Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Wednesday, July 25, 2018

√ [Jawaban] Mengapa Perlu Ada Peraturan Di Sekolah?

Pernahkah kau bertanya mengapa perlu ada peraturan sekolah? Penting kau ketahui, peraturan perlu dibentuk dan dipatuhi supaya tercipta ketertiban. Jika di sekolah tidak ada peraturan, kau niscaya galau kapan harus berangkat ke sekolah, mendapatkan pelajaran, istirahat, dan pulang sekolah. Kamu juga niscaya galau mengenai seragam apa yang akan kau kenakan, buku-buku apa saja yang akan kau bawa, dan sebagainya. Oleh sebab itu, dibuatlah peraturan sekolah di setiap sekolah. 

Dalam bahan kali ini, kami akan menjelaskan ke kamu, mengapa perlu ada peraturan sekolah biar kau memahami untuk apa peraturan tersebut dibuat.

Mengapa Perlu Ada Peraturan Sekolah?

 peraturan perlu dibentuk dan dipatuhi supaya tercipta ketertiban √ [Jawaban] Mengapa Perlu Ada Peraturan di Sekolah?

Peraturan di sekolah berfungsi untuk mengatur semua acara di sekolah. Peraturan ini harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, yaitu siswa, guru, pegawai sekolah, dan penjaga sekolah. Kegiatan di sekolah akan berjalan dengan tertib dan lancar apabila warga sekolah menaati segala peraturan. Peraturan sekolah wajib ditaati oleh seluruh warga sekolah. Sanksi atau eksekusi akan diberikan jikalau ada warga yang melanggar peraturan. Hukuman harus sesuai dengan tingkat kesalahan, artinya aturan tersebut harus adil.  

Misalnya saja, di rumah kau niscaya terdapat peraturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota keluarga di rumah itu. Akan terjadi kekacauan apabila peraturan ini tidak ditaati yang menciptakan kehidupan keluarga di rumah itu tidak tentram. Begitupun sebaliknya, kehidupan keluarga itu akan senang bila setiap anggota keluarga patuh terhadap peraturan itu.

Peraturan yang sering ada di sekolah antara lain:
  • Tertib masuk sekolah
  • Tertib berpakaian seragam
  • Tertib di dalam kelas
  • Tertib menjaga kebersihan
  • Tertib di perpustakaan 

Kesimpulan

Jadi, jikalau ada pertanyaan mengapa perlu ada peraturan sekolah?, maka jawabannya yaitu untuk mengatur semua acara di sekolah yang harus ditaati oleh warga sekolah menyerupai siswa, guru, pegawai sekolah, dan penjaga sekolah. Jika tidak ada peraturan sekolah, maka kehidupan di sekolah menjadi kacau atau tidak teratur. 

Demikianlah klarifikasi ihwal Mengapa Perlu ada Peraturan di Sekolah. Bagikan bahan ini kepada temanmu yang membutuhkan, kami lihat banyak yang menanyakan ini di lembaga pembelajaran online. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sumber http://www.ilmusiana.com

Saturday, April 28, 2018

√ Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (Lengkap)

Apa pengertian Pendidikan Kewarganegaraan? Pendidikan Kewarganegaraan bukan hal gres dalam sejarah pendidikan nasional Indonesia. Beberapa model pendidikan kewarganegaraan diwujudkan dalam bentuk mata pelajaran civic (sejak 1957-1962). Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) (sejak 1968-1969, Civic dan Hukum (1973), Pendidikan Moral Pancasila (PMP) (sejak 1975-1984), PPKn (1994). Di tingkat pendidikan tinggi terdapat mata kuliah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Filsafat Pancasila, dan Pendidikan Kewiraan. 

Pendidikan Kewarganegaraan

 Apa pengertian Pendidikan Kewarganegaraan √ Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (Lengkap)

Sesuai amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional, pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan mengacu pada edaran Dirjen Dikti No. 267/Dikti/Kep./2000 wacana penyempurnaan mata kuliah pengembangan kepribadian.

Lantas, apa pengertian pendidikan kewarganegaraan? Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan bahan seputer pengertian atau definisi dari pendidikan kewarganegaraan. Semoga sehabis membaca bahan ini, pengetahuan pembaca wacana kewarganegaraan semakin bertambah.

Yuk, berikut ini ulasannya...

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan ialah proses pendidikan yang mengarahkan penerima didik menjadi warga negara yang baik sehingga bisa hidup bahu-membahu dalam masyarakat baik sebagai anggota keluarga, masyarakat, maupun sebagai warga negara. Menurut Muhammad Numan Somantri, pendidikan kewarganegaraan ialah ilmu kewarganegaraan yang membicarakan hubungan insan dengan: (1) Manusia dalam perkumpulan-perkumpulan yang terorganisasi (organisasi sosial, ekonomi, politik), (2) Individu-individu dengan Negara.

Sementara itu, Azyumardi Azra mengartikan pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokrasi dan pendidikan HAM alasannya ialah meliputi kajian dan pembahasan wacana banyak hal menyerupai pemerintahan, konstitusi, lembaga-lembaga demokrasi, rule of law, hak dan kewajiban warga negara, proses demokrasi, partisipasi aktif dan keterlibatan warga negara dalam masyarakat madani, pengetahuan wacana lembaga-lembaga dan sistem yang terdapat dalam pemerintahan, politik, manajemen publik dan sistem hukum, pengetahuan wacana HAM, kewarganegaraan aktif, dan sebagainya.

Margaret Stimmann Branso dan Charles N. Quigley menyebutkan "Civic Education ini a democracy is education in self government". Menurut Henry Randal Waite dalam buku Civic Education, dia menulis dalam majalah The Citizen and Civics yakni pengertian civics sebagai "the science of citizenship the relation of man, the individual, toman in organized colections, the individual in his relation to the state".

Pandangan lain wacana Pendidikan Kewarganegaraan ialah aktivitas pendidikan yang berdasar nilai-nilai Pancasila sebagai wahana untuk membuatkan dan melestarikan nilai luhur dan moral, yang berakar pada budaya bangsa sehingga diperlukan menjadi jati diri yang diwujudkan melalui bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan ialah pendidikan yang menanamkan perilaku demokratis, mempunyai perilaku sadar terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM yang selanjutnya direfleksikan dalam bentuk kebiasaan berbuat sehingga terwujudlah masyarakat madani.

Demikianlah bahan wacana Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan. Bagikan bahan ini supaya orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Referensi:
  • Basyir, Kunawi dkk. 2013. Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Sunan Ampel Press.

Sumber http://www.ilmusiana.com

√ [Jawaban] Mengapa Hak Dan Kewajiban Harus Seimbang?

Tahukah kau mengapa hak dan kewajiban harus seimbang? Penting diketahui, selain hak, setiap orang juga mempunyai kewajiban. Pelaksanaannya harus seimbang sebagai bab dari perilaku berlaku adil. Mungkin, kebanyakan orang hanya tahu menuntut hak, tetapi kerap melupakan adanya kewajiban yang harus dijalankan.

Hak dan Kewajiban

 Pelaksanaannya harus seimbang sebagai bab dari perilaku berlaku adil √ [Jawaban] Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang?

Secara sederhana, hak sanggup diartikan sebagai segala sesuatu yang seharusnya kita peroleh dari orang lain. Sedangkan, kewajiban ialah segala sesuatu yang harus kita laksanakan atau berikan kepada orang lain.

Hak dan kewajiban itu sanggup berlaku dimana saja, sanggup dilingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Misalnya, setiap orang yang ada dalam sebuah keluarga itu mempunyai tanggung jawab yang berbeda. Mereka juga mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda-beda. Seharusnya, antara hak dan kewajiban dihentikan berat sebelah. Dalam pelaksanaannya hak dan kewajiban harus seimbang.

Jika orang menuntut hak lebih besar daripada kewajibannya, maka ia sanggup merugikan orang lain. Lantas, mengapa hak dan kewajiban harus seimbang? Nah, berikut ini kami akan menjelaskan beberapa alasan mengapa sehingga hak dan kewajiban harus seimbang.

Semoga sesudah membaca uraian ini, pengetahuan pembaca wacana keseimbangan hak dan kewajiban semakin bertambah. Yuk, berikut ini ulasannya...

Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang

Alasan mengapa sehingga hak dan kewajiban harus dilaksanakan seimbang, antara lain sebagai berikut:

1. Agar Tercapai Harmonisasi

Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang semoga tercipta keserasian atau harmonisasi. Olehnya itu, untuk mencapai keseimbangan hak dan kewajiban diharapkan hukum yang melandasi semua orang sebagai makhluk sosial dan bab dari masyarakat lainnya.

2. Tercipta Hubungan Timbal Balik Positif

Hak dan kewajiban dalam pelaksanaannya harus seimbang semoga tercipta ikatan kesinambungan antar sesama manusia. Ikatan itu akan melahirkan hubungan timbalik balik yang konkret untuk mewujudkan kerukunan.

3. Terjalinnya Persatuan dan Kesatuan

Hak dan kewajiban yang dilaksanakan secara seimbang akan membuat hubungan yang serasi dan selaras, baik dilingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Keseimbangan ini selanjutnya akan mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagaimana yang tercantum dalam sila ketiga Pancasila.

Demikianlah klarifikasi wacana Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang. Bagikan bahan ini semoga orang lain juga sanggup membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sumber http://www.ilmusiana.com

Wednesday, April 4, 2018

Jawaban Uji Kompetensi Serpihan 7 Halaman 87 Pkn Kelas 10

Uji Kompetensi Bab 7
Merajut Kebersamaan dalam Kebhinnekaan
Halaman 87
PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) Kelas 10
Uji Kompetensi Bab 7 Pkn Halaman 87 Kelas 10
Uji Kompetensi Bab 7 Pkn Kelas 10 Halaman 87
Semester 2 K13
Jawaban Uji Kompetensi Bab 7 Halaman 87 PKn Kelas 10

Jawablah soal-soal berikut.
1. Jelaskan hakikat pembelaan terhadap negara.
Penyelesaian:
Hakikat bela negara ialah sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi oleh kecintaan kepada negara dan diwujudkan dalam kesediaan untuk melindungi, mempertahankan, dan memajukan bersama. 
Dalam UU Nomor 3 Tahun 2002tentang Pertahanan Negara, bela negara didefinisikan sebagai sikap dan sikap warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menurut Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. 
Upaya bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Karena itu bela negara perlu dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam dedikasi kepada negara dan bangsa. 
2. Jelaskan dan berikan pola bentuk perjuangan pembelaan negara oleh warga negara
Penyelesaian:
Contoh bentuk perjuangan pembelaan negara yang sanggup dilakukan oleh tiap warga negara ialah sebagai berikut:

1. Lingkungan masyarakat.
Contoh upaya bela negara dalam lingkungan masyarakat ialah ikut gotong royong, siskambling, mematuhi dan menaati peraturan dan aturan yang berlaku.

2. Lingkungan keluarga
Contoh upaya bela negara dalam lingkungan masyarakat ialah ikut membantu orang tua, menjaga dan mengasihi adik, menghormati yang lebih bau tanah dari kita, dan lain-lain.

3. Lingkungan sekolah
Contoh upaya bela negara dalam lingkungan sekolah ialah menghargai teman, ikut piket, menaati peraturan sekolah, menjaga ketertiban sekolah, dan lain-lain.

4. Lingkungan negara.
Contoh upaya bela negara dalam lingkungan negara ialah ikut militer ibarat TNI, polisi, menaati peraturan dan aturan negara, menjaga ketentraman masyarakat, dan lain-lain.
3. Sebagai warga negara Indonesia, kita menerima pemberian dan jaminan aturan dari Negara. Sebutkan isi undang-undang yang memuat pernyataan tersebut.
Penyelesaian:
isi Undang Undang yang memuat pernyataan tersebut ialah Pasal 28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian aturan yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
Makna: setiap orang berhak atas ratifikasi dalam arti diakui oleh negara , jaminan dan pemberian dari negara itu sendiri serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
4. Berilah pola bahaya berdimensi sosial budaya dalam kesatuan berbangsa dan bernegara yang terjadi di lingkungan sekitar kalian.
Penyelesaian:
Contoh Ancaman sosial budaya yaitu berupa isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah sentra dan daerah, dan konflik horizontal yaitu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). 
5. Carilah satu kasus terkait dengan pertahanan keamanan, lalu kalian analisis kasus tersebut menurut jenis, klasifikasi, dan dimensinya, sebelum diakhiri dengan solusi penyelesaian.
Penyelesaian:
Kasus terkait pertahanan Keamanan Negara salah satunya ialah kasus OPM atau Operasi Papua Merdeka 

Jenis bahaya nya ialah bahaya terpisahnya Papua dari potongan kesatuan Negara Republik Indonesia. 

Klasifikasinya ialah Ancaman di bidang militer dan non militer. 

Dimensi yang terjadi ialah terjadi di aspek sosial di mana banyak warga papua yang terprovokasi untuk memisahkan diri dari NKRI, lalu dimensi ekonomi di mana banyak aktivitas perjuangan di papua menjadi tidak aman alasannya ialah adanya bahaya keributan dan kekacauan. Kemudian pada dimensi keamanan di mana orang menjadi tidak nyaman dan terntram. 

Solusi penyelesaiannya ialah dengan mengajak perwakilan OPM untuk berdiskusi bersama dengan pikiran terbuka. Memang saaat ini papua dieksploitasi oleh amerika ibarat tambang emas grassberg yang dioperasikan oleh Freeport tidak banyak menawarkan kesejahteraan bagi warga orisinil Papua. Oleh alasannya ialah itu pemerintah juga harus introspeksi diri dan bertindak tegas kepada freeport untuk menyatakan papua merupakan kedaulatan Indonesia dan pemerintah berhak untuk memutus kontrak kepada freeport apabila memang bagi hasil yang ada tidak adil baik bagi pemerintah maupun penduduk orisinil papua. Di sisi lain pemerintah juga perlu membangun infrastruktur dan mengakibatkan Papua tidak lagi sebagai wilayah tertinggal. 

Sumber http://www.bastechinfo.com

Tuesday, April 3, 2018

Jawaban Uji Kompetensi Kepingan 8 Halaman 116 Pkn Kelas 10

Uji Kompetensi Bab 8
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara 
Halaman 116-117
PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) Kelas 10
Uji Kompetensi Bab 8 Pkn Halaman 116 Kelas 10
Uji Kompetensi Bab 8 Pkn Kelas 10 Halaman 116
Semester 2 K13
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Jawaban Uji Kompetensi Bab 8 Halaman 116 PKn Kelas 10
Jawaban Uji Kompetensi Bab 7 Halaman 116 PKn Kelas 10

Jawablah soal-soal berikut.

1. Jelaskan bagaimana pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah dan geopolitik Indonesia?
Penyelesaian:
1. Pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah
- Mensyukuri kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan oleh para tokoh bangsa- Selalu mendukung dan berupaya secara aktif mencapai impian bangsa- Melakukan pengorbanan pribadi

2. Pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks geopolitik
- Kecintaan terhadap tanah air secara loyalitas- Memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada secara bijak- Memanfatkan dari lokasi Indonesia yang strategis
2. Berdasarkan aspek historis perjalanan geopolitik Indonesia, negara ini mengalami tiga zaman perkembangan semangat kebangsaan. Sebutkan ketiga zaman tersebut.
Penyelesaian:
1. Zaman Perintis
zaman ini dimulai tahun 1908 - 1927 yaitu semenjak pendirian kebijaksanaan utomo oleh dr. sutomo tahun 1908 , organisasi ini merupakan organisasi nasional pertama

2. Zaman Penegas
zaman ini dimulai tahun 1927 - 1938 yaitu semenjak ditegaskannya kesatuan cowok Indonesi dalam Konggres Sumpa Pemuda II, yang menyatakan kebulatan untuk bersatu dalam Indonesia (satu tumpa darah ,satu bahasa, satu tanah air )

3. Zaman Pendobrak
zaman ini dimulai tahun 1942 -1945 yaitu semenjak mundurnya Belanda dengan mengalah tanpa syarat pada Jepang . Tapi momentum terbesar zaman pendobrak yaitu saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 
3. Indonesia merupakan negara yang berada di lokasi strategis. Jelaskanlah maksud lokasi strategis tersebut.
Penyelesaian:
Indonesia secara geografis 
berada di antara dua samudra dan dua benua, menyebabkan adanya contoh angin periodik yang kita sebut dengan angin muson/angin trend sehingga membawa perubahan trend yang bermanfaat bagi aktivitas kehidupan di Indonesia.

indonesia secara astronomis
berada pada posisi lintang 6 derajat LU- 11 derajat LS dan 95 derajat BT-141 derajat BT menempatkan Indonesia pada wilayah beriklim Tropis yang mempunyai dua musim, yaitu panas dan penghujan sehingga sangat membantu proses pertanian khususnya. sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian yang tinggi yang bisa membawa Indonesia maju dalam tingkat perdagangan dunia.

indonesia secara geostrategis,
berada pada posisi jalur silang kemudian lintas perdagangan dunia yang sangat memperlihatkan banyak laba bagi bangsa indonesia.
4. Apa efek geopolitik dalam pelaksanaan budaya demokrasi di Indonesia?
Penyelesaian:
Pengaruh geopolitik dalam pelaksanaan budaya demokrasi di indonesia yaitu sanggup menjadi faktor tumbuh/tidaknaya demokrasi sebab geopolitik itu dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun dari luar, dan kalau geopolitik tidak stabil maka akan sulit dalam melakukan demokrasi.
5. Apa yang dimaksud dengan geopolitik? Jelaskan keberadaan geopolitik bangsa Indonesia ditinjau dari aspek kekerabatan internasioal.
Penyelesaian:
geopolitik yaitu cara pandang dan perilaku bangsa indonesia mengenai diri, lingkungan yang berwujud negara kepulauan berlandaskan pancasila dan uud 1945. jadi bangsa indonesia dituntut ikut mempertahankan negara dan berperan penting dalam training kerjasama dan penyelesaian konflik antar negara yg mungkin muncul dalam proses pencapaian tujuan

Sumber http://www.bastechinfo.com

Thursday, March 22, 2018

Jawaban Uji Kompetensi 7.1 Halaman 154 Pkn Kelas 7 (Persatuan Indonesia)

Uji Kompetensi 7
Uji Kompetensi 7.1
Halaman 154
B. Uji Pemahaman
PPkn / PKN
Bab 7 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Kelas 7 / VII SMP/MTS
Semester 2 Kurikulum 2013
Jawaban Uji Kompetensi 7 PKN kelas 7 Halaman 154 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Jawaban Uji Kompetensi 7 PKN Halaman 154 Kelas 7 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar  Jawaban Uji Kompetensi 7.1 Halaman 154 PKN Kelas 7 (Persatuan Indonesia)
Jawaban Uji Kompetensi 7.1 Halaman 154 PKN Kelas 7 (Persatuan Indonesia)

Uji Kompetensi 7.1
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Jelaskan pengertian Bhinneka Tunggal Ika !
Jawab:
Bhinneka Tunggal Ika yaitu moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya yaitu “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Diterjemahkan per kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam".

2. Jelaskan perbedaan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam Buku Sutasoma dengan Lambang Negara Garuda Pancasila !

Jawab:
Makna Bhinneka Tunggal Ika dalam buku sutasoma yaitu bahwa walaupun agama Budha dan Hindhu merupakan zat yang berbeda, akan tetapi nilai-nilai kebenaran Jina dan Siwa yaitu tunggal. 

Makna Bhinneka Tunggal Ika dalam lambang negara garuda Pancasila yaitu Walaupun Indonesia yaitu negara beragam yang terdiri dari banyak sekali Suku, Agama, Ras, Budaya, dsb, namun keseluruhannya tetap menjadi satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air.


3. Jelaskan proses penetapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Lambang Negara Garuda Pancasila !
Jawab:
Lambang Garuda Pancasila dengan semboyan bhinneka Tungga Ika ditetapkan secara resmi menjadi penggalan dari negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintah no.66 tahun 1951 pada pada 17 Oktober 1951 dan di-Undang-kan pada 28 Oktober 1951 Sebagai lambang negara. 

4. Jelaskan tahap-tahap training persatuan dan kesatuan !

Jawab:
Pembinaan persatuan dan kesatuan di Indonesia setidaknya telah dilakukan sejak bangsa ini merdeka. Selama rentang waktu tersebut, banyak sekali cara yang ditempuh untuk menimbulkan persatuan dan kesatuan yang sejati bagi bangsa ini. Di bawah ini merupakan tahap-tahap training persatuan dan kesatuan di Indonesia:

1. Perasaan Senasib
Selama ratusan tahun Indonesia dibelenggu dalam kungkungan penjajahan. Seluruh rakyat Indonesia mencicipi hal tersebut. Oleh alasannya itu, adanya perasaan senasib sanggup menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di antara segenap warga negara Indonesia. Perasan senasib sekarang semakin diperkuat dengan status Indonesia yang masih merupakan negara berkembang. Setiap warga negara tentunya menginginkan kemajuan di negaranya, maka hal ini menjadi persamaan nasib yang gres bagi bangsa Indonesia.
Persamaan nasib nantinya akan melahirkan persamaan tujuan. Tujuan pembangunan nasional Indonesia membutuhkan persatuan dan kesatuan dari seluruh rakyatnya. Perasaan senasib juga terus dibina melalui usaha pendidikan bela negara dan wawasan nusantara. Dengan perasaan senasib, maka rasa saling mempunyai terhadap tanah air dan seluruh komponennya juga semakin dirasakan oleh tiap-tiap warga negara Indonesia.

2. Kebangkitan Nasional
Keterpurukan negara Indonesia di dikala masa-masa suramnya menjadi hilang ketika terjadi kebangkitan nasional. Saat ini, hari kebangkitan nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Hal ini dikarenakan kebangkitan nasional terjadi dengan ditandai lahirnya organisasi cowok yang berjulukan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi cowok ini didirikan oleh para mahasiswa STOVIA, sebuah perguruan kedokteran pada masa itu.
Lahirnya Boedi Oetomo menandai kebangkitan nasional alasannya sejak dikala itu muncul banyak organisasi dengan coraknya masing-masing yang sama-sama menghendaki kemerdekaan negara Indonesia. Bertahun-tahun berikutnya, kebangkitan nasional mengakibatkan persatuan dan kesatuan di antara rakyat Indonesia. Hal ini ditandai dengan munculnya suatu organisasi yang reintegrasi secara nasional dengan fokus utama pada bidang politik. Organisasi tersebut berjulukan Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia.

3. Sumpah Pemuda

Pemuda merupakan referensi hidup suatu bangsa. Ia yaitu generasi penerus sekaligus generasi penggerak. Peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan sangatlah penting bagi cowok dan bangsa ini. Setelah terbentuk organisasi cowok Boedi Oetomo, organisasi lainnya terus tumbuh sampai organisasi persatuan cowok seluruh Indonesia menetapkan mengadakan kongres cowok pada tahun 1928. Kongres ini menjadi wadah bagi para cowok untuk membicarakan nasib bangsa Indonesia di masa depan.
Dalam kongres ini, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, para cowok merumuskan suatu sumpah yang menjadi pernyataan legitimasi atas persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Isi dari sumpah tersebut begitu menggugah seluruh rakyat Indonesia bahkan sampai dikala ini. Mereka bersumpah bahwa sebagai putra dan putri tanah air Indonesia mempunyai tanah air yang satu, yaitu Indonesia, mempunyai bangsa yang satu pula, yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa yang satu, yaitu bahasa Indonesia.

4. Proklamasi Kemerdekaan

Setelah berlalunya banyak sekali usaha selama masa penjajahan, hasilnya bangsa Indonesia menemukan titik bermulanya kemerdekaan bangsa dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Proklamasi ini merupakan klimaks dari usaha rakyat di tanah air tercinta ini. Dengan adanya proklamasi, maka bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan bebas dari rongrongan bangsa lain kepada seluruh mata dunia. Adanya proklamasi ini juga menimbulkan persatuan di antara rakyat Indonesia semakin nyata. Hal ini terbukti dengan ditandatanganinya naskah proklamasi oleh Ir. Soekarno dan M. Hatta atas nama seluruh rakyat Indonesia.


5. Jelaskan tahap-tahap training persatuan Indonesia !
Jawab:
Pembinaan persatuan dan kesatuan di Indonesia setidaknya telah dilakukan sejak bangsa ini merdeka. Selama rentang waktu tersebut, banyak sekali cara yang ditempuh untuk menimbulkan persatuan dan kesatuan yang sejati bagi bangsa ini. Di bawah ini merupakan tahap-tahap training persatuan dan kesatuan di Indonesia:

1. Perasaan Senasib
Selama ratusan tahun Indonesia dibelenggu dalam kungkungan penjajahan. Seluruh rakyat Indonesia mencicipi hal tersebut. Oleh alasannya itu, adanya perasaan senasib sanggup menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di antara segenap warga negara Indonesia. Perasan senasib sekarang semakin diperkuat dengan status Indonesia yang masih merupakan negara berkembang. Setiap warga negara tentunya menginginkan kemajuan di negaranya, maka hal ini menjadi persamaan nasib yang gres bagi bangsa Indonesia.
Persamaan nasib nantinya akan melahirkan persamaan tujuan. Tujuan pembangunan nasional Indonesia membutuhkan persatuan dan kesatuan dari seluruh rakyatnya. Perasaan senasib juga terus dibina melalui usaha pendidikan bela negara dan wawasan nusantara. Dengan perasaan senasib, maka rasa saling mempunyai terhadap tanah air dan seluruh komponennya juga semakin dirasakan oleh tiap-tiap warga negara Indonesia.

2. Kebangkitan Nasional
Keterpurukan negara Indonesia di dikala masa-masa suramnya menjadi hilang ketika terjadi kebangkitan nasional. Saat ini, hari kebangkitan nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Hal ini dikarenakan kebangkitan nasional terjadi dengan ditandai lahirnya organisasi cowok yang berjulukan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi cowok ini didirikan oleh para mahasiswa STOVIA, sebuah perguruan kedokteran pada masa itu.
Lahirnya Boedi Oetomo menandai kebangkitan nasional alasannya sejak dikala itu muncul banyak organisasi dengan coraknya masing-masing yang sama-sama menghendaki kemerdekaan negara Indonesia. Bertahun-tahun berikutnya, kebangkitan nasional mengakibatkan persatuan dan kesatuan di antara rakyat Indonesia. Hal ini ditandai dengan munculnya suatu organisasi yang reintegrasi secara nasional dengan fokus utama pada bidang politik. Organisasi tersebut berjulukan Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia.

3. Sumpah Pemuda

Pemuda merupakan referensi hidup suatu bangsa. Ia yaitu generasi penerus sekaligus generasi penggerak. Peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan sangatlah penting bagi cowok dan bangsa ini. Setelah terbentuk organisasi cowok Boedi Oetomo, organisasi lainnya terus tumbuh sampai organisasi persatuan cowok seluruh Indonesia menetapkan mengadakan kongres cowok pada tahun 1928. Kongres ini menjadi wadah bagi para cowok untuk membicarakan nasib bangsa Indonesia di masa depan.
Dalam kongres ini, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, para cowok merumuskan suatu sumpah yang menjadi pernyataan legitimasi atas persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Isi dari sumpah tersebut begitu menggugah seluruh rakyat Indonesia bahkan sampai dikala ini. Mereka bersumpah bahwa sebagai putra dan putri tanah air Indonesia mempunyai tanah air yang satu, yaitu Indonesia, mempunyai bangsa yang satu pula, yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa yang satu, yaitu bahasa Indonesia.

4. Proklamasi Kemerdekaan

Setelah berlalunya banyak sekali usaha selama masa penjajahan, hasilnya bangsa Indonesia menemukan titik bermulanya kemerdekaan bangsa dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Proklamasi ini merupakan klimaks dari usaha rakyat di tanah air tercinta ini. Dengan adanya proklamasi, maka bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan bebas dari rongrongan bangsa lain kepada seluruh mata dunia. Adanya proklamasi ini juga menimbulkan persatuan di antara rakyat Indonesia semakin nyata. Hal ini terbukti dengan ditandatanganinya naskah proklamasi oleh Ir. Soekarno dan M. Hatta atas nama seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya:
Jawaban Uji Kompetensi 7.2 Halaman 154 PKN Kelas 7 (Persatuan Indonesia) 
Sumber http://www.bastechinfo.com

Jawaban Uji Kompetensi 7.2 Halaman 154 Pkn Kelas 7 (Persatuan Indonesia)

Uji Kompetensi 7
Uji Kompetensi 7.2
Halaman 154
PPkn / PKN (Pendidikan Kewarganegaraan)
Bab 7 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Kelas 7 / VII SMP/MTS
Semester 2 Kurikulum 2013
Jawaban Uji Kompetensi 7 PKN kelas 7 Halaman 154 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Jawaban Uji Kompetensi 7 PKN Halaman 154 Kelas 7 (Memelihara Semangat Persatuan Indonesia)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar  Jawaban Uji Kompetensi 7.2 Halaman 154 PKN Kelas 7 (Persatuan Indonesia)
Jawaban Uji Kompetensi 7.2 Halaman 154 PKN Kelas 7 (Persatuan Indonesia)

Uji Kompetensi 7.2

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Jelaskan 3 (tiga) makna persatuan dan kesatuan 1
Jawab:
1. Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lain.
2. Menjalin rasa kemanusiaan dan perilaku saling toleransi serta rasa serasi untuk hidup berdampingan.
3. Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan, dan perilaku tolong menolong antar sesama, serta perilaku nasionalisme.


2. Sebutkan 3 (tiga) prinsip persatuan dan kesatuan !
Jawab:
1. Prinsip Bhineka Tunggal Ika
2. Prinsip Nasionalisme Indonesia
3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab
4. Prinsip Wawasan Nusantara
5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-Cita Reformasi


3. Apakah yang dimaksud wawasan nusantara ?
Jawab:
Wawasan Nusantara yaitu cara pandang dan perilaku bangsa Indonesia terhadap diri dan bentuk geografinya menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan menghargai dan mengutamakan kebhinekaan dalam mencapai tujuan nasional.

4. Mengapa persatuan dan kesatuan sanggup menjadi modal dasar pembangunan nasional ?
Jawab:
Persatuan dan kesatuan sanggup menjadi modal dasar pembangunan nasional alasannya persatuan dan kesatuan bersifat kebersamaan dan kekeluargaan, maka modal utama dalam pembangunan nasional yaitu gotong royong, kekompakan, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional.

Sumber http://www.bastechinfo.com