Tujuan program kali ini ialah “untuk saling meng-share ilmu & pengalaman”. Selama dua tahun ini, saya posting bahan bahasa Jepang di sini kepada member secara gratis. Nah, kali ini saya ingin kalian yg menyebarkan kisah, pengalaman, atau ilmu kalian kepada teman2 di sini. Soalnya, saya mau off hingga selesai bln ini (mau jadi pemirsa ^^;) Kami juga akan menyediakan hadiah kecil (maaf, benar2 kecil m(__)m) kpd para juara utk lomba kali ini. Penjelasan yg lebih detail sebagai berikut di bawah.
Tema
Kalian dapat menentukan satu tema dari 1 dan 2 di bawah.
1. Pengalaman dengan Orang Jepang
Kisah pengalaman yg menarik yang pernah kalian alami dengan orang Jepang ibarat kejutan budaya (culture shock), perbedaan pikiran, kebiasaan, cara, dsb di antara Indonesia dan Jepang. Mungkin, magang, siswa di Jepang atau sastra di universitas, pekerja di perusahaan Jepang, atau kalian yg pernah berkomunikasi dengan orang Jepang ibarat turis dapat menyebarkan kisahnya.
2. Tips / Metode / Cara berguru bahasa Jepang Alaku
Perkenalkan cara / metode / tips berguru bahasa Jepang ala kalian. Para senior atau senpai yang sudah lulus N5, N4, N3, N2, atau N1 niscaya tahu cara berguru bhs Jepang yg efektif & effisien. Di sini kita tidak usah hemat alasannya ialah coba lihat ke dunia internasional atau Jepang. Banyak pelajar atau pekerja gila ibarat orang Tiongkok dan Vietnam pintaaaar sekali bhs bahasa Jepangnya dan mereka lebih lebih banyak didominasi di Jepang daripada orang Indonesia. Saya rasa kita sama2 dapat membantu semoga tingkat Indonesia di bidang pendidikan bahasa Jepang juga lebih tinggi dan dapat bersaing terhadap teman2 di internasional.
Jadwal
Periode Pengiriman: 10 Des 2018 13 Jan 2019
Pengumuman Juara: 19 Jan 2019
Juara dan Hadiah
Juara 1: buku Jepang dan pulsa 500 rb rupiah
Juara 2: buku Jepang dan pulsa 200 rb rupiah
Juara 3: buku Jepang dan pulsa 100 rb rupiah
※Penghuni di Jepang akan dikirimkan uang tunai senilai pulsa di atas.
※Jika kualitas artikel rendah, ada kemungkinan tidak ada juara 1 dan 2. Mohon dimaklumi.
Syarat Dan Ketentuan
Peserta harus menulis artikel lebih dari 200 kata.
Peserta harus menulis dengan bahasa Indonesia sesuai kaidah PUEBI (EYD).
Orang mana saja boleh menjadi akseptor termasuk orang Jepang atau non-anggota grup asal memakai bahasa Indonesia.
Peserta harus memperlihatkan judul (title) untuk artikel.
Sebaiknya ada title kecil pada setiap paragraf.
contoh
Cara Makan Orang Jepang (judul/title)
1. Sarapan Pagi Orang Jepang (title kecil)
pragraf1
2. Makan Mie Pakai Sumpit (title kecil)
pragraf 2
3. Makan Sushi Pakai Tangan (title kecil)
pragraf3
dst….
karya belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun.
Peserta boleh memuat foto atau gambar “ORIGINAL”. *kami akan menilai juga lampiran gambar yg ditulis oleh kalian atau foto original.
Peserta tidak boleh memakai artikel atau kalimat orang lain (dilarang copy paste atau melanggar hak cipta). Jika ketahuan, kita akan berikan hukuman sosial masyarakat. Maklum komunitas atau jaringan kami di internet tidak mengecewakan besar.
Peserta boleh mendaftar satu artikel atau lebih dari itu dari kedua tema.
Artikel dikirimkan melalui email ke “info @wkwkjapan.com” (*maaf spasi di antara “info” dan “@wkwkjapan.com” dihapuskan ketika mengirim email), atau pribadi posting ke grup. (bukan tmpt komentar tp tmpt postingan di atas)
Artikel yang masuk akan menjadi hak milik penyelenggara. (kami akan memperkenalkan artikelnya atas nama penulis di web wkwkjapan.com)
“Les Bahasa Jepang yuk”. Ajakan sobat saya di ketika semester mengerjakan kiprah akhir. Waktu terasa lebih bebas alasannya yakni di semester simpulan pelajaran kuliah sangat sedikit dan dosen pembimbing kiprah simpulan susah diajak bertemu. “Kenapa mesti Jepang? Bahasa mandarin kayaknya lebih banyak digunakan” balasku. “Biar bisa nonton anime tanpa subtitle hahahaha” balas sobat saya yang mengajak les bahasa Jepang dan yang mengenalkan saya dengan anime. Awalnya saya hanya membaca manga, itu pun hanya dua sampai tiga manga kemudian dikenalkan anime oleh sobat saya. “Yang saya gres cari-cari di internet hanya bahasa Jepang, kalo Mandarin mungkin nanti laah.” kata sobat saya. “Hmm, emang udah cek kawasan juga?” balasku. “Udah empat kawasan sih. Ada yang daftar bareng temen, biaya registrasi jadi gratis.” Hmm, kalo saya minta tolong mencari kawasan les mandarin akan merepotkan dan perjuangan sobat saya telah tiba ke beberapa kawasan les Bahasa Jepang jadi sia-sia, mukanya juga berharap saya mengikutinya. “Ok lah, tapi kelasnya gimana? Aku belum pernah berguru sama sekali soalnya.” Balasku menyetujui ajakannya. “Ada kelas pemula dan persiapan JLPT. Pemula paling cuma katakana hiragana doang gampanglah, sendiri juga bisa. Aku udah pernah les sih pas di Jogja beberapa bulan. Langsung persiapan JLPT N5 yuk.” Apa itu JLPT N5? Dan beliau udah pernah les. Terus saya akan masuk les dengan enggak tahu apa-apa. Sambil bertanya-tanya dalam hati, mungkin nanti ada jawabannya pikir saya.
Belajar Hiragana Katakana
Gambar 1. Memiripkan hiragana dengan romanji.
Setelah mendapat semua balasan dari google pertanyaan-pertanyaan yang saya bingungkan tadi. Jika dilihat sekilas hiragana dan katakana, saya merasa oke dengan sobat saya bahwa katakana dan hiragana sanggup dipelajari sendiri. Beberapa hari kemudian kami mendaftar les di salah satu kawasan yang kami sepakatin, bersahabat dengan kos dan ada promo daftar bareng temen. Setelah saya tanya kembali, ternyata persiapan JLPT N5 memerlukan kelancaran membaca hiragana dan katakana. Les dimulai ahad depan. Hanya dengan satu minggu, saya menantang diri saya untuk bisa membaca dan menulis hiragana dan katakana. Saya menyusun jadwal dalam satu minggu, tiap malam dua jam berguru hiragana dan katakana. Melihat hiragana beberapa kali, saya menyadari kalau hiragana ibarat dengan bentuk romanji.
Kemiripan tersebut membantu saya mengingat nama dari tiap bentuk hiragana. Hiragana dan katakana bentuknya juga tidak berbeda jauh. Namun penggunaan katakana untuk kata serapan pada bahasa Jepang, kata yang dibuat oleh katakana pada umumnya bahasa Inggris sehingga saya merasa praktis mengetahui arti dari kata dibuat katakana. Berbeda dengan hiragana di mana memang bukan kata serapan, di mana tiap kata yang dibuat harus dihapal maknanya. Saya memperbayak berguru menulis hiragana dibanding katakana. Saya membeli buku kotak-kotak besar untuk berlatih menulis. Saya mengulangi penulisan hiragana dan katakana terus menerus selama satu ahad penuh.
Memulai Les Persiapan N5
Setelah satu minggu, saya dan sobat saya karenanya memulai les bahasa Jepang kami. Pelajaran kelas persiapan JLPT terdiri dari kanji, kosa kata, tatabahasa dengan membaca, dan mendengarkan. Satu ahad terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan pertama biasanya kanji dan kosa kata. Pertemuan kedua kanji dan tata bahasa dengan membaca. Pelajaran mendengarkan menjadi pelajaran sambilan kata sensei saya. Karena kelas bahasa Jepang pertama kali saya, saya merasa sangat canggung ditambah belum semua teman-teman sekelas masuk kelas perdana les bahasa Jepang itu. Saya merasa perlunya kemampuan lancar membaca hiragana dan katakana di dalam les persiapan ujian JLPT N5, sangat fundamental dan penting. Saya hanya berlatih dalam satu ahad sehingga terkadang masih sedikit lupa. Saya membawa tabel hiragana dan katakana saya sebagai batuan bila saya kesusahan. Pelajaran kanji yang saya rasa sangat susah alasannya yakni sehabis berguru cara menulis kanji dan pola kosa katanya, diberi waktu lima menit untuk menghapal. Setelah menghapal hanya lima menit, mini tes pun dilaksanakan. Berlatih hiragana dan katakana secara teratur seminggu penuh pun belum menciptakan lancar dalam mambaca sehingga tes kanji sangat menciptakan saya kewalahan.
Dilema Kanji
Gambar 2. Memiripkan bentuk kanji天 dengan aksara m.
Kewalahan yang dibuat oleh kanji dimulai dari banyak sekali hal. Yang pertama penulisan di mana kanji mempunyai jumlah ukiran yang lebih banyak dari hiragana, urutan penulisannya juga ada. Cara baca kanji juga terdiri dari dua yaitu on yomi dan kun yomi. Dan beberapa kanji mempunyai on yomi dan kun yomi-nya lebih dari satu. Bahkan ada nanori (名乗り)yang mana cara membaca kanji untuk nama. Metode kemiripan bentuk kanji dengan romanjinya berlaku untuk beberapa kanji saja, sebagai pola “天” dengan cara baca on yomi “テン” di mana bentuk katakana “テ” saya rasa ibarat dengan aksara “T” sehingga saya mengigat kanjinya yakni “Ten” secara romanji. Namun untuk kun yominya saya rasa perlu dihapalkan alasannya yakni lebih dari satu yaituあま dan あめ mungkin bisa memiripkan bentuk kanji天 dengan aksara m dibalik. Tapi kanji itu ada banyak sekali. Untuk pemula saja sudah butuh seratusan kanji. Memirip-miripkan bentuk dengan aksara romanji malah makin menciptakan bingung. Metode berguru apa yang pas saya rasa untuk menghapal kanji menjadi pertanyaan besar sehabis saya les bahasa Jepang kurang lebih dua minggu. Bertanya kepada sensei solusi yang didapat hanya berupa kata mengulang terus-menerus dengan membaca. Jumlah pengulangan juga dipengaruhi oleh kemampuan otak masing-masing pelajar. (Tambahan: sebetulnya ada sih metode “radicals and mnemonics” bila dijelaskan akan terlalu panjang hehe. Silahkan dicari saja maka sebetulnya urutan menggores kanji itu sangat menarik).
Melewati Les Persipan Ujian JLPT N5
Tempat les merancang durasi les persiapan JLPT berjangka waktu kurang lebih dua bulan. Setelah les persiapan JLPT kebetulan pas dengan jadwal ujian JLPT di Indonesia. Awalnya saya hanya santai aja saja, sekedar les bahasa Jepang tanpa ada memikirkan untuk mengikuti ujian JLPT. Saya juga merasa kemampuan membaca goresan pena hiragana dan katakana masih kaku. Di dalam kelas ada enam orang, dua orang wanita dan empat orang laki-laki. Seperti pada umumnya wanita dalam kelas, kedua wanita ini mempunyai prestasi super ketika setiap mini tes dan kuis. Teman saya juga sudah menghapal beberapa kosa kata alasannya yakni sudah pernah les sebelumnya sehingga membantu proses membaca. Kemampuan saya yang masih terbatas menciptakan saya semakin kewalahan ketika mini tes bukan hanya kanji namun kosa kata dan tata bahasa juga. Saya pikir perlunya ada motivasi untuk sanggup lebih giat. Saya menciptakan sasaran kecil sebagai motivasi layaknya misi dalam game yaitu mengalahkan nilai kuis kanji kedua wanita satu kelas saya. Yap, hanya kanji, alasannya yakni saya merasa itu saja sudah cukup. Nilai kuis kanji kedua wanita tidak pernah sempuran, benar semua. Hal itu menciptakan saya menentukan sasaran menciptakan nilai kanji sempurna. Metode yang saya pilih yakni mengulang membaca dan menulis terus menerus, metode sangat fundamental dan membosankan. Namun sehabis melaksanakan terus-menerus saya menyadari menggores urutan kanji ibarat menggambar sehingga saya merasa tidak membosankan. Tiba saatnya kuis kanji. Soal-soal kanji yang diberikan ketika itu terasa praktis bagi saya sampai menciptakan membaca katakana lebih susah dibanding dengan kanji, atau mungkin alasannya yakni kanji N5 yah. Dan karenanya saya mendapat nilai tepat dalam satu kali kuis saya. Akan tetapi nilai kuis kanji kedua wanita dikelas saya juga tepat pada ketika itu hahaha.
Ujian JLPT N5
Setelah berhasil terbiasa mendapat nilai tinggi dalam kuis kanji walaupun kadang tidak sempurna, saya menjadi teratur untuk belajar. Kecepatan membaca hiragana, katakana, dan kanji masih belum begitu lancar menciptakan saya ragu untuk mengikuti ujian JLPT. Namun kata sensei dengan kemampuan saya ketika itu sudah cukup untuk melewati N5. Dengan keraguan dalam diri sendiri, saya mendaftar ujian JLPT N5 bersama sobat saya. Namun sobat saya tidak sanggup mengikuti ujian ketika harinya ujian dikarenakan ada urusan mendadak di luar kota. Saya tetap ujian walaupun saya berharap temen kuliah saya sanggup ikut jikalau gagal jadi gagal bersama sehingga hati terhibur hahaha. Tibalah saatnya ujian. Saya mengerjakan soal ujian kanji dengan membaca satu kalimat penuh sehingga memakan waktu cukup lama. Tanpa disadari saya menghabiskan banyak waktu ujian, sehingga saya tidak menjawab lima soal terakhir kanji. Melanjutkan soal-soal berikutnya saya mengerjakannya dengan lancar, untungnya. Perlu beberapa bulan untuk menunggu pengumuman hasil ujian JLPT. Menceritakan kesalahan saya yang membaca semua kalimat ketika mengerjakan kanji sehingga tidak menjawab soal terakhir menciptakan sensei menjadi khawatir saya tidak lulus. Tiba hasilnya pengumuman, dengan menghabiskan keberuntungan yang ditabung selama setahun penuh. Saya lulus dengan nilai cukup untuk lulus hahaha walaupun tidak menjawab lima soal kanji terakhir. Tapi baiknya jangan ditiru, jawablah semua soal ketika ujian JLPT. Jika waktu sudah mau habis tetep diisi saja alasannya yakni tidak ada nilai minus kalau menjawab salah.
Tujuan berguru bahasa Jepang
Gambar 3. Full kanji sajian pada game Kantai collection. (Sumber game Kantai collection)
Pertama kali berguru bahasa Jepang, orang yang mengajar akan bertanya tujun berguru bahasa Jepang apa. Kalau sobat saya yang mengajak les menyampaikan supaya bisa menonton anime tanpa arti mungkin bisa menjadi salah satu tujuan belajar. Teman-teman sekelas les saya selain satu orang sobat kuliah yakni anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas di mana kesan saya melihat mereka berguru ibarat disuruh tanpa ada rasa tujuan yang mereka mau dari diri sendiri. Saat pertama kali les ditanya tujuan les bahasa Jepang apa, teman-teman lain bilang ingin kuliah di Jepang dan bekerja di Jepang. Tapi saya dengan praktis menyampaikan semoga bisa bermain game bahasa Jepang tanpa melihat kamus. Satu kelas tertawa dan saya juga tersenyum. Saya mengingat dulu saya berguru bahasa Inggris ketika kelas tiga SD tidak menarik alasannya yakni disuruh orang bau tanah dan dibilang semoga sukses di masa depan. Tujuan yang bersifat belum terperinci menciptakan saya kurang memahami buat apa mengikuti les bahasa, di mana kesannya kurang menarik. Namun ketika saya dikenalkan game perang starcraft yang memakai bahasa Inggris saya merasa karenanya berguru mempunyai tujuan yang sangat bermakna bagi saya. Yang awalnya saya hanya mengetahui kata “welcome” ketika memasuki game alasannya yakni goresan pena yang ada di keset kaki pada umumnya dan “exit” untuk keluar game yang tulisannya sering saya lihat di pintu tangga darurat. Dengan berbekal kamus dan kiat-kiat sehingga saya lancar membaca deskripsi dari tiap pasukan yang ada dalam game. Game Jepang ketika ini pada umunya sudah banyak menampilkan sajian dalam katakana sehingga sangat praktis untuk dipahami, namun untuk beberapa game memakai kanji untuk sajian sehingga tombol-tombol sajian terlihat ramping dan rapi namun menciptakan saya kewalahan mengerti tiap tombolnya hahaha. Tujuan yang kau inginkanlah yang menciptakan kau jadi ingin melaksanakan sesuatu. Tujuan tidak harus besar namun dari hal-hal sederhana. Setelah tujan sederhana tercapai kita akan ketagihan untuk mencapai tujuan-tujuan sederhana lainnya sampai semua hal-hal sederhana menjadi sangat besar hehehe. Tentukan tujuan yang kau inginkan dan kau akan menyadari begitu banyak hal yang harus dipelajari. Dan satu lagi, ada aspek saya rasa yang menghipnotis semangat, yaitu interaksi dengan sobat dan guru kita. Belajar sendiri terkadang menciptakan cepat mengantuk, namun ketika berguru bersama mungkin menciptakan berguru sangat menarik.
Gambar 4. Full katakana sajian pada gameプリコネR. (Sumber game Princess ConnectReDive)
(Tambahan: Saya gres ujian N3 enggak tahu lulus apa tidak hahaha alasannya yakni sambil kerja sih. Di kawasan kerja juga enggak ada yang bisa bahasa Jepang. Saat ini kemampuan bahasa Jepang saya gunakan buat main game, membantu terjemahin manga dan lagu buat temen yang minta bantuan. Kedepannya mau ngapain bawa asyik aja, mungkin melamar kerja di Jepang kali ya hahaha. Saya masih pengen berguru bahasa Mandarin dan bahasa aba-aba sampai goresan pena braile sih alasannya yakni pensaran. Prinsip dasarnya tentukan tujuan kau dan lakukan 練習 (れんしゅう) latihan, 復習 (ふくしゅう) review, 繰り返す (くりかえす) mengulang. Oh iyaa 調べる (しらべる) mencari tahu kalu enggak tahu hehehe.
Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa dengan huruf yang unik, berbeda dengan huruf abjad yang ada dalam tata bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Hal tersebutlah yang menciptakan Kita (para pelajar bahasa Jepang) bersemangat dalam mempelajari bahasa tersebut.
Selain unik, bahasa Jepang juga tergolong kedalam kategori bahasa yang sulit dipelajari kalau hanya bermodalkan rasa ingin tahu saja tanpa adanya niat dan akad yang tinggi untuk mempelajarinya. Selain itu juga ada beberapa langkah yang pernah saya lakukan dan saya rasa efektif untuk mencar ilmu bahasa jepang dari nol/pemula.
1. Belajar Huruf Jepang
Langkah pertama dalam mencar ilmu bahasa Jepang bisa diawali dengan mempelajari hurufnya terlebih dahulu. Huruf Jepang tediri dari 3 jenis aksara, ialah Hiragana, Katakana, dan Kanji.
Untuk tahap awal kita kesampingkan dulu huruf kanji, alasannya kemungkinan bisa mengganggu fokus kita dalam mencar ilmu huruf Hiragana dan katakana. Selain itu, huruf kanji juga mempunyai corak yang terlalu sulit, sehingga bisa saja hal tersebut menciptakan mental dan semangat mencar ilmu kita menurun dan mengurungkan niat untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.
Ada beberapa cara biar kita bisa cepat hafal huruf hiragana dan katakana :
Menulis huruf hiragana dan katakana berulangkali sesuai dengan urutan penulisannya;
Membiasakan menulis kata atau kalimat berbahasa jepang dengan huruf hiragana atau katakana;
Perbanyaklah membaca teks yang terdapat huruf hiragana maupun katakana.
2. Memperbanyak Hafalan Kosakata Dasar
Langkah kedua ialah dengan cara banyak menghafal kosakata dasar bahasa Jepang. Langkah ini sangat mempunyai kegunaan dimana ketika kita ingin menciptakan kalimat sesuai dengan pola kalimat yang akan kita pelajari kita sudah mengetahui kata yang akan kita susun menjadi kalimat tanpa harus membuka kamus terlebih dahulu. Selain itu juga langkah kedua ini lebih efektif dibandingkan kita harus membuka kamus yang berakibat waktu kita terbuang untuk mencari kata yang akan kita susun menjadi kalimat.
Cara yang efektif untuk menghafal banyak kosakata ialah kita bisa tentukan seberapa banyak kita akan menghafalkan kosakata tersebut dalam satu hari. Misalkan pada dikala itu saya menghafalkan sepuluh Kosakata perharinya. Dan itu saya lakukan setiap hari hingga mencapai lima ratus kosakata sebelum masuk ke pelajaran pola kalimat dasar. Kita bisa mulai mengawali kosakata kita dengan menghafal aisatsu (salam) dan juga jikoushokai (perkenalan/memperkenalkan diri). Seperti teladan : Ohayou (selamat pagi), Konnichiwa (Selamat Siang), Konbanwa (selamat malam), dan lain-lain.
3. Mempelajari Pola Kalimat
Langkah ketiga ialah kita harus mempelajari pola kalimat dasar. Pada tahap ini seharusnya kita sudah mempunyai tabungan lima ratus kosakata untuk bisa kita rangkai menjadi kalimat, sesuai dengan pola kalimat yang kita pelajari.
Cara mempelajarinya ialah kita harus mempelajari satu pola kalimat perharinya secara konsisten. Untuk mencar ilmu polakalimat nya kita bisa memakai banyak sekali acuan baik itu dari buku, google, dan lain-lain. Untuk rekomendasi kita bisa mencar ilmu dari web wkwkjapan.com alasannya disana materinya sudah tersusun rapih dan materinya pun mudah dimengerti.
Tingkatan untuk level bahasa Jepang ialah ada N1, N2, N3, N4, N5. Untuk pola kalimat sendiri, kita bisa mencar ilmu dari mulai tingkat N5 hingga N4 untuk benar-benar menguasai dan memahami dasar bahasa Jepang.
Setelah mencar ilmu pola kalimat biar kita bisa memahami apa yang telah kita pelajari, kita harus menciptakan kalimat sesuai dengan pola kalimat yang telah dipelajari minimal 5 kalimat. Dan jangan lupa minta seseorang yang andal dalam bidang bahasa Jepang untuk mengoreksi latihan dari kalimat yang kita buat. Pada tahap ini langkah yang kedua (menghafal kosakata) harus tetap berjalan, yang artinya kita harus konsisten menghafal sepuluh kosakata setiap harinya secara konsisten biar perbendaharaan kosakata kita banyak dan kalimat yang kita buat pun bervariasi tidak hanya memakai kata yang itu-itu saja. Dan pada tahap ini kita boleh diiringi dengan mencar ilmu kanji.
4. Mencoba Berkomunikasi dengan Pola Kalimat yang Sudah Dipelajari
Agar pola kalimat yang kita pelajari bisa berguna, maka kita harus menerapkannya dengan cara berkomunikasi dengan oranglain memakai bahasa Jepang yang sudah kita pelajari. Karena sejatinya bahasa itu diciptakan untuk memudahkan kita berinteraksi dengan oranglain. Selain itu juga dengan cara ini, kita bisa mengingat kembali pola kalimat apa yang sudah kita pelajari yang menciptakan kita tidak gampang lupa dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya.
Pada tahap ini bermodalkan N4 kita bisa berkomunikasi dengan memakai bahasa Jepang yang dipakai sehari-hari, ibarat : nani o shiteimasuka? (Sedang apa?/lagi apa?) dan lainnya.
Itulah keempat cara yang berdasarkan saya paling efektif dan sudah saya terapkan untuk mencar ilmu bahasa asing, baik itu bahasa Jepang, Inggris, dan lainnya. Dan juga jangan lupa untuk berdoa sebelum belajar, alasannya hanya Tuhan yang bisa memberi kita kepahaman dalam mempelajari suatu ilmu. Intinya kita bisa belajar, tapi hanya Tuhan yang bisa memberi kita kepahaman atas apa yang kita pelajari.
Kehidupan saya mulai di isi dengan orang-orang dari Negeri matahari terbit di mulai semenjak tahun 2012 ketika saya tetapkan untuk pergi ke jepang sebagai peserta magang dan berlanjut hingga detik ini, ya saya menyukai mereka. Kesan pertama yang saya dapatkan ketika pertama kali menginjakan kaki di jepang yaitu kedisiplinan mereka yang terlihat dari kemudian lintas kendaraan di jalanan yang terlihat menyerupai di kendarai oleh robot, sungguh menciptakan saya harus memastikan beberapa kali apakah mobil-mobil tersebut di kendarai oleh insan atau bukan. Jalanan di Indonesia yang biasa saya lihat acak-acakan alasannya yaitu pergerakan aneka macam jenis kendaraan yang saling mendahului, berhenti sembarangan dan kecepatan mengemudi kendaraan yang tidak beraturan berbanding terbalik dengan kondisi di sana yang sangat teratur dengan kecepatan mengemudi yang sama dan tidak ada yang mendahului sehingga sanggup berhenti serentak ketika lampu merah.
Kesan kedua yaitu pekerja keras, di tempat saya bekerja sebagai peserta magang, semua orang bekerja dengan semangat dan cepat, tidak ada perbedaan antara perempuan maupun pria semuanya sanggup mengerjakan pekerjaan yang sama dan kecepatan serta sasaran yang sama. Saya berusaha keras semoga sanggup menyesuaikan diri di lingkungan kerja di sana.
Kaka orang jepang
Foto masakan ringan manis yang di posting di twitter
Setelah lebih dari setahun bekerja, saya mulai bisa mengikuti keadaan dengan lingkungan kerja dan melaksanakan dialog ringan dengan orang jepang yang bekerja di sekitar saya. Kebanyakan dari mereka yaitu perempuan cerdik balig cukup akal dan lansia, jarang sekali yang seumuran dengan saya yang gres lulus SMA. Hingga pada suatu hari saya menyadari ada seorang cewe yang usianya mungkin hanya beda beberapa tahun dengan saya di line kerja yang berbeda dengan saya.
Dia benar-benar penampakan dari seorang cewe jepang yang cool, dengan style nya yang agak tomboy alasannya yaitu berambut pendek dan mengendarai vespa ketika berangkat kerja. Dia sangat dingin sehingga seakan-akan tidak menyadari kehadiran seseorang di dekatnya, saya fikir dia akan menabrak saya jikalau saya bangun di depannya ketika dia berjalan atau hanya menghindar seolah saya yaitu tembok. Tapi dengan sikapnya yang menyerupai itu saya malah sangat tertarik untuk sanggup berteman dengannya.
Selanjutnya hari-hari saya di sibukan dengan berangkat kerja di pagi hari menyamakan jam berangkat si kaka alasannya yaitu hanya ingin bertemu dia di tempat parkir (saya membawa sepeda) dan menyapa nya di pagi hari dengan sapaan “Ohayou gozaimasu” balasan “Ohayou” dari si kaka sudah cukup untuk menciptakan saya bersemangat untuk berteman dengannya. Biasanya sesudah itu kita akan bertemu lagi di toilet ketika dia mencuci tangan dan hanya menyerupai itu hari-hari selanjutnya.
Berteman dengan dia yaitu salah satu sasaran yang harus saya capai hingga saya pulang ke indonesia dalam 3 tahun. Sehingga saya terus berusaha tidak frustasi untuk menyapa dan membagikan masakan kecil, coklat, kue-kue yang saya buat sendiri dan alhasil saya memberanikan diri untuk menanyakan alamat line nya dannnnn alhasil dia memperlihatkan alamat line nya kepada saya.
Hari-hari selanjutnya hampir setiap pulang kerja saya mengirim chat hanya untuk mengobrol ringan dengan nya, dia menceritakan kegiatannya, apa yang dia lakukan di simpulan pekan hingga pembicaraan mengenai harapan yang ingin dia lakukan. Saya sangat bahagia dengan pertemanan singkat kami alasannya yaitu di tahun ketiga saya harus pulang ke indonesia, di tahun terakhir sebelum saya pulang saya menyempatkan diri memperlihatkan kejutan pesanan masakan ringan manis ulang tahun yang bisa dia ambil sendiri di toko masakan ringan manis kesukaan dia, di hari ulang tahunnya ketika saya sudah kembali ke indonesia dia memposting masakan ringan manis yang saya pesan di twitter dengan caption “Oishii, Arigatou” Enak, Terima kasih. Simple, menyerupai pertemanan kami. 🙂
BAP di kantor polisi di jepang
Foto saya dengan icon polisi di daerah saya tinggal
Salah satu pengalaman asing saya di jepang yaitu pernah melaksanakan BAP di kantor polisi di jepang, jadi ketika saya di sana selain bekerja sebagai peserta magang juga mencar ilmu bahasa jepang dengan guru volunteer bahasa jepang di malam minggu, mencar ilmu dari sekitar pukul 8 malam hingga 10 malam. Ketika itu, saya pulang kerumah dari tempat mencar ilmu dengan mengendarai sepeda seorang diri alasannya yaitu teman-teman saya yang lain makan malam bersama di sebuah restaurant. Saya yang memang lebih suka di rumah tetapkan untuk segera pulang, di jalanan yang sepi yang memang biasa saya lalui saya melihat lampu sepeda dari arah yang berlawanan, saya fikir itu orang indonesia alasannya yaitu di daerah saya tinggal banyak orang indonesia yang semuanya naik sepeda “wah kalau mas-mas orang jawa yang saya kenal saya bisa minta antar pulang ke rumah senior saya” dalam hati saya berkata alasannya yaitu saya biasanya menginap di rumah senior saya ketika weekend. Tapi dugaan saya salah alasannya yaitu sesudah berpapasan ternyata bukan orang indonesia. Saya melanjutkan perjalanan pulang dengan biasa saja, namun orang yang berpapasan dengan saya barusan sekarang sejajar dengan saya. Dia memulai pembicaraan dengan bertanya (saya arti kan percakapannya dengan mudah)
Dia: chotto kikitain desu..(bolehkah saya bertanya). Saya: nan desuka? (Iya, ada apakah?) Dia: kawairashii kara,, kekkon shite ! (Anda manis, menikahlah denganku) Dengan mimik muka kurang sopan. Saya: ee !!! Naniii,, kowaiiii (hah apa!!! Takuuuutt) dan eksklusif kabur. Dia: chotto matte .. Chotto matte (Terdengar teriakan dari arah belakang)
Pada waktu itu, jujur saya kaget dan takut melihat muka lelaki itu, alasannya yaitu takut dia mengejar saya putuskan berbelok ke toko orang brazil yang masih buka. Dengan tergesa-gesa dan masih takut, saya berniat meminjam hp pemilik toko untuk menelpon ke orang rumah(teman saya yang dirumah) untuk menjemput saya. Melihat saya ketakutan ibu pemilik toko bertanya kenapa? Saya hanya menjawab di sana ada lelaki ajaib dan saya takut. Dia memberitahu segerombolan orang-orang brazil yang ada di situ dan mereka meminta saya memperlihatkan tempatnya, saya menyampaikan bahwa saya tidak apa2, si ibu malah bilang ayo tunjukkan, nanti bukan kau saja yg di ganggu. Dengan terpaksa saya, seorang ibu2 juga 3 orang lelaki brazil menaiki kendaraan beroda empat mencari lelaki ajaib tadi, singkat dongeng kami menemukan lelaki ajaib itu, kendaraan beroda empat eksklusif di parkir dan ketika lelaki brazil keluar kendaraan beroda empat lelaki ajaib itu biasa saja, tetapi sesudah melihat saya keluar kendaraan beroda empat dia eksklusif memutar balik sepeda dengan mengangkatnya dan 3 lelaki brazil tadi eksklusif mendekap lelaki itu. Ibu2 tadi eksklusif menghakimi lelaki itu, dengan bahasa jepang yg lancar, apa yg kau lakukan, beraninya menganggu orang luar negeri di sini, kau gak punya ibu atau adik perempuan dll ternyata dia lelaki jepang. Ibu tadi malah berinisiatif menelpon polisi, saya hanya bisa menuruti si ibu. Selang beberapa menit 4-5 buah kendaraan beroda empat polisi tiba, saya di tanyai KTP, kronologi kejadian, olah TKP ke tempat kejadian, dll saya juga di suruh jujur apakah ada yg di sentuh atau tidak, saya jawab tidak. Akhirnya tanpa bisa menolak saya di bawa ke kantor polisi (kaya mimpi), saya di bawa ke ruangan yg hanya ada saya dan seorang bapak polisi (seperti yang biasa saya lihat di film2) di interogasi, dipindahkan ke ruangan lain dan di tanyai oleh bapak polisi yg berbeda dengan pertanyaan yang sama. Bapak polisi yg terakhir menulis laporan insiden dengan menanyai saya, pertanyaan yg paling engga banget berdasarkan saya, apakah di indonesia belum pernah ada lelaki yg berkata menyerupai itu? (Menikahlah denganku) kesannya tuh kaya saya gak pernah punya seseorang yg special hingga berkata menyerupai itu kepada saya .__.# tapi maksud si bapak mungkin apakah kata2 menyerupai itu tidak lazim di katakan di negara anda? Jelas tidak, masa iya orang gres ketemu ngajak nikah kan. saya sudah menahan kantuk dan rasa ingin pipis dari tadi, si bapak masih menulis laporan panjang, saya di tawari minum kopi oleh bapak polisi dengan senyum manis dari luar ruangan, saya bilang tidak apa2 (tidak usah maksud saya) dan terimakasih saja alasannya yaitu bahwasanya saya tidak minum kopi, si bapak malah bilang tidak usah malu2 alasannya yaitu ini kantor polisi (terus apa hubungannya? Dalam hati .. maksudnya di kantor polisi tidak usah aib gitu yah). sudah setengah 1 malam si bapak belum selesai juga menulis tangan laporannya, saya izin ke toilet dan sepulang dari toilet si bapak polisi membawakan saya banana ore (susu rasa pisang) tahu saja saya sukanya minum susu (dalam hati). Saya minum alasannya yaitu si bapak maksa harus di minum katanya :v
Pukul 1:30 malam laporan gres selesai, terakhir si bapak berpesan semoga saya hati2 dan lapor lagi kalau terjadi sesuatu, alasannya yaitu kami ingin orang luar negeri juga bisa tinggal dengan hening di jepang dan katanya lelaki jepang itu sudah 2x di tangkap dengan perkara yg sama. Sepeda yg dia bawa juga curian. Saya kaget dan bertanya apakah lelaki itu tinggal di daerah sini? Si bapak menjawab tidak perlu khawatir.
Terakhir saya di beri kartu nama si bapak, alarm pengaman (yg biasa di gantung di tas anak SD di sini) senter, juga pulpen dan pensil bergambar polisi (lumayan :3 buat kenang2an).
Saya di antar hingga depan pintu rumah, di jalan pak polisi bertanya, gres pertama ya ke kantor polisi? saya jawab iya pak, takut sama polisi? Tidak, saya tahu polisi jepang baik2. Arigatou kata si bapak dengan PD nya, aisshhhh 😐 . Pesan terakhir si bapak lain kali main lagi ke kantor polisi ya ! Hehe 😀 saya hanya tertawa. (memangnya kantor polisi salah satu tempat main yah)
Kesan saya.. Memang polisi jepang mukanya baik2, terus pelayanannya, super sekali ! Kasus menyerupai itu di tangani dengan sangat serius, mungkin kebanyakan orang berfikir itu hal sepele. Pagi harinya ketika saya menceritakan insiden tersebut kepada guru pembimbing saya, dia kaget katanya anak pendiam (kelihatannya) menyerupai saya bisa membela diri dan melaksanakan BAP sendiri di kantor polisi. Ya begitulah, mau bagaimana lagi.
Si Leader seram
Di tempat kerja saya ada beberapa leader orang jepang dari beberapa departemen bagian, ada salah satu leader yang “cowok banget” alasannya yaitu badannya telihat kotak-kotak alasannya yaitu sering fitnes mungkin dan aksesoris cincin, gelang serta kalung besar di lehernya, oh ya dia juga bertato. Seram alasannya yaitu imbas macho nya sungguh menguar. Aksesoris yang paling menarik yaitu gelang silver di tangannya, semenjak melihatnya saya sering bercanda ke sobat saya bahwa saya pengen gelangnya, dia sering menjawab “minta aja!” atau dengan berbisik “om, dia pengen gelangnya nih” tanpa terdengar si empunya , becandaan tersebut alhasil tersebar ke seluruh penghuni rumah bahwa saya ingin gelang si om. Konyol sekali bukan.
Singkat dongeng beberapa hari sebelum pulang ke indonesia, perusahaan mengadakan makan malam bersama dengan kami 8 orang dan semua leader serta petinggi administrasi lainnya. Suasana makan malam yang sangat sangat canggung, saya hanya menikmati masakan tanpa banyak bicara, ada sobat kami yang menjadi leader tim kami yang melayani dialog dengan pihak administrasi juga beberapa sobat lain yang aktif (kalau saya pasif).
Ketika saya sedang asik berebut masakan dengan sobat saya tiba-tiba salah satu sobat saya berkata.
“ya kan niy (memanggil saya) kau sudah usang pengen gelang nya?”
(saya menengok dan melihat leader tsb sudah sedang melepas gelangnya) haa saya kaget sekali, mengapa teman-teman saya se nekat itu di program makan malam kaku ini.
“haaahh boong,, “ saya reflek jawab begitu alasannya yaitu perasaan tidak enak.
“nih ambil aja buat kamu” kata si leader dengan ringan sekali.
Ya Allah tolong saya harus apa.. malu.. tidak enak.. takut alasannya yaitu dia angker (perasaan campur aduk) nolak tidak sopan,, nerima tidak enak
Akhirnyaaaa saya hanya bisa bilang “arigatou gozaimashita”.
Pengalaman konyol yang berbuah manis alasannya yaitu saya alhasil mendapatkan gelang silver yang saya mau berkat kekonyolan teman-teman saya.
Berawal dari seorang penerjemah amatiran
Sepulang dari jepang saya tetapkan untuk mencari kerja dengan mengirimkan beberapa lamaran ke beberapa perusahaan, salah satu lamaran saya kirimkan dengan tujuan eksklusif kepada branch manager sebuah perusahaan (ternyata perusahaan recruitment) dan saya di panggil untuk interview. Isi lamaran saya sederhana, saya menuliskan bahwa pernah tinggal di jepang selama 3 tahun dan menjelaskan kemampuan bahasa jepang yang (tidak seberapa) yang saya miliki juga ketertarikan untuk bekerja dengan orang jepang.
Pada ketika di panggil, dia memuji isi lamaran saya cantik (karena kata penutupnya saya ambil dari beberapa sumber). Beliau juga bertanya kenapa saya menujukan surat lamarannya eksklusif atas nama dia? Saya jawab alasannya yaitu saya lihat di web perusahaannya. Terakhir dia juga bertanya saya mau bekerja di perusahaan dia atau di carikan kerja alasannya yaitu ini perusahaan recruitment. Akhirnya saya minta di carikan kerja saja.
Saya memulai karir (entah bisa di sebut karir atau bukan alasannya yaitu gres semenjak 2015) saya sebagai penerjemah dari start awal saya di interview dengan hanya menyebutkan, saya tidak mempunyai pengalaman sebagai penerjemah namun saya suka bekerja bersama dengan orang jepang, juga dengan start penawaran honor terserah perusahaan.
Akhirnya saya di terima di perusahaan saya yang pertama, saya mencar ilmu melaksanakan pekerjaan penerjemah dengan banyak belajar, kata-kata gres juga penerjemahan yang baik semoga tersampaikan, menguasai keadaaan yang bermacam-macam (meeting, darurat, santai, dll). Pada suatu ketika, ada kondisi di mana seorang driver melapor bahwa mobilnya menabrak seekor kambing di jalan dan kambingnya harus di bayar segera. Dengan kondisi yang tergesa-gesa tiba-tiba kosa kata kambing menghilang dari ingatan saya, alasannya yaitu saya harus segera memberikan terjemahan semoga si orang jepang mengerti saya melapor dengan menerjemahkan kambing dengan “mbeee mbeeee mbeee” menirukan bunyi kambing. Sial nya bunyi binatang dalam bahasa jepang dan indonesia berbeda… saya terus menjiplak bunyi kambing hingga menciptakan si orang jepang galau sambil terus berusaha mengingat kata kambing, sesudah saya berhasil merefresh otak saya alhasil “Yagi” teriak saya dalam bahasa jepang dan dia mengerti. Ya Allah kuatkanlah memori otak saya semoga tidak terjadi menyerupai ini lagi.
Di perusahaan kedua tempat saya bekerja, ketika itu saya gres masuk belum seminggu mencar ilmu memahami kondisi perusahaan dengan sedikit-sedikit mengenal produk yang di buat dan proses pembuatannya, alasannya yaitu produk yang di produksi berbeda dengan perusahaan sebelumnya maka saya harus mencar ilmu dari nol. Dalam masa kurang dari seminggu, ketika itu hari kamis, tiba- tiba saya di seret di masukan kesebuah ruang meeting berisi sekitar 30 orang jepang dan indonesia dengan presiden administrator yang telah bangun dan berbicara entah semenjak kapan. Saya di beri instruksi untuk menterjemahkan apa yang dia ucapkan. Wajah saya otomatis pucat alasannya yaitu tidak tahu harus berbicara apa (waktu pembiasaan yang kurang dari seminggu, saya belum tahu apa-apa ihwal perusahaan dan belum lagi membiasakan diri mencerna logat bicara orang jepang yang bebeda-beda dan penggunaan kata yang tidak selalu baku) ya Allah kalau saya bisa keluar atau gali lubang mungkin sudah saya lakukan. Si presdir berhenti bicara yang artinya saya harus menerjemahkan penuturan beliau, saya harus berfikir sehat dan sadar,, alhasil saya terjemhkan pembicaraan dia sesuai yang saya tangkap pada dasarnya meminta maaf alasannya yaitu keterlambatan kedatangan material produksi.
Tidak berhenti di situ, tiba-tiba layar laporan PPT di tampilkan dengan full kanji (karakter jepang), Ya Tuhan cobaan apalagi ini. Otak saya benar-benar blank (karena harusnya bahan terjemahan di terjemhkan dulu di awal dengan dukungan kamus untuk huruf yang tidak terbaca) namun jangan kan begitu, saya malah tidak diperlihatkan materinya paling tidak sebelum meeting. Si orang jepang memperlihatkan instruksi lagi semoga saya menerjemahkan, saya tetap berusaha menjelaskan apa yang saya pahami dari bahan tsb juga penuturan pak presdir. Sungguh pengalaman yang menciptakan saya shock.
Diperusahaan ketiga, sesudah interview di sebuah kafe tempat minum kopi, si jepang mendapatkan saya bekerja dan sorenya saya eksklusif di undang makan malam bersama di sebuah restaurant korea. Sungguh ajaib sekali, saya bahkan belum mulai bekerja namun sudah mendapatkan permintaan makan malam. Saya mengendarai motor matic saya ke restaurant tersebut dan di sambut di pintu masuk restaurant. Ketika masuk ada 2 orang jepang yang menginterview saya tadi siang seorang kakek dan lelaki cerdik balig cukup akal juga satu orang china yang lebih muda dan sangat fasih berbicara bahasa jepang, kami makan dengan di awali celotehan si lelaki cerdik balig cukup akal yang meyebutkan saya keren alasannya yaitu mengendarai motor matic. Si kakek bercerita dia mendapatkan saya bekerja alasannya yaitu saya terlihat memperhatikan ketika dia menjelaskan sesuatu pada saay interview, dia juga bilang bahwa saya sobat ngobrol yang enak.(dalam hati, yakali lagi interview terus saya cuekin kan)
Si jepang cerdik balig cukup akal dengan jujur menyampaikan dia mendapatkan saya alasannya yaitu saya kawai.(sejenis lucu atau imut kali ya) mungkin mata dia bermasalah. Obrolan kami berlanjut dengan terus melanjutkan makan, mereka makan dengan minum soju dan tampaknya telah mabuk, si cowo china baik sekali alasannya yaitu menenangkan saya semoga tidak usah takut (dia membaca ekspresi saya yang agak tidak nyaman).
Si jepang cerdik balig cukup akal menanyakan apa yang saya cari dalam hidup? Uang yang banyak bukan?
Saya jawab tidak juga, saya hanya mencari uang sesuai dengan kebutuhan saya (karena saya kuliah sambil bekerja), dia tertawa (whatt ada yang lucu dengan balasan saya?) saya menerangkan muka (Whattt?) dia bilang “kamu bohongkan, apalagi yang insan cari selain uang dalam hidupnya?” saya jawab “mungkin tidak semua orang menyerupai itu alasannya yaitu saya fikir uang tidak bisa di bawa mati jadi saya mencari uang sesuai dengan kebutuhan saya di dunia.” Dia semakin tertawa dan bilang bahwa balasan saya menyerupai buku teks pelajaran. Ya Ampunn .. oarang macam apa ini.. dialog selanjutnya apapun yang keluar dari lisan saya dia bilang dari buku teks lagi kan. Mungkin dia mabuk 😀
Mungkin saya bukan orang cerdik balig cukup akal di mata mereka
Saya sekarang bekerja di perusahaan pembuat knalpot sepeda motor yang familiar di indera pendengaran masyarakat indonesia, orang jepangnya ada 7 orang dengan pekerjaan yang sama saya berinteraksi dengan mereka. Sifat dan perilaku orang jepangnya berbeda-beda, ada yang bicaranya pelan, keras, tidak jelas, kalem, gondrong, dll bahwasanya alasan berpengaruh saya tetap bekerja sebagai penerjemah yaitu alasannya yaitu saya mempunyai ketertarikan tersendiri dengan huruf dan cara berfikir mereka yang telah saya teliti semenjak awal bekerja bersama, mereka unik dalam beberapa hal menarik untuk di ketahui dan kadang tak terbaca. (karena orang jepang sebagian banyak yaitu tipe tersirat yang tidak memberikan sesuatu secara terbuka apa adanya, melainkan memikirkan perasaan si peserta informasi).
Usia saya ketika ini 25 tahun lebih, namun setiap orang jepang yang pertama ketemu saya selalu bilang saya menyerupai anak Sekolah Menengan Atas malah kadang SMP. (saya pernah di tegur tamu seorang presdir ketika selesai menerjemahkan meeting, dia menegur presdir saya di depan saya eksklusif “dia bekerja sebagai penerjemah?” “iya” jawab presdir saya. “saya fikir anak SMA” jawabnya).
Pada suatu hari si A berkata (S= saya)
A : yang paling baik dan kau suka di sini siapa? Di antara semua orang jepang? S : biasa aja semuanya. A : kalau si B gimana? (si B itu jepang paling ribet alasannya yaitu suka minta ini itu) S : biasa aja. Sambil tetap berusaha terlihat biasa saja A : (berbicara dengan jepang yang lainnya) mungkin nomer dua yang dia benci itu saya alasannya yaitu saya selalu dingin sama dia (nunjuk saya). S : dihh engga ah biasa aja (PD amat sih loo dalam hati)
Saya pergi dan mereka tertawa melihat ekspresi saya (entah apa yang salah)
Aku dan adikku menciptakan tantangan yaitu mencar ilmu bahasa gila dari nol selain bahasa Inggris. Kemudian kami tetapkan untuk mencar ilmu bahasa Jepang dan siapa yang paling cepat menghapal hiragana dan katakana. Alhamdulillah saya menang dan bisa menghapal katakana dan hiragana dalam waktu kurang dari seminggu.
Setelah kalah games, adikku tetapkan berhenti mencar ilmu bahasa Jepang. Sebenarnya saya juga ingin berhenti. Namun, saya malah melanjutkan mencar ilmu bahasa Jepang alasannya ialah selalu mendapat e-mail dari suatu biro travel Jepang yang berhubungan dengan kantor orang tuaku. Saat itu saya masih duduk di D3 Keperawatan tingkat 3. Saking kesalnya saya pada bos Jepang itu, saya bilang ke dia,”We don’t understand Japanese at all. If you don’t mind, would you like to give us translation in English or Indonesian?“. Alih-alih menyetujui permintaanku, beliau malah tertawa keras dan berbicara dalam bahasa Jepang ke stafnya. Kemudian saya mulai menantang diriku untuk mencar ilmu bahasa Jepang dan ingin tahu seberapa sulit sih bahasanya hingga ia terlihat menyepelekanku dikala itu.
Awal Januari 2016
Adikku merekomendasikan sebuah aplikasi mencar ilmu bahasa gila yang mana sanggup menghubungkan kita dengan penutur aslinya yang sedang mencar ilmu bahasa Indonesia. Kemudian saya mencar ilmu belajar sendiri hanya melalui chatting di aplikasi itu. Kalian tahu? Semua kalimat yang saya ketik dalam bahasa Jepang dicoret pakai garis merah. Banyak sekali teman-teman online yang memintaku mencar ilmu itu dari buku atau cari cara menciptakan kalimat terlebih dahulu di internet. Namun saya masih tetap bersikukuh tidak menggunakan text book sama sekali.
Dua bulan sudah, saya mempelajari bahasa Jepang. Namun hasilnya nihil hingga tibalah dititik keputusasaan. Qadarullah, saya berkenalan dengan seorang sahabat online yang tertarik dengan Islam dan akan berkunjung ke Jakarta pada bulan April 2016. Orang itu berjulukan Kouta Nakatsuji. Saat itu ia tidak mencar ilmu bahasa Indonesia melainkan bahasa Inggris. Aku masih tidak yakin untuk bertemu seseorang yang saya kenal dari dunia maya. Selama seminggu sebelum pertemuan, saya berdoa biar diberi petunjuk oleh Tuhan. Aku berdoa pada Allah, saya hanya ingin mencar ilmu bahasa Jepang dengannya. Jika orang itu tidak baik, semoga saya kuliah hingga malam menyerupai biasanya. Namun kalau orang itu baik, maka mudahkanlah kami untuk bertemu. Kemudian saya mengatur tempat ketemuan kita yaitu di pintu masuk masjid Istiqlal yang bersebrangan dengan gereja Katedral.
Sabtu, 2 April 2016
Entah mengapa hatiku terasa senang sekali pada hari itu. Ini menyerupai sebuah takdir yang semuanya diberikan fasilitas oleh-Nya menyerupai pulang kuliah yang lebih awal daripada biasanya alasannya ialah dosen-dosen yang mengajar berhalangan hadir.
Waktu masih memperlihatkan pukul 11.00 siang. “Ya Allah, apa ini tanda kalo Engkau mengizinkan saya untuk bertemu dengannya? Ya Allah lindungilah aku, semoga kami bisa saling mencar ilmu dikala bertemu nanti.”ucapku dalan hati sembari meyakini diri tidak aka nada hal jelek terjadi.
Kemudian saya mengganti pakaianku di masjid bersahabat kampus. Setelah itu pergi ke masjid Istiqlal menggunakan bus Transjakarta.
Sesampainya di Istiqlal, tiba-tiba semua kekhawatiranku hilang. Aku menunggu sekitar satu jam di meeting point. Aku tiba terlalu cepat.
“Duh ini orang mana sih? Salah saya sendiri sih mengajak bertemu jam 2. Sekarang masih jam 1. ” ucapku dalam hati dengan kesal.
“Ih udah jam 13.55 tapi beliau belum tiba juga. Ya udah deh, saya tunggu hingga jam 14.00 aja. Kalo jam 14.00 tidak tiba juga. Pulang saja lah. Oh ya saya juga kan tidak tahu muka Kouta menyerupai apa. Lah terus bagaimana ketemu beliau hari ini. Aku juga tidak minta nomor teleponnya sama sekali. Eh tapi kan saya sudah bilang akan mengenakan baju apa untuk pertemuan hari ini. Hmm…… Ya sudah deh, nanti kalau ada orang mata sipit berkulit putih niscaya dia. Lagian orang Jepang niscaya menyerupai ama orang Cina.”
Tepat pada pukul 14.00 tiba-tiba saya melihat seorang laki-laki rupawan berkulit putih mata sipit menggunakan topi menginjakkan kakinya ke depan gerbang Masjid.
“Wah tampaknya ini deh orangnya. Pria ini tampan sekali. Duh kalau hingga beliau orangnya, ini akan jadi pertemuan tidak terlupakan nih.” ucapku dalam hati sambil tersenyum sendiri.
“Apa? Kok laki-laki itu malah jalan sembari menunjuk kearahku sih. Duh, ini orang bicara pakai bahasa apa sih.”ujarku dalam hati.
“Maaf , apakah kau sedang mencari seseorang? Kenapa menunjuk-nunjuk ke arahku?” tanyaku padanya menggunakan bahasa Inggris.
“ Konnichiwa. Aku kouta dari Jepang. Kamu Yuni kan? Teman online ku dari aplikasi Hellotalk?”tanyanya
“Ah, Kouta! Maaf saya tidak mengenalimu.” Jawabku sambil tersenyum.
Ah entah mengapa hari itu menjadi begitu cepat. Aku sangat senang sekali sanggup bertemu dengannya. Meskipun kami masih ingin bertemu lebih usang lagi.
Oh ya ini foto kami sebelum pulang.
Ketika bertemu dengannya, Kouta menceritakan banyak hal yang menciptakan beliau terkejut ketika tiba di Jakarta. Misalnya pengendara yang tidak ramah terhadap pejalan kaki sehingga ia hampir tertabrak kendaraan beroda empat ketika menyebrang. Makanan yang berdasarkan pengecap orang Indonesia tidak begitu pedas, tapi cukup membuatnya sakit perut. Pelafalan bahasa Inggris Kouta yang masih ala orang Jepang salah satu hambatan kami dalam berkomunikasi dikala itu. Oleh alasannya ialah itu, setiap saya berbicara ia selalu menggunakan kamus elektronik untuk berkomunikasi. Inilah awal alasan keduaku tuk mempelajari bahasa Jepang.
B. Sensei, Aku Menyerah!
Kamis, 23 Juni 2016
Sudah 7 bulan mencar ilmu sebuah bahasa baru. Aku tidak mencar ilmu disekolah atau tempat kursus bahasa gila alasannya ialah beberapa alasan. Mungkin buat sebagian orang sangatlah gampang mempelajari bahasa ini. Hal ini berbeda denganku. Aku mempelajari bahasa ini untuk suatu tujuan bukan alasannya ialah menyukainya.
Kesan pertama melihat karakter kanji tuh menyerupai karakter yang sedang menari-nari diatas kertas. Aku mencar ilmu dengan ditemani seorang sensei sambil mengkhayal kanji yang saya lihat itu sedang berjalan diatas kertas menciptakan sebuah cerita.
Beberapa hari sebelumnya, saya merasa lelah. Hingga suatu ketika postinganku di sebuah aplikasi perihal impian berhenti mencar ilmu bahasa Jepang terbaca oleh Kentarou. Yah beliau ialah sahabat online keduaku. Setiap malam kami selalu chat dan berbicara melalui voice call. Namun, Kentarou selalu menyemangatiku tuk tetap mencar ilmu bahasa Jepang dan ingin bertemu denganku bulan depan tuk saling bertukar bahasa dan budaya selama ia di Indonesia.
C. Awal Kenangan Manisku Bersamanya
Jumat, 29 Juli 2016
Hari itu ialah awal dari pertemuanku dengan Ken. Ya, menyerupai sebelumnya, kami gres saling mengetahui wajah lawan bicara sesudah bertemu di Jakarta. Ken mengajukan sebuah syarat padaku. Sebelum ia mengajariku, ia mau saya memandunya tuk berkeliling kota Jakarta sehari sebelum temannya pergi ke Yogyakarta.
Saat itu, Ken dan kawannya takut salah naik bus. Oleh alasannya ialah itu, mereka berjalan kaki dari sebuah hotel yang ada di tempat Blok M hingga Semanggi. Kemudian kami bertemu di depan kantor polisi. Disana, ia memesan kopi hitam tanpa gula. Setelah kopi itu sampai, ia menyampaikan “amai”
“Bu, tamba gula.”kata Ken
Kemudian ia menyeruput kopinya lagi dan menyampaikan “amai”
“Bu, tolong kopinya tamba gula.”
Sekali lagi, si penjual menambahkan gula kedalam kopi Ken.
“Why is Indonesia’s coffee very sweet?” tanya Ken padaku
“Because you said “tambah” not “tanpa”. Then she added more sugar.” Jawabku
Aku dan Konosuke San hanya tertawa melihat lisan terkejut Ken dikala itu.
“Bu, bom.” ujar Ken.
Sontak saya dan beberapa polisi yang di kantin sedikit terkejut. Ternyata yang dimaksud beliau itu bukan bom, melainkan bon.
Selain itu ada hal yang menarik lainnya menyerupai dikala makan siang kami menentukan gado-gado di Monas. Sayangnya, penjual gado-gado menciptakan gado-gado super pedas untukku terlebih dahulu kemudian gado-gado Ken (tidak pedas). Namun Ken salah makan, ia makan punyaku sehingga ia sakit perut.
Setelah berjalan-jalan disekitar Monas dan Museum Gajah. Kami berjalan kaki hingga Kota Tua. Selama di perjalanan Aku dan Konosuke San menikmati perjalanan alasannya ialah kami terbiasa berjalan kaki. Sedangkan Ken selalu saja mengeluh.
“Kenapa Jakarta selalu summer. Panas.” keluh Ken sembari mengusap keringatnya yang sebesar biji jagung.
“Sedikit lagi sampai, bersabarlah.” Jawabku.
Kemudian kami menyebrang jalan. Tapi kedua orang sensei ku tertinggal di belakang sehingga saya kembali lagi tuk membantu mereka menyebrang jalan. Setelah menyebrang, Konosuke San dan Kentarou bertepuk tangan dan menyampaikan “wah kau jago ya bisa menyebrang jalan.”
“Biasa saja. Memangnya di Jepang kalian tidak bisa menyebrang menyerupai tadi ya? Kalau di Indonesia itu, biasanya laki-laki melindungi perempuan ketika menyebrang loh.” candaku pada mereka.
“Eh? Tapi itu berbahaya ya tadi. Banyak kendaraan melaju cepat meskipun lampu merah.”kata Ken
“Ok, saya akan menjagamu alasannya ialah saya laki-laki.” Jawab Konosuke San
Tak usang kemudian, alhasil kami hingga di Kota Tua. Setelah berfoto disana. Aku pamit pulang lebih dulu. Sebelum saya pulang, Ken menawarkan omiyage yang hingga dikala ini masih kusimpan.
Hari itu saya mendapat pengalaman dan cara mencar ilmu yang baik (yang sesuai dengan kemampuanku). Yah memang setiap orang mempunyai cara yang berbeda. Namun, saya bukanlah tipe orang yang gampang mengingat sesuatu dengan gampang terutama mempelajari bahasa gila menyerupai Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang tentunya.
Dua orang sensei hari ini , Kentarou dengan temannya Konosuke mempunyai cara mencar ilmu yang berbeda. Namun, Konosuke San lebih cepat menangkap pelajaran yang saya berikan hari ini, contohnya ketika saya mengajarkan cara melafalkan suatu kata. Konosuke San melihat gerakan bibirku sedangkan Ken tidak. Hal ini mengingatkanku dikala mengajarkan adik (usianya 2 tahun) dirumah untuk berbicara. (Pelajaran pertama : mencar ilmu bahasa gila menyerupai halnya anak kecil yang mencar ilmu berbicara)
Selain itu, Konosuke San selalu mencatat kata-kata gres dan mempraktikkan kembali tanpa rasa aib atau takut kalau ia melaksanakan kesalahan. Misalnya cara makan ala orang Indonesia, menyebrang jalan, dan masih banyak lagi. Kelihatan konyol sih hingga orang lain yah mungkin ada yang menganggap betapa bodohnya dikala itu. Namun, beliau bisa juga mempraktikkannya dengan benar. (Pelajaran kedua : mencatat hal-hal yang gres dan membacanya kembali selain itu harus berani)
Beberapa orang mungkin menganggap mencar ilmu ialah hal yang paling membosankan bahkan memalukan dalam menjalani prosesnya. Awalnya sih saya juga berpikir menyerupai itu tapi kalau kini tidak. Belajar itu hal yang menyenangkan meskipun harus menanggung aib kalau orang lain menertawakan kesalahan kita. Eiiitss… Malah yang harus aib itu orang yang gengsi atau enggan belajar. Belajar kan tidak harus disekolah atau universitas saja,kan? 😛
D. Janji Kami
Seminggu kemudian, saya dan Kentarou bertemu kembali. Namun, kali ini kita mencar ilmu di rumahku. Kami saling mencar ilmu dan mengajar menggunakan papan tulis. Di pertemuan ini, Ken mengalami culture shock. Ketika makan siang, ia terkejut melihatku makan menggunakan tangan dan seluruh makanan yang disajikan pedas dan berminyak. Baru saja ia makan satu gorengan, seketika itu ia batuk-batuk. Ia juga terkejut ketika melihat kamar mandi dirumah. Ken menyampaikan kamar mandi di Jepang kering tidak menyerupai di rumahku.
Di pertemuan kedua ini kami saling memperkenalkan keluarga kami masing-masing. Sebelum pulang, kami menciptakan janji. Yah komitmen yang selalu saya ingat dan menjadi salah satu penyemangatku tuk terus belajar. Kami saling berjanji suatu hari nanti berbicara hanya dalam dua bahasa yaitu bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Saat itu kami masih berbicara dalam 3 bahasa. Bahasa Inggris 80%, bahasa Jepang 10%, dan bahasa Indonesia 10%.
Bersambung……
Maaf belum hingga selesai, ini gres chapter 1 nya. Padahal sudah menciptakan kerangkanya hingga 2 chapter. Tapi kalau sahabat ?teman ada yang mau baca kelanjutannya, saya mau posting di grup kalau boleh sama admin 😀
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah baca hingga sini.
Saat itu saya kelas 2 SMA, sepintas tak ada yang berbeda. Tepatnya hari jum’at, para murid dan guru menggunakan pakaian imtaq ( akronim dari dogma dan taqwa ) ya alasannya yaitu memang di tempat tempat ku tinggal mempunyai motto “ maju, religius, dan berbudaya “. Singkatnya program imtaq pun usai, seluruh murid termasuk saya uring-uringan ingin segera bubar, dan yang tak terduga pun ada di depan mata, ya kalian bisa tebak siapa itu? waaahhh ada turis, tapi ada yang berbeda dengan tamu di sekolah ku ini, mata sipit, rambut pirang, putih, bahasa yang digunakan pun bukan Inggris, asing sekali mendengarnya syukurnya ada kata kunci yang kukenal dia mengucap “ arigatou gozaimasu” sehabis usang berpikir saya pun sadar yaaap dia turis dari Jepang! Yosh, semangat kami pun kembali memuncak alasannya yaitu selain ada tamu istimewa dia pun sangat cantik. Sayang pas salah satu dari sahabat kami memanggil, si turis cueeekk banget sumpah.
B. Menegangkan
Dia memperkenalkan diri namun entah siapa namanya, cepat sekali kudengar jadi saya tidak menangkap namanya diantara kalimat yang panjang itu. Guru bahasa Jepangku sebagai penerjemah, dia sempat memberikan nama turis itu namun saya lupa saking asing nya haha. Spontan turis ini berkata “ kenapa disini barisannya tidak rapi, bunyi ada dimana-mana (ribut), siapa yang akan mendengarkan siapa, maaf tolong hormati siapapun yang sedang berbicara di depan!” Kami terhenyak mendengar apa yang dikatakan sehabis diterjemahkan. Ya ku akui barisannya tak rapi, kami asik berbicara sesekali memperhatikan. Dia berkata dengan tegas dan pandangan yang cukup nanar menurutku kami se aula pun diam, dia kembali berkata “ bagaimana bisa negara ini maju bila budaya menghargai sesamanya saja tak ada, di negaraku kami membisu ketika ada yang berbicara, kami akan memposisikan diri kami di tempat yang pas dan rapi supaya yummy dipandang tidak ibarat ini. “ Bagiku kalimat ini kembali menusuk bertubi-tubi. Dan menjadi awal ketertarikan ku dengan Jepang. “seperti apa sih Jepang?“
C. Berbekal Media Sosial
Aku tidak mengambil pusing apa yang disampaikan turis itu, fokus mencar ilmu dan lulus dengan nilai yang memuaskanlah yang utama. Setelah lulus, ingatan ihwal pertemuan itu kembali, rasa ingin tau pun bermunculan, apa iya Jepang ibarat itu? Jepang oh Jepang saya harus mulai dari mana? Dari internet ku cari semua hal yang kuinginkan dan fakta itupun terkuak. Bahwa Jepang merupakan Negara maju yang mempunyai kecanggihan industry dan teknologi, tertib, disiplin, menghargai sesama, etos kerja tinggi, dan yang membuat saya terkejut yaitu Jepang tercatat sebagai Negara dengan upah minimum tertinggi se Asia. Wow!! Jangan heran juga kalau Jepang masyarakatnya masbodoh alasannya yaitu kebanyakan dari mereka yaitu tipe orang yang tertutup (pantas saja turis waktu itu juga masbodoh jadi ini alasannya) Membuat ku semakin ingin tau saja. Tak luput juga saya membaca segala hal mengenai Negara Sakura tersebut salah satunya makan menggunakan sumpit (sampai tak pelajari dan ternyata susah juga, saking keselnya itu sumpit tak ganti pakai sendok lagi) hingga memakan makanan yang tak sesuai di lidahku misalnya udon, takoyaki, ramen, dorayaki dsb (aku hingga buat planning, hingga Jepang nanti mau masak sendiri aja ahh padahal ntah kapan mungkin mau ke Jepang ahaha). Kebetulan sehabis lulus saya memutuskan untuk gap year, tujuannya ya hanya ingin matang saja mau melanjutkan hidup ke arah mana.
D. Menuju Mimpi
Kupikir khayalan ihwal Jepang hanya terlintas saja, dan Tuhan Maha Baik cuilan bagaikan puzzle yang saya temui kian terisi. Ya saya bertemu dengan ex kenshuu dan kini mendirikan forum pemagangan ke Jepang jalur IM satu-satunya di daerahku. Aku bertanya segala hal ihwal Jepang dan dia hanya menceritakan sekilas, jujur saya kecewa alasannya yaitu rasa ingin tahu ku tak terbalaskan,aku ingin tahu Jepang secara signifikan namun info yang dia berikan banyak saya dapatkan di internet. Aku tak tau alasannya, apa iya alasannya yaitu memang kebijakan, privasi, atau memang lagi malas ngomong dll.
Diam dan berpikir itulah yang sanggup saya lakukan, mengingat perekonomian keluarga standar dan honor di Jepang tinggi, saya kembali bertanya kali ini ihwal magang. Ket : B = bapak, S = saya
B : “Kamu mau magang? Tau abjad Jepang? Semua huruf itu aneka macam loh, kalau sanggup ya silahkan, umur mu juga gres 18 tahun belum bisa magang ke Jepang. Magang itu ga praktis beberapa orang saja yang bisa lulus.” S : “Iya, ada 3 hiragana, katakana, kanji. Ada romaji tapi itu abjad latin. Memang banyak, malah kanji ribuan. Setidaknya perjuangan dulu duduk kasus hasil urusan akhir.” B : “Test jlpt itu suliiit sekaaaliii. Bahkan murid saya dipaksa matang.” S : “Makanya kan mencar ilmu semoga gak sulit, jlpt juga bisa loncat level kalau mau menghemat waktu asal mampu.” B : “Kata siapa? harus berurutan dari N5,N4 dst. Tidak bisa loncat.” S : “Internet. Ya sudah kalau memang tidak bisa magang saya kursus saja.” B : “Maaf belum ada kelas untuk wanita, nanti akan saya bentuk.”
Pulang kerumah dengan tangan hampa, tak ada yang spesial. Malah saya merasa diragukan dan diremehkan.Aku merasa dia tak memberi ruang untuk mimpiku. Cerita ini sudah 10 bulan yang kemudian namun hingga detik ini kelas untuk perempuan belum terlaksana juga di forum itu. Mindset ku berubah bahwa belajar sendiri juga bisa kok. Aku mulai dengan mencar ilmu hiragana dan katakana terlebih dahulu, sempat kewalahan alasannya yaitu selain banyak, ada tata cara menulisnya juga. Tanpa frustasi saya telan semua, mencar ilmu menulis dan mengingat, hingga saya tempel di lemari tak tulis dengan warna yang menarik semoga pas tidur tetap liat dan ingat, tak lupa latihan dengan aplikasi android juga, pokoknya baik banget deh si mbah google berkat si mbah saya tau banyak hal. Yeaaayy hasilnya bisa ya walau masih terbata-bata pas baca kalimat (serasa anak SD yang gres mencar ilmu baca haha). Tak duduk kasus yang penting ber progress.
Kemudian yang paling saya takutkan yaitu kanji, banyak banget ya Tuhaaan cobaan apalagi ini!! Okee tak apa saya pun mempelajarinya, dengan metode yang sama ibarat menghapal abjad sebelumnya, sempat menggunakan metode menghapal semua bentuk, goresan, cara baca, beserta arti namun usang sekali kurasa, 2 jam hanya hapal 35 kanji saja, hasilnya ganti metode yakni menghapal bentuk dan goresannya dulu sekaligus arti dalam bahasa Indonesia 2 jam bisa menghapal 55 kanji. Bagiku cara ini lebih efektif walau perlu mengulang lagi untuk menghapal cara baca dalam bahasa Jepang, namun saya tak repot alasannya yaitu cara bacanya singkat-singkat hahaha.
Sambil menghapal abjad Jepang, saya mencari tahu lpk mana yang bisa kujadikan tempat kursus alasannya yaitu saya butuh pembimbing. Ternyata lpk di tempat ku terbatas sekali saya hanya menemukan 2 lpk saja itupun satu IM (tempatku daftar pertama namun tak ada kelas untuk wanita), dan satunya lagi swasta. Swasta terang mahal, itupun harus yang ada izin SO, legal apa tidak, terang apa tidak kontrak kerjanya, dan masih banyak lagi yang harus dipertimbangkan bila ingin magang. Aku pun pergi kesana hanya untuk kursus tak berniat magang, dan benar saja bagiku orang nya tidak transparan. Aku ingin kursus bahasa Jepang saja namun orang itu berkata ikut mencar ilmu bahasa Jepang saja eksklusif di negaranya.
Ya tak jawab ohh ryuugaku, itu mahal pak tapi ya gitu bisa eksklusif mencar ilmu sama native speaker dan budayanya tapi kasian orang bau tanah ga ada biaya. Saya maunya kursus bahasa Jepang saja semoga ada sertifikat jlpt. Lagi-lagi di jawab bahwa jlpt sudah dihapus. Apa maksudnya coba jelas-jelas ketika itu awal bulan desember 2018, temanku juga lagi test tapi kok asing ya, dia bilang jlpt dihapus. Aku pun hasilnya pulang dan tidak jadi mendaftar.
Tuhan masih baik padaku, tak kursus bukan berarti tak bisa kan. Aku tergabung dalam grup bahasa Jepang di WA dan Facebook. Bersyukur banget ketemu sama grup itu terutama wkwkjapan.com native speaker eksklusif dari Jepang dan itu gratisss tiiss tiss terlebih dia sudah pandai bahasa Indonesia jadi lebih praktis mencar ilmu nya. Aku pun mengikuti, kadang ikut pula bertukar pendapat dengan member yang lain semakin menambah wawasan ku ihwal Jepang baik budaya ataupun materi,dari yang tidak tau menjadi tau, kisah member yang lain pun menjadi motivasi bagiku. Sempat kaget alasannya yaitu sensei ku ini tegas sekali, peraturan yang dia buat mengikat namun saya suka, secara tak eksklusif dia mengajarkan bahwa budaya Jepang memang ibarat ini adanya.
Sempat berpikir kerja sekaligus kuliah kelak disana, bila tujuannya kerja maka tidak bisa kuliah alasannya yaitu menggunakan visa kerja. Selesai kontrak mau lanjut kuliah ya tetap tidak bisa, harus pulang ke negara asal libur setahun dua tahun tergantung kebijakan gres bisa balik ke Jepang menggunakan visa pelajar. Itupun kalau lulus petugas migrasi Jepang yang super ketat, pernah ada masalah yang dokumennya sudah lengkap namun tetap tidak bisa masuk. Minimal uang di rekening pun Rp.200 jt untuk kuliah di jepang. Terkecuali memang sudah niat kuliah di Jepang gres bisa sekalian baito alasannya yaitu memang menggunakan visa pelajar.
Mungkin kini tingkatan bhs Jepang ku masih di tahap pemula namun saya optimis bisa hingga N2, magang jalur IM ke Jepang, dan mengangkat derajat keluarga menjadi lebih baik. Semoga Tuhan selalu mempermudah segala urusan kita tak perduli berapa banyak kendala yang akan dilalui, Tuhan Maha Baik dia akan menunjukkan apa yang hambaNya butuhkan, bermimpi lah setinggi langit, bila tak sesuai dengan mimpimu percaya lah Dia telah menuliskan dan menggariskan skenario terindah untukmu. Iya Dia Tuhan, yang telah membuat dunia dan yang paling tau apa yang terbaik buat kamu. Niat, tekad,doa dan perjuangan tak akan membohongi hasil. Tak ada yang tak mungkin bila memang betul-betul niat. Akan ada pelangi sehabis badai. Berjanjilah satu hal bahwa kita akan bertemu di puncak yang sama sehabis apa yang di perjuangkan, yaitu “ KESUKSESAN “ Yasudah tak duduk kasus hanya kerja di Jepang duduk kasus kuliah kan bisa di Indonesia.
Ini yaitu sepenggal kisahku menuju mimpi, maaf belum bisa memberi informasi, metode maupun motivasi berharga kepada para pembaca. Karena tahapan saya masih pemula, konteksnya disini yaitu sama-sama membuatkan pengalaman dan pelajaran. Semoga para pembaca bisa mengambil pesan yang tersirat dari dongeng ini bahwa kekuatan doa dan perjuangan itu memang benar adanya. Selain itu dituntut juga perjuangan yang optimal, pantang mengalah sekaligus memaksimalkan keberanian. Kenapa keberanian juga dibutuhkan? Karena saya sadar lebih banyak didominasi orang Indonesia (tidak bermaksud menyinggung, namun berdasarkan budi dan fakta yang terjadi di masyarakat,termasuk diri saya sendiri) yaitu orang yang penakut tumpuan mau bertanya takut, mau ke luar negeri takut ( pada dasarnya ya belum berperang sudah mengalah ). Buang sifat penakut ini! Jangan takut, kita gak akan tau rasanya bila belum mencoba, tapi yang dicoba hal-hal baik yah. Ibarat makan sesuatu bila belum hingga ke pengecap kita ga akan tau rasanya kan (aku lagi mencoba, hmm semangat)!! Ingin ke Jepang? maka belajarlah menjadi masyarakat Jepang. Bukankah ketika ingin menjadi sesuatu kita dituntut untuk mengetahui, menguasai dan menjadi apa yang ada di dalam nya? Maka lakukanlah! Sekian.
NB : Gambar sebagai pemanis, untuk gambar abjad Jepang merupakan gambar original penulis.
Selama periode penerimaan naskah, kami mendapatkan 33 naskah. Agar sanggup memberi evaluasi seobjektif mungkin, kami membaca tulisan-tulisan tersebut satu per satu sambil mengangguk-angguk, senyum-senyum atau bahkan mengerutkan kening, kemudian menyaring finalis, mendiskusikannya hingga menjelang pagi, berpikir keras, memberi penilaian, mengamati hasil voting dan balasannya mengetik pengumuman ini 😀 😀
Selamat keluar sebagai juara no 1! Penjelasannya sangat terang dan gampang dipahami. Yaa, sebaiknya menghafal aksara kana dulu kalo emang mau serius belajar, tabungan kosakata akan menyokong kekurangan pemahaman tata bahasa, tata bahasa harus dipelajari secara konsisten dengan memakai pola kalimat, dan penerapan pelajaran secara pribadi di lapangan akan efektif juga. 🙂 Karyamu akan mempunyai kegunaan bagi pemula yang gres mulai mencar ilmu bahasa Jepang. Terima kasih alasannya yaitu sudah mengembangkan pengetahuannya kepada pelajar bahasa Jepang lain di Indonesia. 🙂
Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati
Fizar Rama Waluyo san, selamat yaaa… Tulisan Fizar san tergolong goresan pena serius, tetapi cara penyampaiannya tidak membosankan. Pemakaian bahasanya gampang dipahami. Isinya wacana tips-tips belajar, tapi sama sekali tidak terkesan menggurui. Saya rasa isinya sangat mempunyai kegunaan terutama untuk pembelajar bahasa Jepang pemula. Tulisan Fizar san akan lebih menarik lagi (terutama bagi saya), bila dalam penulisan lebih memperhatikan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar. これからも頑張ってください。
Secara pribadi sih, saya menentukan karyamu sebagai juara no1 kali ini alasannya yaitu sangat banyak makna yang tersembunyi di belakang perjuanganmu yang ditulis dalam artikelmu kali ini. Kisahmu ini akan menjadi contoh, motivasi, atau sanggup menunjukkan semangat buat member di sini atau pelajar-pelajar bahasa Jepang yang lain di seluruh tempat Indonesia. Petualanganmu akan berlanjut terus. Kita nunggu aja ya success story yang selanjutnya. Semoga sukses.
Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati
Nurfinna san, selamat telah menjadi juara 2 pada lomba kali ini. Saya tertarik pada dongeng Anda terutama wacana kedua orang ‘penjaga’ LPK itu. Ternyata ada ya, orang-orang yang menyerupai itu. Berani buka usaha, tapi tidak mau mengupdate ilmu, sehingga tidak tahu perkembangan (misalnya tidak tahu soal loncat level, soal JLPT yg masih ada, dll.). Selamat melanjutkan mencar ilmu bahasa Jepang, semoga sanggup tercapai yang diinginkan. O ya, jangan lupa, sambil mencar ilmu bahasa Jepang, kalau ada waktu pelajari juga penulisan dalam bahasa Indonesia, ya… Penggunaan “tak” sebagai pengganti kata “tidak” dan sebagai subjek menggantikan “aku” (tak pelajari, tak ganti, dll) mungkin bagi sebagian pembaca membingungkan. Sukses selalu untuk Anda.
Ceritanya sangat saaangaaaaat unik dan menarik (benar perut saya terus dikocok wkwk) alasannya yaitu karyamu bukan semacam “stereotipe” tapi menurut pengalaman pribadi yang unik dan rinci sehingga saya juga ikut merasa seolah saya lagi ada di tempat kejadian ^^; Selain itu, saya suka gaya nulismu yang tidak pake basa-basi tetapi menyatakan perasaan pribadi secara langsung. Ah, satu saja, lain kali coba fokus sintaksisnya (penyusunan artikel) biar lebih terang tema, poin, dan kesimpulannya.
Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati
Nia Purnama san, selamat. Terima kasih sudah mengembangkan pengalaman wacana kehidupan di Jepang. Ceritanya sangat menarik dan detail. Cara penuturannya sangat nyata, sehingga pembaca sanggup membayangkan kejadian yang diceritakan. Meskipun penulisan kata depan dan awalan masih agak kacau, tapi daya tarik ceritanya cukup sanggup menciptakan saya lupa adanya kesalahan-kesalah tata bahasa tersebut. Semoga keberhasilan selalu menyertai Anda.
Selamat untuk para pemenang 🎉👏👏👏
Data Skor dari Admin dan Voting dari Member
Penutup dari Kinanthi Ayu Larasati
Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karyanya pada lomba menulis artikel kali ini. Terus terang, karya-karya yang ada cukup menciptakan saya pusing untuk memberi penilaian. Banyak karya yang menarik. Dari membaca artikel yang kalian kirimkan, saya jadi menerima wawasan baru. Cara mencar ilmu yang tidak terpikirkan oleh saya, atau pengalaman-pengalaman yang sanggup memperkaya wawasan saya. Secara umum, ada 1 hal yang menciptakan saya merasa prihatin dan gemas, yaitu banyaknya kesalahan penggunaan kaidah bahasa Indonesia. Memang sih, artikel itu bukan skripsi yang harus ditulis dengan bahasa baku 100%, tapi paling tidak, tulislah dengan kaidah yang benar. Misalnya dengan menempelkan -ku, -mu, -nya pada kata yang di depannya, atau menempelkan imbuhan ke kata yang mengikuti dan diikutinya. Selain itu, gunakan tanda baca yang sesuai, semoga mempermudah pembaca memahami apa yang ingin disampaikan. Kalau ingin melihat penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik, simaklah cara penulisan Tanaka Sensee dikala memberikan bahan (bukan di komentar ya… :D) Saya mengikuti grup ini semenjak awal pembentukannya, dan selama itu pula, saya belum pernah melihat dia salah memakai ‘di’ sebagai kata depan dan awalan. Yuk, kita terus mendalami bahasa Jepang, tapi jangan hingga mengabaikan bahasa sendiri. Jangan hingga terlena dan berpikir, “Ah, orang Indonesia niscaya bisalah berbahasa Indonesia.” Hmm, tidak semudah itu, Ferguso… 😀
Dari awal cita cita saya yaitu menjadi tentara atau polisi, sesudah tamat Sekolah Menengan Atas saya mencoba mengikuti test kepolisian, dari Sekolah Menengan Atas saya suka olahraga maka dari itu saya rasa body saya sangat mendukung untuk menjadi polisi atau tentara, tetapi 2 kali mengikuti tes gagal dan itupun semua hingga tes terakhir. Dan sesudah kegagalan itu tidak sengaja membaca lowongan pemagangan ke jepang, sesudah menanyakan persyaratan tidak jauh beda dengan test kepolisian dan saya mengikuti test, tidak di sangka saya lulus.
Belajar Bahasa Jepang di Asrama
Dalam berguru bahasa jepang saya merasa tidak yakin sanggup mengikuti pelajaran sebab saya tidak begitu arif dan di sekolah sama sekali tidak mendapatkan pelajaran bahasa jepang, tetapi selama 4 bulan berguru di tempat pelatihan, dengan tekun saya menjadi bahagia berguru bahasa jepang. Dan mendapatkan rengking 10 besar dan di tempatkan di perusahaan besar di jepang. Sebelum berangkat saya telah di didik disiplin mental , pendidikan di asrama sangat ketat.
Disiplin Orang Jepang
Setelah di jepang saya sangat heran dan kagum dengan disiplin orang jepang, sangat berbeda jauh dengan disiplin yang saya ketahui di negara sendiri, pelajaran yang sangat berharga yang saya dapatkan dari magang di jepang. Seperti disiplin waktu, disiplin kerja dan disiplin mematuhi semua peraturan. Di perusahaan tempat saya magang, pimpinan sangat tegas dan disilpin, saya banyak berguru dari ia dan sangat berterimakasih kepada beliau. Maka dari itu jikalau inggin magang ke jepang harus menyiapkan mental, disiplin dalam segalahal, dan harus mematuhi peraturan yang berlaku di perusahaan atau pemerintah jepang.
Kebersihan di Jepang
Ketika dijepang saya terheran heran melihat tempat jepang menyerupai sungai, tempat umum dan lain lain, sama sekali tidak saya lihat sampah yang berserakan. Berbeda dengan di tempat tempat tinggal saya di negara sendiri. Pimpinan perusahaan dan pemerintah Jepang menerapkan peraturan yang sangat ketat wacana sampah. Sampah di pilah sesuai jenisnya dan di buang sesuai jadwalnya. Maka dari itu Jepang sangat bersih. Tempat yang paling saya sukai di jepang yaitu sungai, jikalau ohanami ( menikmati bunga sakura ) saya lebih menentukan ohanami di bersahabat sungai.
Budaya Jepang
Budaya jepang sangat menarik, yang dimana budaya warisan dari nenek moyang masih ada, tetap terjaga dan masih dilakukan hingga sekarang. Budaya yang menarik saya lihat yaitu budaya antri, siapapun yang tiba lebih dahulu akan mendapatkan sesuatu terlebih dahulu, begitu juga sebaliknya, sesudah saya terbiasa menyerupai itu dan pulang ke negara sendiri sering kesal, banyak yang tidak sanggup mengatri dan sering didahului oleh orang yang gres datang.
Orang Jepang Ingin Menikah di Atas Umur 30 Tahun
Di jepang saya pernah mempunyai sahabat orang jepang, yang dimana sesudah saya tanya umur berapa inggin menikah? jawabannya rata rata di atas umur 30 tahun sebab sebelum menikah banyak hal yang inggin dilakukan menyerupai sekolah hingga tamat universitas, dan lain lain dan ada juga yang menyampaikan aib menikah muda, tidak menyerupai pemikiran masyarakan di negara sendiri banyak yang berkeinginan menikah muda menyerupai saya. Dan takut kalau tidak mendapatkan jodoh kalau umur dewasa. Hehehe bener ga?
Bahasa Inggris Orang Jepang
Di jepang pimpinan perusahaan sering sekali berbicara memakai bahasa inggris, yang menarik bahasa inggris yang di bicarakan berbeda dengan bahasa inggris yang sering saya dengar pada umumnya, sehingga saya kadang binggung yang di ucapkan saya kira bahasa jepang tetapi bahasa inggris, dengan logat orang jepang bahasa inggris yang saya ketahui menjadi tidak saya pahami. Apakah ada yang pernah mendengar orang jepang berbicara bahasa inggris?
Orang jepang kebanyakan tidak sanggup makan kuliner pedas
Setelah pulang ke indonesia, saya bekerja di Lembaga pengirim pemagang ke jepang, saya sering mendapatkan tamu dari perusahaan jepang dan mahasiswa jepang,dan selalu menjamu makan bersama, saya gres tau orang jepang tidak sanggup makan kuliner pedas, sebab saya tidak tau menyerupai makan dengan semama orang indonesia kuliner pedas yaitu kuliner yang biasa di makan apalagi saya dari bali, kalau tidak pedas katanya tidak lezat dan rata rata kuliner bali pedas. Saya harus memesan sepesial kuliner tidak pedas kalau menjamu tamu orang jepang. Karena saya di jepang sangat di hargai, apapun kesukaan saya niscaya di ajak ketempat yang saya sukai. Dan di indonesia saya dengan bahagia hati melayani tamu yang tiba ke forum tempat kerja saya. Tapi ada yang tidak sanggup saya ikuti, terkadang tamu perusahaan jepang meminta diantar ke tempat hiburan malam, terkadang disitu saya merasa tidak enak. Dalam hati saya berfikir apakah orang jepang kecewa kalau keinginannya tidak di turuti?? Apakah ada yang sanggup menjawab ? Karena saya sangat inggin menghargai setiap tamu yang datang.
Sekian pengalaman saya, supaya bermanfaat bagi sahabat sahabat semua.