pasti Kuliah ke Selandia Baru
11. Baca ini Kamu Pasti Kuliah ke Spanyol
12. Jurus Kuliah ke Amerika
13. Jurus Kuliah ke Australia
14. Jurus Kuliah ke Belanda
15. Jurus Kuliah ke India
16. Jurus Kuliah ke Inggris
17. Jurus Kuliah ke Jepang
18. Jurus Kuliah ke Jerman
19. Jurus Kuliah ke Malaysia
20. Jurus Kuliah ke Mesir
21. Jurus Kuliah ke Perancis
22. Jurus Kuliah ke Rusia
23. Jurus Kuliah ke Singapura
24. Jurus Kuliah ke Turki




Untuk mendapat ebook ini yaitu sebagai berikut
1. Follow akun line@ http://line.me/ti/p/%40qvr0090n dan instagram instagram.com/your_event.id/
2. Share post ini ke 5 grup Whatsapp atau Line
3. Kirim bukti screeshoot ke line@ kami http://line.me/ti/p/%40qvr0090n
4. Your Event akan mengirim link ebook.

bila tidak ingin repot repot bisa d0wnl0ad  satu persatu melalui link berikut
story of indonesia student in southeast asia
 panduan lengkap menghadapi wawancara beasiswa
kumpulan kuliah keluar negri
jurus kuliah keturki
jurus kuliah ke singapura
jurus kuliah ke rusia
jurus kuliah ke prancis
jurus kuliah ke mesir
jurus kuliah ke malaysia
jurus kuliah ke jerman
jurus kuliah ke jepang
jurus kuliah ke inggris
jurus kuliah ke india
jurus kuliah ke belanda
jurus kuliah ke australia
jurus kuliah ke amerika
jamu LPPD
Contoh Essay Para Awardee Beasiswa LPDP
ebook jamu exchange
baca ini niscaya bisa kuliah ke spanyol
baca ini niscaya bisa kuliah ke sselandia baru
baca ini niscaya bisa kuliah ke korea selatan
baca ini niscaya bisa kuliah ke kanada
baca ini niscaya bisa kuliah ke fnlandia 

bila ingin d0wnl0ad semuanya melalui link berikut
 intip.in/GiveawayEbook 

 sekian dan terimakasih semoga bermanfaat.... salam cinta dari ujung sangkar hidup peterneternakan indonesia !!!


Sumber http://rajebgroups.blogspot.com

Saturday, August 26, 2017

√ Bantu Peternak ? Itu Bukan Tupoksi Kita (Sebuah Kisah Panjang)

Saya sering banget dengar kalimat terkutuk " BUKAN TUPOKSI KITA ", sebuah kalimat lepas tanggung jawab klasik dari para birokrat keparat untuk melegalkan aktivitas mereka menghabiskan APBN lewat rapat di hotel & membeli barang-barang tak mempunyai kegunaan dgn alasan "meningkatkan serapan anggaran".

12 tahun yang lalu, sebelum saya akal-akalan jadi peneliti saya pernah beternak berdikari 5000 ayam broiler di kawasan Trisik, Kulon progo - salah satu dari sekian banyak sentra wabah Flu Burung & ND di Yogyakarta. Kami beternak dgn keinginan besar sanggup menerima laba utk biaya hidup sehari-hari & menyekolahkan 3 anak balita. Alhamdulillah ayam saya kena penyakit koksidiosis & gumboro diikuti c0l1bacillosis, kolera, ND, & kami melarat pada angkatan pertama & berakhir dengan hutang 35 juta di bank.

 Saya tdk sanggup membayar hutang saya ketika orang bank tiba menagih ke rumah, akibatnya dgn sisa uang 80 ribu hasil penjualan buku-buku saya kami memutuskan utk berjualan nasi bungkus. Saya berjualan nasi bungkus dengan ngemper (karena tdk punya uang buat bikin warung) di depan stasiun Lempuyangan yg Alhamdulillah juga tidak ada satupun orang yg beli nasi bungkus kami. Sore itu saya harus berkeliling ke gang-gang di Yogyakarta memperlihatkan nasi bungkus ke rumah-rumah & kampus demi menjual nasi bungkus yg harus laris atau kami tdk sanggup berjualan lagi utk besok - Alhamdulillah juga gres habis semua jam 8 malam. Kami melaksanakan ini terus selama 2 bulan, jangan dongeng wacana rasa malu bagaimana seorang dokter binatang lulusan UGM jualan nasi bungkus alasannya rasa malu tidak sanggup digunakan utk membayar debt collector dari bank.

 Bulan ke-3 sesudah berulang kali diusir satpam DPRD krn gak boleh jualan nasi bungkus, kami sanggup pesanan awal dari sekretaris DPRD yg kemudian berlanjut dgn pesanan dari keraton & kampus-kampus di sekitar Yogyakarta. 6 bulan kemudian kami sudah mempunyai perusahaan sendiri, perusahaan katering & ayam bakar madu "Ammargroup" dgn omset 1,5-2 juta per hari.
Tiba-tiba tiba bukaan penerimaan PNS, saya sdh berusaha dgn segala cara semoga tidak sanggup lulus ujian, tapi takdir Tuhan memang aneh - saya diterima jadi PNS & malah jadi peneliti virus di Bogor, Mungkin krn pihak penguji merasa terhibur waktu mereka tanya sebelumnya apa pekerjaan saya & saya jawab dgn gembira "saya penjual nasi bungkus, pak". Saya menutup perjuangan kami & mencoba fokus mencar ilmu (dengan susah payah) wacana virus binatang & kemudian memunculkan pertanyaan "kenapa dgn sekian banyak temuan penelitian, kenyataannya wabah masih terus banyak & peternak masih terus merugi krn penyakit ?".

Ternyata jawabannya ada di TUPOKSI (tugas pokok & fungsi) - peneliti tugasnya meneliti, selesai, alasannya berikutnya hasil temuan harus diberikan ke swasta (ya, swasta utk di distribusikan ke rakyat) atau ke forum alih teknologi untuk diajarkan ke peternak, kemudian di laksanakan oleh dinas-dinas di lapangan, sebuah rantai info FEODAL & IDIOT yg dipertahankan selama ratusan tahun. Peneliti ada di puncak (dibawah pejabat tentunya) disembah layaknya ilahi pengetahuan yang tahu segalanya KECUALI penanganan penyakit di lapangan.

Selama 4 tahun terakhir saya mencoba menggabungkan teknologi lab. yg saya tahu dgn fakta & penyakit binatang di lapangan berdasarkan data eksklusif dari peternak. Saya mencar ilmu dgn nongkrong di pasar hewan, atau tidur di sangkar buat mengamati eksklusif tanda-tanda penyakit yg ada di kandang. Banyak pelajaran yg saya sanggup dari interaksi sosial dgn para peternak, kemudian saya uji coba di lab - ada yg berhasil & banyak yg gagal & saya ulang lagi hingga puluhan kali hingga berhasil (temuan resep TR-17 utk mengeringkan virus hidup pernah gagal hingga 17 kali). Semua perjuangan saya lakukan untuk menjawab pertanyaan awal saya "kenapa masih banyak peternak yg rugi krn penyakit ?" alasannya berdasarkan logika saya dgn hasil yg ada seharusnya peternak Indonesia sanggup sejahtera.

Akhirnya saya merasa cukup dgn urusan birokrasi & TUPOKSI (Tugas Pekok marai Emosi), saya putuskan utk eksklusif menyampaikan semua hasil temuan saya di lab utk peternak & Alhamdulillah respon dari para sedulur peternak sangat baik. Saya sangat terharu melihat resep konyol bayclin 1 + air 9 yg saya buat sanggup diterima & berhasil mengurangi serta mencegah simpulan hidup akhir wabah Flu Burung.

Saya sering banget dengar kalimat terkutuk  √ BANTU PETERNAK ? ITU BUKAN TUPOKSI KITA (Sebuah dongeng panjang)
resep konyol bayclin dan air

Mungkin ini maksud Tuhan memasukkan bajingan keras kepala ibarat saya jadi PNS peneliti, semoga sanggup menciptakan penelitian yg mempunyai kegunaan & membantu peternak rakyat & tidak takut dipecat. Kondisi kehidupan kami juga tidak lebih baik dari ketika awal kami jualan nasi bungkus dulu, kami masih kesulitan beli beras & galau menyekolahkan anak, tapi kami merasa senang alasannya minimal kami sanggup mempunyai kegunaan buat masyarakat, alasannya kami pernah mencicipi bagaimana sakitya melarat ketika banyak ternak kami mati kena penyakit & dikejar-kejar debt collector. Semoga dgn pengorbanan ini banyak peternak yg sanggup terbantu & sanggup berdikari menghidupi keluarga di rumah.

Kaprikornus jikalau ada yang menyampaikan kalimat "membantu peternak itu bukan TUPOKSI kami" saya akan menjawab "memang itu bukan TUPOKSI tapi KEWAJIBAN kalian para insan gak mempunyai kegunaan !!. Kementrian ini dibentuk atas dasar meningkatkan kesejahteraan peternak & rakyat BUKAN untuk melayani para pejabatg & birokrat penjilat keparat !! "

sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10208585113769542&set=a.1020512917321&type=3&theater
Sumber http://rajebgroups.blogspot.com

Thursday, August 24, 2017

√ Sukarno Hatta Sistem Pemerintahan Era Mendatang

Beda pendapat ini pernah terjadi pada awal-awal pembentukan negara. Tidak tanggung-tanggung antara Bung Karno dan Bung Hatta, yang pada 17 Aguistus 1945 bantu-membantu memproklamirkan kemerdekaan RI. Masalah perbedaan ini, dikemukakan sendiri oleh kedua tokoh nasional dan bapak bangsa itu.
Beda pendapat ini pernah terjadi pada awal √ Sukarno Hatta sistem pemerintahan masa mendatang
Sukarno dan harta

”Saya pernah bertanya kepada Bung Karno, apa bedanya ia dengan Bung Hatta,” demikian Solichin Salam dalam bukunya Soekarno-Hatta yang diterbitkan Pusat Studi dan Penelitian Islam. ”Saya unitaris, Hatta federalis,” jawab Bung Karno singkat.
Setelah itu, Solichin mewawancarai Bung Hatta. ”Berbicara perihal bentuk negara Indonesia yang dicita-citakan sebelum Indonesia merdeka, saya tanyakan kepada Bung Hatta kenapa ia waktu itu cenderung pada bentuk negara federal dari negara kesatuan.”
Jawab Bung Hatta: ”Saya cenderung kepada bentuk Negara Federal alasannya yakni melihat teladan negara-negara besar waktu itu, menyerupai Amerika Serikat atau Uni Soviet yang semuanya berbentuk federal.” Tetapi sekalipun beda pendapat, sebagai seorang demokrat Bung Hatta tetap tunduk dan patuh kepada keputusan bunyi terbanyak, menentukan Negara Kesatuan RI.
Bung Karno pada masa demokrasi terpimpin sering mengeritik hasil Konperensi Medja Bundar (KMB) di Den Haag di mana delegasi Indonesia dipimpin diwakili oleh Bung Hatta. Sebagai hasil KMB selesai Desember 1949, Indonesia dan Belanda menyetujui pembentukan negara Republik Indonesia Serikat (RIS), yang berbentuk negara federal. Menurut Bung Karno, akhir kompromi-kompromi mental inilah yang mengakibatkan memburuknya keadaan pada 1950-1962.
Kedua proklamirkan kemerdekaan ini bahkan mengakui beda pendapat dan pendirian terjadi semenjak tahun 1930’an ketika keduanya menggerakan usaha kemerdekaan. ”Hatta berlainan sekali denganku dalam sifat dan pembawaan,” kata Presiden Sukarno dalam bukunya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat karangan Cindy Adams. Tapi, Bung Karno sendiri, termasuk pada masa jayanya PKI tetap memuji Bung Hatta selama perjuangannya itu.
Dalam usaha di masa itu, berdasarkan Bung Karno, Hatta menekankan pada kader-kader, sedangkan ia lebih menentukan mendatangi secara pribadi rakyat jelata dan mengkremasi hati mereka menyerupai yang selama ini dilakukannya. Menurut Bung Karno, cara yang dilakukan Hatta memerlukan waktu sangat usang dan ‘baru tercapai bila dunia kiamat’.
Tapi Hatta tetap pada pendirian melaksanakan usaha melalui pendidikan mudah kepada rakyat. Cara ini, menurutnya lebih baik dari atas dasar daya tarik pribadi seorang pemimpin menyerupai yang dilakukan Bung Karno. Hingga apabila pimpinan atasan tidak ada, mudah tetap berjalan dengan pimpinan bawahan. Karena selama ini, kata Hatta waktu itu, bila Sukarno tidak ada, mudah partai tidak berjalan.
I Wangsa Widjaya, dalam buku Mengenang Bung Hatta, menulis, di balik perbedaan yang ada antara kedua tokoh nasional ini, ada sesuatu yang sangat unik. ”Antara Bung Karno dan Bung Hatta telah terjalan satu relasi yang amat erat sehingga orang menyebutnya dwitunggal.” Sikap erat kedua tokoh nasional Indonesia ini, sudah ditampakkan pada masa pendudukan Jepang. Bahkan, pada 17 Agustus 1945, ketika Bung Karno didesak oleh para perjaka untuk memproklamirkan kemerdekaan, ia menolak sebelum Bung Hatta datang.
Memang kemudian dwitunggal itu tidak berfungsi lagi dengan pengunduran diri Bung Hatta sebagai wakil presiden pada 1 Desember 1956. Karena terjadi beberapa perbedaan prinsipil antara keduanya. Hatta tidak sependapat dengan Bung Karno bahwa revolusi belum selesai dan agak mengenyampingkan pembangunan. Ia beropini revolusi sudah selesai dengan tercapainya kermerdekaan.
Menurut Wangsawidjaya, yang waktu itu menjadi sekretaris pribadi Bung Hatta, orang nomor dua di Indonesia ini meletakkan jabatan bukan hanya dikarenakan Bung Karno yang tindakannya sering menyimpang. Terutama, alasannya yakni keadaan pemerintahan cukup umur itu (1950-1958). Saat parpol saling menyerang dan bertengkar secara tidak sehat, alasannya yakni condong bersikap sebagai orang partai daripada negarawan. Sedang partai yang berkuasa lebih mementingkan politik dan aspirasi partainya katimbang kepentingan bangsa dan negara.
Sekalipun sudah tidak lagi sebagai wakil presiden, tapi perhatian Bung Hatta terhadap nusa dan bangsa tetap besar. Ketika pecah pemberontakan PRRI ia berupaya sekuat tenaga mengusahakan perdamaian antara sentra dan daerah. Indonesia, katanya, dihentikan pecah, malah harus memperkuat persatuan.
”Empat kali saya berupaya menghalang-halangi (pemberontakan PRRI-pen.), tapi tidak berhasil. Saya tegaskan bahwa tindakan itu akan mencapai sebaliknya dari yang dimaksud, akan menghancurkan apa yang telah dibangun dengan usaha sendiri serta menjadikan Sumatera Barat sebagai padang dilajang gajah, dan last but not least memperkuat semangat diktatur di kalangan pemerintahan.” (Solichin Salam: Sukarno – Hatta).
Hatta sendiri, kepada Solichin menceritakan bagaimana akrabnya ia dan Bung Karno waktu itu. ”Hingga tiap surat yang akan ditandatanganinya ditolak sebelum ada paraf saya. Dan tiap keputusan yang saya ambil Bung Karno selalu menyetujuinya.”
Sedangkan Wangsa, yang menjadi sekretaris pribad Bung Hatta hingga tokoh ini meninggal dunia menyatakan, sekalipun sering terjadi beda pendapat tapi keduanya tidak pernah saling mendendam. Sebagai bukti Bung Hatta tidak dendam pada Bung Karno ialah kejadian menjelang wafatnya presiden pertama RI ini.
Pada tanggal 19 Juni 1970, atau dua hari sebelum Bung Karno wafat, Bung Hatta dan Wangsawidjaja mengunjungi RSPAD Gatot Subroto untuk menjenguk Bung Karno. Setelah sebelumnya mereka sanggup kabar dari Mas Agung (Dirut PT Gunung Agung), bahwa Bung Karno dalam keadaan gawat. Sakitnya Bung Karno ini memang sangat dirahasiakan pemerintah. Karena itulah, Hatta sebelum membesuknya harus minta izin terlebih dulu kepada Pak Harto melalui Sekmil Jenderal Tjokropranolo.
Sesampainya Bung Hatta dan sekretarisnya ke RSPAD mereka mendapat bahwa Bung Karno sudah tidak sadarkan diri. ”Saya melihat Bung Hatta begitu sedih melihat keadaan Bung Karno,” tulis Wangsawidjaja. Tapi untungnya tidak usang kemudian Bung Karno siuman.
”O o Hatta, kamu ada di sini. Kau juga Wangsa,” ujar Bung Karno perlahan. ”Sebenarnya masih ada ucapan ekspresi yang dikatakan oleh Bung Karno kepada Bung Hatta. Tetapi, saya tidak tahu persis, alasannya yakni ucapan Bung Karno terlalu pelan,” tutur Wangsa.
Dan itulah pertemuan terakhir dua bapak bangsa, yang selama puluhan tahun berjuang untuk mencapai kemerdekaan, tanpa peduli harus masuk dan keluar penjara dan diasingkan ke aneka macam tempat. ”Suatu pertemuan yang amat mengharukan antara dua orang sahabat,” demikian tulis Wangsawijaya.
Beberapa hari sebelum Bung Karno meninggal dunia, informasi sakitnya itu dilaporkan oleh Ali Moertopo, Aspri Presiden kepada Pak Harto di Bina Geraha. Rupanya, waktu itu Ali Moertopo masih mengatakan ketidaksenangannya kepada Bung Karno. ”Kalau ia meninggal pun saya tidak regret,” katanya kepada pers.

SUMBER https://alwishahab.wordpress.com/2003/02/15/sukarno-hatta/
Sumber http://rajebgroups.blogspot.com

√ Rancangan Acak Kelompok Faktorial

Rancangan Acak Kelompok Faktorial

Apa Definisi Dan Syarat Penggunaannya  RAKF (Rancangan Acak Kelompok Faktorial )?

oke mitra kawan semuanya kali ini saya akan mengembangkan tips mengenai
RAKF (Rancangan Acak Kelompok Faktorial ). Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial Adalah terdiri dari dua peubah bebas atau faktor (A dan B) dan kedua faktor tersebut saling diduga berinteraksi dan kedua faktor tersebut termasuk dalam lasifikasi silang. Terdapat satu peubah pengganggu atau sampingan yang disebut kelompok dan tidak berinteraksi dengan peubah lainnya.

Percobaan Faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu percobaan dimana faktor yang dicobakan lebih dari satu faktor dan memakai RAK sebagai rancangan percobaannya.

Rancangan ini dipilih apabila satuan percobaan yang dipakai tidak seragam, sehingga perlu pengelompokan, sedangkan pada RAL Faktorial, satuan percobaan relatif seragam sehingga tidak perlu adanya pengelompokkan. Pada prinsipnya percobaan RAK Faktorial sama dengan percobaan RAK tunggal yang telah dibahas sebelumnya namun dalam percobaan ini terdiri dari dua faktor atau lebih.

 Kelebihan Dan Kekurangan

Adapun kelebihan dari RAKF antara lain :
•    dapat menghemat waktu dan biaya
•    dapat diketahui interaksi 2 faktor dan besar imbas utama
Adapun kekuranngan dari RAKF abtara lain:
•    makin banyak faktor yang di teliti, perlakuan kombinasi meningkat
•    analisis perhitungan lebih sukar



MODEL MATEMATIS RAKF

Hijk = π + Ki + Pj + Pk + (Pj x Pk) + eijk

Keterangan :
Hijk          = Hasil tanggapan perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada kelompok ke-i
π               = Nilai tengah umum
Ki             = Pengaruh kelompok ke-i
Pj             = Pengaruh faktor perlakuan ke-j
Pk             = Pengaruh faktor perlakuan ke-k
Pj x Pk      = Interaksi perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k
Eijk          = Eror tanggapan perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada kelompok ke-i
i               = 1, 2, …., k (k = kelompok)
j               = 1, 2, …., p ke-1 (p = perlakuan ke-1)
k              = 1, 2,…... p ke-2 (p = perlakuan ke-2)


Cara Menganalisis mengunakan Program Excel


oke eksklusif saja berikut yaitu cara caranya
oke mitra kawan semuanya kali ini saya akan mengembangkan tips mengenai √ RANCANGAN ACAK KELOMPOK FAKTORIAL
Menganalisis mengunakan Program Excel
Langkah 1 : Jalankan Program Microsoft Excel



Langkah 2 : Masukkan data Lampiran 1a yang berasal dari Skripsi ke dalam Microsoft Excel



Langkah 3 : Masukan Rumus untuk mencari rata-rata dan jumlah

Langakah 4: kemudian, untuk mencari jumlah Ulangan (U) sampai ke f hitung gunakan formula menyerupai di bawah ini dan diadaptasi dengan data yang ada.




Langkah 5: Buat tabel sidik ragamnya dengan formula dibawah ini, sesuaikan dengan data.



Cara Menganalisis Menggunakan Program SPSS


oke mitra kawan semuanya kali ini saya akan mengembangkan tips mengenai √ RANCANGAN ACAK KELOMPOK FAKTORIAL
Menganalisis Menggunakan Program SPSS



Ketika membuka Program SPSS, ada dua Windows yang muncul yang pertama Untuk Data dan yang kedua yaitu Untuk Output sehabis menganalisis

Ø Tampilan Bagian Data


Ø Tampilan Bagian Output


Langkah 2 : Mengisi bab Varibel view menyerupai di bawah ini




Langkah 3 : Mengisi bab nama pada variabel view menyerupai di bawah ini



Langkah 4 : Mengisi data view



Klik bab data view


Langkah 5 : Selanjutnya Isi Bagian Kolom Perlakuan1 dan perlakuan2, kelompok, dan Hasil. Seperti di bawah ini.


Langkah 6 : Menganalisis Data


Klik Bagian Analyze --> General Linear Model --> Univariate





Langkah 7 : Setelah itu muncul menyerupai di bawah ini




Klik Bagian [Hasil] --> Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, sehingga menyerupai ini



Setelah itu Klik Bagian Kompos Kopi --> Bagian Giberelin --> Bagian Ulangan --> Klik tanda panah pada bab Fixed Factors, tapi melakukannya satu persatu, kemudian muncul menyerupai ini :



Langkah 8 : Klik Bagian Model --> Klik Custom



Setelah diklik Model, maka akan muncul menyerupai di bawah ini :



Setelah bab Custom diklik, lihat bab Kiri Kotak Dialog Univariate: Model, disitu ada bab Factor & Covariates, Klik bab Perlakuan 1



Setelah bab Perlakuan 1 telah muncul di bab model --> Lakukan hal yang sama terhadap Perlakuan2 --> Ulangan --> sehingga tampil menyerupai di bawah ini.




Setelah muncul menyerupai di atas, kemudian buat untuk Interaksi --> Klik Perlakuan 1 --> Tekan tombol Shift --> Klik Perlakuan 2 --> Klik Tanda Panah di Bagian tengah --> Klik Continue



Langkah 9 : Klik bab Post Hoc, Post Hoc berfungsi untuk menguji Lanjut dari Hasil Penelitian



Setelah itu tampil Kotak obrolan yang baru, menyerupai di bawah ini



Klik Bagian Perlakuan 1, dan klik Tanda Panah pada bab tengah :



Lakukan hal yang sama dengan Perlakuan 2, sehingga tampil menyerupai dibawah ini :



Setelah itu Klik Bagian LSD (untuk Uji BNT), Tukey (untuk Uji BNJ), dan Duncan (Untuk Uji Duncan) --> Klik Continue



Lalu klik Continue

Langkah 10 : Setelah itu tampil menyerupai di bawah ini, maka klik OK



Langkah 11 : Lalu Muncul OUTPUT dari analisis yang dilakukan



Pada bab Tabel Sidik Ragam dari Output SPSS, bandingkan dengan data yang diolah dengan Microsoft Excel dan juga bandingkan dengan Skripsi yang telah dibentuk :



Sumber http://rajebgroups.blogspot.com

Tuesday, August 8, 2017

√ Mempelajari Rancangan Acak Lengkap (Ral) Dengan Mudah

Mengenal Rancangan Acak Lengkap 

Halo mitra kawan semuanya kali ini saya akan membagikan pengetahuan bagaimana mempelajari Racangan Acak Lengkap (RAL) berikut yaitu penjelasannya biar bermanfaat

DEFENISI DAN SYARAT PENGGUNAAN Racangan Acak Lengkap (RAL)

Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana dari beberapa macam perancanngan yang baku.  Rancangan ini dipergunakan kalau ingin mempelajari perngaruh beberapa perlakuan (t) dengan sejumlah ulangan (r) untuk menjadi satuan-satuan percobaan (rt). RAL dilakukan dengan mengalokasikan pengacakan t kepada rt satuan percobaan.
Unit-unit percobaan dalam RAL sanggup berupa sampel ternak (ekor), cawan/tabung, area lahan dan lain-lain yang merupakan satuan unit-unit yang diberi batasan sehingga tidak mempengaruhi satu-sama dan dengan kondisi lingkungan yang relatif sanggup dikendalikan.  Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya interaksi imbas dua perlakuan yang berdekatan terhadap unit percobaan.  Karena kondisi sampel dan lingkungan yang homogen, maka setiap perlakuan dan ulangan memiliki peluang yang sama besar untuk menempati semua plot-plot percobaan sehingga pengacakan dilakukan secara lengkap.
Akurasi penggunaan RAL akan tercapai apabila: 1) materi percobaan homogen atau relatif homogen; 2) kondisi lingkungan sama dan sanggup dikendalikan; dan 3) jumlah perlakuan dibatasi. RAL lebih sering dipakai dalam percobaan di Laboratorium alasannya yaitu kondisi lingkungan sanggup dikendalikan.

 Kelebihan Dan Kekurangan Racangan Acak Lengkap (RAL)

Beberapa laba dari penggunaan RAL antara ain: bagan percobaan yang lebih mudah; analisis statistik terhadap subjek percobaan cukup sederhana; fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan dan ulangan; kehilangan info (data-hilang) relatif lebih kecil dibandingan dengan perancangan yang lain.
Beberapa kekurangan dalam penggunaan RAL antara lain: persyaratan kondisi sampel yang harus homogen, mustahil dilakukan pada kondisi lingkungan yang tidak seragam, dan jumlah ulangan yang rendah akan memperlihatkan hasil yang tidak konsisten.

MODEL MATEMATIS RAL

Dalam RAL, data percobaan didistribusikan melalui model persamaan sebagai berikut :
Yij  = µ + Ai  + єij
                                       i =  1, 2, 3,…………,a      j = 1,2,3...........,u
Yijk     : Pengamatan Faktor Utama taraf  ke-i , Ulangan ke-j dan Faktor Tambahan  taraf ke-k  
 µ         : Rataan Umum
Ai        : Pengaruh Utama  pada taraf  ke-i  
єij       : Pengaruh Galat I pada Faktor Utama ke-i dan Ulangan ke-j 
єijk      : Pengaruh galat II  pada Faktor Utama taraf ke-i, Ulangan  ke-j dan faktor tambanan pada  taraf ke-k


oke mitra untuk lebih jelasnya mari perhatikan pola di bawah ini.
kita akan mengolah data dari hasil penelitian dengan memakai spss 16 dan microsoft excel. perhatikan dengan secama yah.....

Contoh Mengolah Data Dari Hasil Penelitian Dengan Menggunakan Spss 16 Dan Microsoft Excel.


Halo mitra kawan semuanya kali ini saya akan membagikan pengetahuan bagaimana mempelajari  √ mempelajari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan mudah
Mengolah Data Dari Hasil Penelitian

MENGANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN MICROSFT EXCEL


Langkah 1 : Jalankan Program Microsoft Excel

Langkah 2 : Masukkan data Lampiran 4 yang berasal dari Skripsi ke dalam Microsoft Excel


Langkah 3 : Menentukan Jumlah Perlakuan
Ketik =COUNTA(Blok Bagian Perlakuan) enter
Tampilan pada Ms. Excel


Hasilnya


Langkah 4 : Menentukan Jumlah Ulangan
Ketik =COUNTA(Blog Bagian Ulangan)

Tampilan pada Ms. Excel



Langkah 5 : Menentukan Faktor Koreksi (FK)
Ketik : =(Klik Bagian Grand Total^2)/(Perlakuan*Ulangan)

Tampilan pada Ms. Excel




Langkah 6 : Menentukan Derajat Bebas Perlakuan, Derajat Bebas Galat, Derajat Bebas Total, Jumlah Kuadrat Total, Jumlah Kuadrat Perlakuan, Jumlah Kuadrat Galat, Kuadrat Tengah Perlakuan, Kuadrat Tengah Galat dan Menentukan F Hitung
dbp : ketik =Klik Bagian Perlakuan – 1
dbg : ketik =Klik Bagian Perlakuan*(Ulangan – 1)
dbt : Ketik =(Klik bab Perlakuan*Ulangan)-1
JKT : Ketik =SUMSQ(Blok Dari Bagian Data Ulangan I hingga Data Ulangan III)-FK
JKP : Ketik =(SUMSQ(Blok bab Total Sebelah Kanan)/Ulangan)-FK
JKG : Ketik =Klik Bagian JK Total – JK Perlakuan
KTP : Ketik =Klik Bagian JK Perlakuan/(Klik Bagian Jumlah Perlakuan – 1)
KTG : Ketik =Klik Bagian JK Galat/Klik Bagian Derajat Bebas Galat
Fhitung : Klik KT Perlakuan/KT Galat

Tampilan Pada Ms. Excel


Langkah 7: Memasukkan Ke Dalam Tabel Sidik Ragam


Langkah 8 : Menentukan Nilai F Tabel dengan Taraf 0,05 dan 0,01
Untuk F Tabel 0,05 : Ketik =FINV(Klik Bagian 0,05 koma Klik bab DB Perlakuan koma DB Galat)

Tampilan Pada Ms. Excel
Hasilnya :

Untuk F Tabel 0,01 : Ketik =FINV(Klik Bagian 0,01 koma Klik bab DB Perlakuan koma DB Galat)

Tampilan Pada Ms. Excel
Hasilnya : 

Langkah 9: Menentukan “Berpengaruh Sangat Nyata” | “Berpengaruh Nyata” | dan “Tidak Nyata”
Ketik =IF(Klik Bagian F Hitung Pada Tabel Sidik Ragam <Klik Bagian F Tabel 0,05,"tn",IF(Klik Bagian F Hitung Pada Tabel Sidik Ragam <Klik Bagian F Tabel 0,01,"*","**"))

Tampilan Pada Ms. Excel
Hasilnya : 

Keterangan :
** ) Berpengaruh Sangat Nyata
*) Berpengaruh Nyata
tn) Tidak Berpengaruh Nyata

Setelah didapatkan hasil dari Analisis memakai Microsoft Excel, bandingkan dengan Skripsi yang kita miliki. Selain dengan memakai Microsoft Excel kita juga sanggup memakai SPSS untuk menganalisis data penelitian.


MENGANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN SPSS 16


Langkah 1 : Jalankan Program SPSS 16



Ketika membuka Program SPSS, ada dua Windows yang muncul yang pertama Untuk Data dan yang kedua yaitu Untuk Output sesudah menganalisis.



Tampilan Pada SPSS Bagian Data



Tampilan Pada SPSS Bagian Output


Langkah 2 : Mengisi Bagian Kolom Name Seperti di bawah ini


Langkah 3 : Selanjutnya pada “Decimals” diubahsuaikan berapa banyak decimal yang akan kita gunakan.

Langkah 4 : Setelah bab Decimals, selanjutnya bab “Label” buat sesuai dengan Skripsi

Langkah 5 : Mengisi Bagian “Values” (Bagian Perlakuan)

Klik  bagian tanda Panah, Sehingga Tampil Seperti berikut ini :

Bagian ini bertujuan untuk memperlihatkan label dari setiap perlakuan yang kita buat,
Contoh : 1= “Perlakuan A”, jadi saat kita ketik Label 1 maka ini sama dengan Perlakuan A, sesudah simpulan hingga semua Label dan Perlakuan dibuat, Klik OK.

Langkah 6 : Mengisi Bagian “Values” (Bagian Ulangan)

Klik Bagian Tanda Panah, Sehingga tampil menyerupai di bawah ini :

Bagian ini bertujuan untuk memperlihatkan label dari setiap Ulangan yang kita buat,
Contoh : 1= “Ulangan I”, jadi saat kita ketik Label 1 maka ini sama dengan Ulangan I, sesudah simpulan hingga semua Label dan Perlakuan dibuat, Klik OK.

Langkah 7 : Mengisi Bagian “Data View”

Klik bab “Data View”, sehingga berpenampilan menyerupai ini.

Langkah 8 : Selanjutnya Isi Bagian Kolom Perlakuan, Ulangan, dan Hasil. Sehingga tampil menyerupai dibawah ini.

Langkah 9 : Menganalisis Data
Klik Bagian Analyze à General Linear Model à Univariate

Langkah 10 : Setelah itu muncul menyerupai di bawah ini

Klik Bagian Persentase Benih Berkecambah à Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, sehingga menyerupai ini

Setelah itu Klik Bagian Trichoderma Virens dan Trichoderma Harzianum à Klik tanda panah pada bab Fixed Factors :

Langkah 11 : Klik Bagian Model à Klik Custom

Setelah bab Custom diklik, lihat bab Kiri Kotak Dialog Univariate: Model, disitu ada bab Factor & Covariates, Klik bab Perlakuan.


Setelah bab Perlakuan di Klik, kemudian Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog, sehingga tampil menyerupai ini :

Setelah itu Klik Continue

Langkah 12  : Klik bab Post Hoc, Post Hoc berfungsi untuk menguji Lanjut dari Hasil Penelitian

Setelah itu tampil Kotak obrolan yang baru, menyerupai di bawah ini :

Klik Bagian Perlakuan, dan klik Tanda Panah pada bab tengah :

Setelah itu Klik Bagian LSD (untuk Uji BNJ), Tukey (untuk Uji BNJ), dan Duncan (Untuk Uji Duncan) à Klik Continue

Langkah 13 : Setelah itu tampil menyerupai di bawah ini, maka klik OK

Langkah 14 : Lalu Muncul OUTPUT dari analisis yang dilakukan

Pada bab Tabel Sidik Ragam dari Output SPSS, bandingkan dengan data yang diolah dengan Microsoft Excel dan juga bandingkan dengan Skripsi yang telah dibentuk :

Hasil dari Analisis dengan memakai SPSS



Sumber http://www.elysetiawan.com