Tuesday, January 9, 2018

Makalah Ini Penulis Memberikan Ucapan Terimakasih Yang Tak Terhingga Kepada Dosen Kami


MAKALAH BAHASA INDONESIA
ARTIKEL ILMIAH

Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah
Bahasa Indonesia



SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL FATTAH
LAMONGAN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan  kehadirat Allah SWT,  yang atas rahmat-Nya maka kami kelompok 7 sanggup menuntaskan  penyusunan  makalah  yang  berjudul “ Artikel Ilmiah“.
            Dalam  penulisan  makalah ini penulis memberikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Dosen kami Bapak  khumaidi Abdillah yang telah memperlihatkan kiprah ini kepada kami, serta semua pihak yang tidak sanggup disebutkan satu persatu, yang telah memperlihatkan pemberian dalam penulisan makalah ini.
            Adapun dalam Penulisan  makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan  baik pada teknis penulisan maupun  materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan  pembuatan  makalah ini. Dan final kata kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Artikel Ilmiah Menurut Beberapa Para Ahli
2.2 Istilah Artikel Ilmiah Mempunyai 4 Dimensi
2.3 Beberapa Jenis Model Penulisan Artikel
2.4 Ciri-ciri Penulisan Artikel Ilmiah Yang Baik
2.5 Langkah-langkah dalam menulis artikel
2.6 Jenis-jenis artikel
BAB III. PENUTUP
3.1 Keimpulan
3.2 Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

       Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi melalui kreativitas dan skeptisisme, keterbukaan pada bantuan ilmu baru, serta kegigihan dalam mempertanyakan bantuan yang diberikan dan konsensus keilmuan yang berlaku. Perkembangan teknologi tentunya juga mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan secara berarti. Dalam dunia informasi ada banyak sekali macam bentuk penyampian informasi berita. Salah satu contonya yaitu artikel. Artikel itu sendiri mempunyai banyak macam jenisnya.
       Masuknya hasil penelitian yang merupakan pengetahuan individu ke dalam lingkup pengetahuan ilmiah, terjadi sehabis hasil penelitian dipresentasikan atau dikomunikasikan dengan cara tertentu sehingga sanggup dinilai kebenarannya. Cara yang efektif dan dijadikan standar dalam mempresentasikan dan mengkomunikasikan hasil penelitian yaitu dengan cara ditulis dalam bentuk artikel (paper ) ilmiah, dan dipublikasikan pada majalah / jurnal ilmiah yang di review.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Pengertian Artikel Ilmiah Menurut beberapa Para Ahli ?
2. Bagaimana Istilah Dimensi Artikel Ilmiah yang sebetulnya ?
3. Apa Jenis Penulisan Artikel Ilmiah ?
4. Bagaimana Langkah-langkah Penulisan artikel Ilmiah ?
5. Apa Jenis-jenis Artikel Ilmiah ?

1.3 Tujuan

Mengetahui informasi mengenai Artikel Ilmiah serta Menambah pengetahuan perihal artikel ilimah .








BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Artikel Ilmiah Menurut Beberapa Para Ahli

           Artikel merupakan karya tulis lengkap, contohnya laporan berita, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66), atau bisa juga sebuah karangan/prosa yang di muat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau masalah yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005:84).
          Artikel merupakan karya tulis atau karangan, karangan non fiksi, karangan tak tentu panjangnya, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur, sarana penyampaiannya yaitu surat kabar, majalah, dan lainnya. wujud karangan berupa info atau “kharkas” (Pranata 2002: 120)
Jenis-jenis berdasarkan dari siapa yang menulis dan fungsi atau kepentingannya (Tartono 2005: 85-86).
          Berdasarkan penulisnya, ada artikel redaksi dan artikel umum. Artikel redaksi ialah goresan pena yang di garap oleh redaksi dibawah tema tertentu yang menjadi isi penerbit. Sedangkan artikel umum merupakan goresan pena yang ditulis oleh umum. Sedangkan dari fungsinya atau kepentingannya, ada artikel khusus dan artikel sponsor. Artikel khusus yaitu nama lain dari artikel redaksi. Sedangka artikel sponsor ialah artikel yang membahas atau memperkenalkan sesuatu.

2.2. Istilah Artikel Ilmiah Mempunyai 4 Dimensi:

1. Dimensi hasil pedoman atas suatu obyek kajian yang sanggup berupa temuan penelitian atau gagasan analitis kritis.
2. Dimensi bahsa tulis sebagai alat mempresentasikan hasil pedoman penulis dalam bentuk satuan-satuan makna dan penanda hubungan satuan – satuan makna secara eksplisit.
3. Dimensi sistematika yang dijadikan unsure pembeda antara bentuk karya tulis artikel dengan bentuk karya tulis lain.
4. Dimensi kaidah penulisan yang hars ditaati, baik yang bersifat universal (umum).

2.3 Beberapa Jenis Model Penulisan Artikel

          Model-model tersebut bisa di kelompokkan kepada tingkat kerumitannya. Model yang paling gampang ialah model penulisan populer. Tulisan terkenal biasanya goresan pena ringan yang tidak “njelimet” atau rumit dan bersifat hiburan. Selain itu, bahasa yang dipakai juga cenderung bebas (perhatikan, contohnya bahasa yang dipakai di majalah). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi yang relevan, dan biasa yang di harapkan menjelaskan “ mengapa” atau “bagaimana” suatu kasus itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak (Soesono 1982 :2). Dari aspek bahasa, tentu saja goresan pena ilmiah mensayaratkan bahasa yang baku, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut di kenal dengan penulisan ilmiah terkenal dan merupakan perpaduan penulisan terkenal dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada goresan pena yang bersifat ilmiah, namun di sajikan dengan cara penuturan yang gampang dimengerti (Soesono 1982:6 Creste 2005 : 171). Meskipun bersifat ilmiah (karena menggunakan metode ilmiah), bukan berarti goresan pena yang di hasilkan di tujukan kalangan akode misi. Sebaliknya, artikel ilmiah terkenal di tujukan kepada para pembaca umum, dan kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan populer. Kata-kata terkenal merupakan kata-kata yang akan di pakai dalam komunikasi sahari-hari, sedangkan kata-kata yang biasa di pakai oleh kaum pelajar terutama dalam penulisan ilmiah, pertemuan-peretmuan resm, diskusi-diskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Kepaf 2004 : 105-106).

2.4 Ciri-ciri Penulisan Artikel Ilmiah Yang Baik

1. Reproduktif
maksud yang ditulis oleh penulis diterima dengan makna yang sama oleh pembaca. Maka dari itu penulis harus menggunakan bahasa yang bermakna denotatif supaya terdapat
satu pemahaman dengan pembaca
2. Menggunakan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat dan paragraf.
3. Menggunakan Istilah Keilmuan
artinya penulis harus menggunakan bahasa keilmuwan dalam bidang tertentu sebagai bukti penguasaan penulis terhadap lmu tertentu yang dikuasai.
4. Rasional
artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis, alur pedoman yang lancar dan kecermatan penulisan.
5. Bersifat straightforward atau eksklusif kesasaran
6. Menggunakan kalimat yang efektif

2.5 Langkah-langkah dalam menulis artikel

1. Menguji gagasan
Prinsip paling dasar dari melaksanakan aktivitas menulis yaitu memilih atau memasatikan topik atau gagasan apa yang hendak di bahas. Jika, sudah di tentukan gagasannya, kita bisa melaksanakan sejumlah pengujian.
• Pola penggarapan artikel
Ketika hendak menulis artikel, kita tidak hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Soesono (1982:16-17) memaparkan setidaknya lima contoh yang bisa di gunakan untuk menyajikan artikel tersebut. Pola pemecahannya antara lain:
• Pola pemecahan topik :
Pola ini untuk memcah topik yang masih berada dalam lngkup pembicaraan yang menjadi subtopik / bab yang lebih sempit ligkupnya kemudian di analisa.Pola dan pemecahannya : contoh ini lebih da hulu mengemukakan masalah yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang diberi dengan jelas. Kemudian menganalisa pemecahan masalah yang di kemukakan.
• Pola kronologi : contoh ini menggambarkan topik yang berdasarkan urut-urut dan kejadian yang terjadi.
• Pole pendapat : contoh ini bisa di pakai jikalau penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri perihal topik yang di kerjakan.
• Pola perbandingan : contoh ini membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik dan memperlihatkan persamaan dan perbedaannya. Pola pembandingan paling sering di gunkan untuk menyusun tulisan.
2. Menulis bab pendahuluan
Untuk bab pendahuluan, ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa dipakai (Soesono 1982 : 42). Dengan dari tujuh bentuk pendahuluan sanggup menjadi alternatif untuk mengawali penulisan artikel.
• Ringkasan
Pendahuluan yang berbentuk ringkasan mengemukakan isi goresan pena secara garis besar
• Pernyataan yang menonojol
Pertanyaan yang berisi perihal ketertarikan atau kekaguman supaya bertujuan untuk menciptakan pembaca merasa tertarik
• Pelukisan
Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk menciptakan pembaca ingin tahu / ikut membayangkan bersama penilisan apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel.
• Anekdot
Pembukaan jenis ini menawan alasannya yaitu memberi selingan kepada non fiksi seakan-akan menjadi fiksi
• Pertanyaan
Pendahuluan ini memperlihatkan rangsangan keingintahuan sehingga dianggap pendahuluan yang manis / baik.
• Kutipan orang lain
Pendahuluan berupa kutipan seseorang sanggup eksklusif menyentuh rasa si pembaca, sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel itu
• Amanat langsung
Pendahuluan berbentuk amanat eksklusif kepada pembaca supaya akan terasa lebih erat alasannya yaitu seakan-akan tertuju kepada perorang-orangan.
3. Menulis bab pembahasan atau badan utama
Untuk ini di sarankan bagiannya di pecah menjadi beberapa bab masing-masing di batasi dengan subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan supaya pembaca beristirahat sejeak. Subjudul itu juga bertugas sebagai penyegar, pemberi semangat baca yang gres (Soesono 1982: 46). Oleh alasannya yaitu itu, ada baiknya subjudul tidak di tulis secara kaku.
4. Menutup artikel
Dalam sebuah artikel bab yang memilih yaitu penutup. Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi goresan pena secara keseluruhan, bisa saja berupa saran, imbalan, undangan dan sebagainya (Tartono 2005:88)
5. Pemeriksaan isi artikel
Ketika selesai menulis artikel, hal selanjutnya yang perlu kita lakukan ialah melaksanakan investigasi menyeluruh. Untuk memastikan bahwa goresan pena yang kita hasilkan kita baik, kita harus rajin mengusut goresan pena kita. Untuk memudahkan mengoreksikan artikel, beberapa pertanyaan sanggup membantu kita dalam menjawab. Untuk pembukaan, contohnya apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca? Dapatkah pembaca mulai mengerti ilham yang kita tuangkan ? jikalau goresan pena kita cenderung serius, adakah kata-kata yang tidak sepantasnya dikatakan?
Untuk isi / tubuh, apakah kalimat mendukung sudah benar-benar mendukung pembukaan ? apakah masing-masing kalimat bekerjasama dengan ilham pokok ? dan lain lain. Untuk kesimpulan, apakah mencangkup semua ilham goresan pena ? bagaimana perilaku / tindakan kita terhadap kata-kata dalam kesimpulan yang di buat ? Jika kita memperlihatkan respon “tidak” untuk tiap pertanyaan, berarti kita perlu mengecek / merevisi ulang artikel dengan mengganti dan menulis bab yang salah.
2.6 Jenis-jenis artikel
Dari segi sistematika penulisan dan isinya, artikel ilmiah umumnya sanggup dikelompokkan menjadi dua :
A. Artikel Hasil Penelitian
Artikel hasil penelitian yaitu artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil pedoman atas suatu obyek kajian yang berupa temuan penelitian. Artikel penelitian bukan merupakan bentuk ringkasan pengkreditan dari laporan penelitian, tetapimerupakan hasil kerja penulisan gres yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa, sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penelitian.
Artikel Hasil Penelitian ada 2 macam:
• Hasil penelitian kuantitatif
1. Judul
Judul artikel penelitian dibutuhkan sanggup dengan cepat memperlihatkan citra mengenai penelitian yang telah dilakukan. Perubahan (variable) penelitian dan hubungn antar perubah serta informasi lain yang dianggap penting harus terlibat dalam judul artikel, namun harus dijaga supaya judul artikel tidak terlalu panjang.
2. Nama Penulis.
Pedoman penulisan nama penulis dan alamat penulis untuk artikel konseptual juga berlaku pada artikel hasil penelitian.
3. Abstrak dan kata kunci
Abstrak hasil penelitian secara ringkas memuat uraian perihal masalah dan tujuan penelitian. Topik yang dibahas diutamakan pada hasil penelitian. Abstrak sebaiknya disertai dengan tiga hingga lima kata kunci yaitu istilah yang menggambarkan masalah.
4. Pendahuluan
Bagian pendahulan terutama berisi paparan perihal permasalahan penelitian, wawasan dan rencana penulis dalam kaitannya dengan upaya pemecahan masalah, tujuan, penelitian dan rangkuman kajian teoritis yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penyajian bab pendahuluan dilakukan secara naratif dan tidak perlu pemisahan (secara spesifik) dari sub bab lain.
5. Kajian Pustaka
6. Metode Penelitian
Metode penelitian menguraikan bagimana penelitian dilakukan, dengan materi pokok rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
7. Hasil Penelitian
Bagian hasil penelitian memuat hasil final analisis data, artinya hasil pengujian hipotesis dan penggunaan teknik statistic tidak termasuk dalam bab ini. Penyajian hasil penelitian umumnya dibantu dengan table dan grafik.
8. Pembahasan
Bagian pembahasan merupakan bab terpenting dari artikel hasil penelitian. Penulis dalam bab pembahasan akan menjawab pertayaan-pertanyaan yang telah dikemukakan dalam tujuan penelitian dan menguji tanggapan di dalam hipotesis.
9. Kesimpulan dan Saran
Bagian kesimpulan menyajikan ringkasan dari pembahasan hasil penelitian, namun tetap menyelaraskan dengan tujuan dan hipotesis penelitian.
10. Daftar Pustaka
Bagian pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka hanya sumber pustaka yang benar-benar dirujuk di dalam badan artikel hasil penelitian.
Hasil Penelitian Kualitatif
Sistematika artikel hasil penelitian kualitatifØ
1. Judul artikel hasil penelitian dibutuhkan sanggup dengan cepat memperlihatkan citra mengenai penelitian yang telah dilakukan. Menusli judul artikel dihentikan terlalu panjang.
2. Nama Penulis, Pedoman penulisan nama penulis dan alamat penulis untuk artikel konseptual juga berlaku untuk artikel hasil penelitian.
3. Abstark dan Kata kunci, Abstark hasil penelitian secara ringkas memuat uraian perihal masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan, dan hasil penelitian. Absratk sebaiknya deisertai dengan tiga hingga lima kata kunci yaitu istilah yang menggambarkan masalah yang diteliti.
4. Pendahuluan, Bagian pendahluan terutama berisi paparan perihal permasalahan penelitian, wawasan dan rencana penulis dalam kaitannya denga upaya pemecahan masalah, tujuan, penelitian dan rangkuman kajian teoritis yang brkaitandengan masalah yang diteliti. Penyajian bab pendahuluan dilakukan secara naratif dan tidak perlu pemisahan (secara spesifik) dari sub bab lain.
5. idem
B. Artikel Konseptual
Artikel konseptual yaitu artikel yang ditulis berdasarkan hasil pedoman atas suatu obyek kajian berupa gagasan atau telaah dan analisis kritis. Bahan yang ditulis untuk artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada isi (temuan penelitian, pembahasan temuan, dan kesimpulan yang disajikan secara singkat dan tepat). Kajian pustakan ditempatkan pada bab pendahuluan yang berfungsi sebagai paparan latar belakang masalah dan diakhir dengan rumusan tujuan penelitian.
Penulis dalam menulis artikel konseptual terlebih dahulu mengkaji sumber pustaka yang relevan dengan ermasalahan, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan pedoman penulis. Pemikiran penulis atau pendapat penulis perihal hasil yang dibahas dalam artikel konseptual merupakan bab yang paling penting.
Artikel PopulerØ
Artikel popular yaitu artikel ilmu pengetahuan yang disajikan dengan tmapilan, format, dan bahasa yang lebih lezat dibaca dan dipahami.
Ciri-ciri artkel Populer
1. Gaya bahasa dan sajian tidak terlalu formal
2. Fakta tetap obyektif
3. Dijiwai kebenaran
4. Metode berpikiran keilmuan
5. Lebih banyak menyajikan pandang, gagasan, komentr atau ulasan terhadap suatu permasalahan.
Sistematika isi dalam artikel popular umumnya bebas, begitu juga sistematikanya bersifat umum (pendahuluan, isi, penutup).






BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Artikel ilmiah berisi perihal suatu masalah yang penyampaiannya disertakan bukti dan argumentasi yang mendukung, kemudian diakhiri dengan ringkasan dan kesimpulan. Artikel disajikan dengan bahasa yang relative sederhana, sehingga sanggup dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. Pembuatan artikel ilmiah harus memperhatikan langkah-langkah pembuatan artikel ilmiah yang benar. Tidak hanya sekedar memberikan pendapat tetapi harus mencapai aturan-aturannya.
Jenis-jenis artikel berdasarkan sistematika penulisan dan isinya terbagi atas 2 yaitu:
1. Artikel Hasil Penelitian
2. Artikel Konseptual
Adapun 4 dimensi dari artikel ilmiah itu sendiri terbagi atas :
1. Dimensi hasil pedoman atas suatu obyek kajian yang sanggup berupa temuan penelitian atau gagasan analitis kritis.
2. Dimensi bahsa tulis sebagai alat mempresentasikan hasil pedoman penulis dalam bentuk satuan-satuan makna dan penanda hubungan satuan – satuan makna secara eksplisit.
3. Dimensi sistematika yang dijadikan unsure pembeda antara bentuk karya tulis artikel dengan bentuk karya tulis lain.
4. Dimensi kaidah penulisan yang hars ditaati, baik yang bersifat universal (umum).
3.2 Saran
Adapun kiranya supaya makalah ini sanggup dijadikan suatu tumpuan bagi pembaca terutama mahasiswa pertanian sendiri. supaya lebih memahami apa itu sebetulnya Artikel Ilmiah.


Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com