Sunday, September 9, 2018

Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Daerah Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Imbas Buruknya

Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media sosial? Mungkin sanggup dikatakan hampir semua orang mempunyai akun media sosial, bahkan bayi-bayi yang gres lahir saja sudah dibuatkan media umum oleh orang renta mereka. Bukan hanya itu, tak jarang juga hewan-hewan menyerupai anjing, kucing, dan binatang peliharaan lainnya mempunyai akun di media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter dll.


Hal tersebut memang tak lepas dari perkembangan internet yang kini sangat merajalela. Dengan adanya internet, media umum juga sangat berkembang pesat. Media sosial seakan tidak sanggup dipisahkan dari kehidupan manusia. Tua, muda, pria, wanita, dan semua kalangan hampir memakai media umum dalam keseharian mereka. Dengan media umum siapapun sanggup berkomunikasi dengan sangat gampang tanpa perlu pulsa prabayar. Karena menyerupai yang kita tahu, dulu, sebelum internet dan media umum berkembang, kebanyakan orang hanya memakai telepon atau sms untuk berkomunikasi yang mana harus memakai pulsa prabayar.


Namun lama-kelamaan, media umum tidak hanya dipakai untuk media komunikasi yang gampang saja. Apalagi menyerupai yang kita tahu, media umum menyediakan fitur status dan sebagainya, yang menciptakan media umum beralih fungsi sebagai daerah pamer dan daerah curhat. Banyak orang yang tanpa malu memamerkan apapun yang dimilikinya lewat pesan status dimedia sosial. Selain itu, banyak juga orang yang justru memanfaatkan fitur status di media umum sebagai daerah curhat alias melampiaskan keluh kesahnya. Bahkan parahnya lagi, keseringan media umum dipakai untuk melaksanakan balas dendam lewat status-status di media umum dengan menuliskan kalimat nyinyiran atau saling mengata-ngatai.


Bagi sebagian besar orang, melampiaskan segala keluhan  di media umum mungkin sanggup menciptakan seseorang merasa puas. Kalau belum update, rasanya belum lengkap dan ada sesuatu yang mengganjal. Dengan mencurahkan segala problem yang sedang dihadapi di media sosial, mereka berharap mendapat perhatian dan simpati dari orang lain. Dan bahkan berharap derma dari orang lain.


Mencurahkan isi hati memang sangat penting untuk meringankan beban pikiran, namun haruskah curhatnya di media sosial? Jawabannya yaitu “tidak” guys! Sebab, media umum menyerupai Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp dll bukanlah daerah curhat dan daerah melampiaskan emosi, melainkan daerah yang memungkinkan kau untuk bersosialisasi dan menjaga silahturahmi dengan teman-teman yang tak terjangkau.


Lalu, kenapa curhat dimedia sosial hendaknya dihindari? dikutip dari banyak sekali sumber, berikut banyak sekali alasan dan dampak negatif kalau memakai media umum untuk daerah curhat! Check this out guys!


1. Curhat di media umum sanggup memperbesar masalah


Setiap orang niscaya mempunyai masalahnya masing-masing, mau itu problem berat ataupun ringan, kedua-duanya sama-sama membutuhkan cara untuk menyelesaikannya, namun bukan dengan cara menulis permasalahanmu di status media sosial. Sebab dengan curhat di media sosial, kau tidak akan mendapat solusi yang sempurna akan masalahmu, akan tetapi, hal ini justru akan berubah menjadi menjadi bumerang buatmu sendiri ketika reaksi khalayak luas yang membaca status curhatanmu tidak menyerupai yang kau harapkan.


Saat kolom komentarmu dipenuhi dengan hujatan atau kritikan, kau akan menghadapi konflik internal yang semakin besar. Masalah pribadi yang ada belum terselesaikan, kau harus siap menghadapi problem gres yaitu penghakiman para followersmu, atau bahkan dari warganet. Bahkan perkara ini sering terjadi pada artis-artis tanah air.




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:600px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3133381919"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : dailymail.co.uk


2. Membuat semua orang tahu aibmu sendiri


Tak sanggup dipungkiri, ketika kau curhat dengan seseorang, itu berarti kau sedang membongkar aibmu sendiri kepada orang tersebut. Tapi setidaknya kau menentukan orang yang sempurna dan kau percaya untuk mendengar segala keluh kesahmu. Kamu juga sanggup mendapat saran yang berkhasiat dan derma darinya. Namun hal ini jadi berbeda ketika kau menentukan curhat di media sosial. Memang curhatanmu kemungkinan akan mendapat banyak respon dari teman-temanmu di media sosial, namun curhat lewat status-status di media umum hanya akan menciptakan aibmu semakin tersebar luas. Misalnya saja kau memposting hal-hal menyerupai “Aku gres saja dipecat dari pekerjaan, adakah perusahaan yang mau memperkerjakan aku?”. Nah postingan-postingan menyerupai ini kalau dipublish di media umum tidaklah tepat. Ada baiknya kalau kita tidak meluapkan curahan hati apalagi yang bersifat pribadi di media umum yang sanggup diakses siapapun. Cerdas dalam memakai media umum yaitu hal yang wajib diterapkan di kala ini.


3. Dapat merusak image pribadi


Curhat di media umum apalagi curhatan yang mengandung kemarahan sanggup merusak image pribadi kau dimata publik. Apalagi kau menuliskan kata-kata kotor ataupun kata-kata bernafsu demi memuaskan perasaan kamu. Status kemarahanmu dengan kalimat bernafsu tersebut akan dibaca oleh semua orang, dan tentunya itu akan merusak image pribadi kau dihadapan orang lain. Sekalipun kau menghapus status kemarahanmu tersebut, teman-teman dimedia sosial pastinya telah mengingat status yang pernah kau tulis dan menilai negatif dirimi. Makara walaupun kau sedang marah, janganlah luapkan emosi kau ke media sosial, demi kebaikan kau dan orang lain. Jangan gembira dengan banyak komentar yang menanyai masalahmu. Justru orang lain lama-lama sanggup menjauhi kamu.


Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : www.sbs.com.au


4. Masalah pribadimu tidak harus diketahui publik


Namanya saja problem pribadi, kau tidak harus membeberkannya di media umum dengan ribuan pengikutmu. Jika ada masalah, maka yang harus kau lakukan yaitu menuntaskan problem tersebut bukannya update status di media sosial. Jika kau merasa perlu curhat alasannya problem yang kau hadapi maka cari daerah curhat, sanggup ibu, saudara, sahabat ataupun pacar. Hindari curhat di media umum alasannya problem pribadimu tidak harus diketahui publik, selain itu, gak semua orang yang menjadi followermu ingin tahu problem yang kau hadapi.


5. Di cap lebay dan kekanak-kanakan


Galau dikit update status, marahan sama pacar update status, putus sama pacar update status, makan di restoran update status, pokoknya dikit-dikit update status di media sosial, jadi waktumu hanya habis untuk melapor ke media umum padahal belum tentu para folowersmu tertarik dengan masalahmu yang bejibun tersebut. Yang ada justru banyak yang menganggap dirimu terlalu lebay dan bersikap kekanak-kanakan. Bukannya mendapat komentar dan like, justru mereka akan menilaimu sebagai sosok yang membosankan.


Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : www.stocksy.com


6. Bukan cuma kau yang punya masalah, jadi jangan drama merasa diri paling menderita


Alasan lain kenapa kau harus bijaksana dalam memakai media umum dengan tidak curhat di kolom status yaitu alasannya bukan hanya dirimu yang sedang ada masalah. Setiap insan yang masih hidup didunia ini niscaya mempunyai masalah. Bahkan sanggup lebih berat daripada problem yang sedang kau hadapi ketika ini. Makara jangan mendramatisir keadaan dengan merasa dirimu paling menderita dan malah go publik dengan menulis curhatan sepanjang kisah bersambung di media sosial. Jika itu tetap kau lakukan, mungkin curhatanmu akan ditertawakan oleh mereka yang mempunyai problem lebih berat darimu.




class="adsbygoogle"
style="background:none;display:inline-block;width:300px;height:250px;max-width:100%;"
data-ad-client="ca-pub-9314037868717527"
data-ad-slot="3892123021"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">



7. Dari ribuan followersmu mungkin hanya segelintir orang yang bersimpati pada masalahmu


Salah satu alasan kau menentukan curhat dimedia sosial mungkin yaitu ingin mendapat simpati dari orang lain atau memang tidak ada daerah yang layak untuk untuk kau mencurahkan isi hati. Namun sayang, kalau kau curhat dimedia sosial, mungkin awal-awal kau akan mendapat simpati yang kau inginkan. Namun lama-kelamaan niscaya para followermu ataupun para temanmu akan merasa bosan dengan jenis statusmu yang itu-itu saja. Dan dijamin nggak akan ada lagi yang bersimpati padamu alasannya bukan hanya kau yang punya problem dan harus diperhatikan.


Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : http://reductress.com


8. Dapat mengundang kejahatan


Banyak pengguna media umum yang sering mengumumkan hal-hal seperti, “Bosan, setiap pulang sekolah selalu sendiri dirumah”, atau “Minggu nanti enaknya jalan-jalan ke Mall Kelapa Gading” atau “Gak ada yang anter, terpaksa besok ke banknya sendiri”. Nah cuitan-cuitan menyerupai ini hendaknya jangan kau posting di media sosial, alasannya bukan hany tidak penting bagi para followermu namun postingan menyerupai itu juga sanggup mengundang kejahatan.


9. Jarang posting ataupun curhat dimedia sosial sanggup menambah wibawa


Guys, apa yang kau pikirkan kalau ditimeline media sosialmu penuh dengan curhatan-curhatan yang kau tidak mengerti dari para temanmu di media sosial. Pastinya jengkelkan? Selain itu, kau juga niscaya menilai mereka lebay dan sok dramatis. Nah anggapan tersebut juga sanggup dilontarkan padamu kalau kau melaksanakan hal yang sama.


Maka dari itu, cobalah teladan orang-orang yang jarang curhat dan posting di media sosial. Media sosialnya sepi dan tidak ada yang menarik meskipun kau tahu mereka selalu online di media sosialnya. Hal itu mengatakan kalau mereka yaitu orang yang cerdas. Mereka tidak mau dinilai oleh orang lain yang tidak mengetahui dirinya. Mereka juga tidak mau dinilai oleh orang yang hanya membaca statusnya tanpa tahu keadaan yang sebenarnya.


Sikap mereka yang jarang posting di media umum mengatakan kalau mereka orang yang cerdas dan berwibawa. Justru mereka yang sering curhat di media umum mengatakan kalau mereka tidak punya pekerjaan lain selain bermain media sosial. Makara jangan buat dirimu dinilai jelek oleh banyak orang yang tidak kau kenal alasannya keseringan mengumbar privacy di media sosial.


Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : http://www.kiwireport.com


10. Mengundang rasa iri dan dengki


Mengunggah status wacana perasaan senang mungkin masih terbilang normal. Sebagai insan biasa kita memang selalu ingin menyebarkan banyak sekali macam hal kepada orang lain, termasuk dalam hal menyebarkan kebahagiaan. Hal ini masih sangat masuk akal alasannya kita berharap orang yang membaca postingan kita sanggup terkena imbas kebahagiaan atau aura faktual dari perasaan kita.


Tapi ingat guys! Janganlah terlalu berlebihan dalam menyebarkan rasa bahagiamu di media sosial. Sebab apapun yang berlebihan tetap tidak bagus. Mengungkapkan rasa senang secara berlebihan di media umum sama halnya kau pamer di media sosial, hal itu sanggup mengakibatkan orang lain menjadi iri dan dengki kepada kamu. Makara jangan hingga kebahagiaan kau menjadi kesedihan dan kedengkian bagi orang lain. Bijaklah dalam memakai media sosial.


11. Dapat mengakibatkan permusuhan


Satu lagi, alasan kenapa curhat dimedia sosial harus dihindari yaitu alasannya curhat di medsos sanggup mengakibatkan permusuhan apalagi pertikaian. Hal ini terjadi alasannya curhatan yang kau publish di medsos berisi nada sindiran terhadap seseorang yang kau tak suka. Status sindiran tersebut kau gunakan untuk balas dendam kepadanya. Tentunya hal ini akan mengakibatkan reaksi yang serupa dari orang tersebut dan terjadilah berkelahi ekspresi di medsos. Saling nyinyir, saling julid yang tentunya akan merugikan diri kalian sendiri.


Jika kau memang benar-benar mempunyai problem kepada orang lain, selesaikan eksklusif kepada orangnya, bukan dengan cara yang tidak langsung, alasannya itu justru akan memperpanjang problem yang sedang kau hadapi, atau bahkan semakin mempersulit problem kau dengan orang tersebut. Selain itu, menyindir orang di media umum juga mengatakan kalau kau mempunyai jiwa yang pengecut alasannya beraninya dari jauh.


Jaman kini siapa sih yang gak mengenal media umum Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya


photo via : http://www.kiwireport.com


Menyindir orang lain melalui sosial media semoga nantinya sang sasaran merasa tersindir itu tidak baik, dan terkesan tidak dewasa, melainkan terkesan kekanak-kanakan. Menyindir orang lain di sosial media sama halnya dengan membicarakan keburukan orang lain di daerah ramai. Ingat kalian bukan tukang gosip. Makara Merenung dan introspeksi dirilah sembari menemukan jalan keluar untuk masalah. Dan jangan jadikan media umum sebagai daerah pelampiasan.


Nah itu ia beberapa alasan serta dampak negatif kalau kau sembarang curhat di media sosial. Sebab, kau perlu ingat, pemicu seseorang hingga mengumbar problem pribadi di medsos biasanya hanya bersifat spontan alias tindakan yang dilakukan tanpa berpikir panjang apa akhir dan dampak dari acara tersebut.


Setiap status yang kau update di media umum tentunya akan mendapat komentar dari pengguna lainnya. Nggak semua sobat ataupun follower kau sanggup membantu kau menuntaskan masalah, yang ada bukannya mendapat solusi, kau malah mendapat kata-kata pedas yang menciptakan hati semakin sakit. Makara berhentilah mengumbar problem di media sosial. Cobalah cari keluarga atau orang terdekat yang sanggup kau percaya untuk sekedar mau mendengarkan keluh kesahmu alasannya hal itu lebih baik dibanding harus curhat-curhat di dunia maya. So guys, bijaksanalah dalam memakai media sosial.



Sumber http://blogunik.com