Wednesday, January 10, 2018

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Kiprah Bahasa Indonesia


“FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI
 BAHASA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI”
MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS BAHASA INDONESIA




 





 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH
(STITAF)




DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL .................................................................................        i
KATA PENGANTAR  ..............................................................................         ii
DAFTAR ISI  .............................................................................................        iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang .........................................................................        1    
1.2.   Rumusan Masalah.....................................................................        2
1.3.   Tujuan ......................................................................................        2

BAB II PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Bahasa dan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) ..................................................................        3    
A.    Pengertian Bahasa ..............................................................        3
B.     Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ....................        4
a.       Pengertian Ilmu pengetahuan...................................        4
b.      Pengertian Teknologi ..............................................       6
2.2.   Fungsi Bahasa Indonesia .........................................................        6
a)      Fungsi bahasa secara umum ....................................        6
b)      Fungsi bahasa secara khusus....................................        8
2.3.   Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK)...................................................................        8
2.4.   Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan IPTEK .......      10


BAB III PENUTUP

3.1.   Kesimpulan...............................................................................      17




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Fungsi bahasa secara umum yaitu untuk komunikasi antar individu maupun antar kelompok, bahasa juga sanggup menjadi alat pemersatu dari sekian banyaknya suku dan budaya. Bisa diambil contohnya bahasa Indonesia dengan bentuk negara yang berpulau-pulau sehingga banyak bermunculan bahasa-bahasa kawasan sehingga orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi biar sanggup mengerti satu sama lain yang bisa mempersatukan mereka. Bahasa juga bisa menerangkan status pendidikan seseorang, tabiat seseorang maupun kesejahteraan suatu kelompok.
Seperti yang sudah dipaparkan diatas bahwa salah satu kiprah bahasa Indonesia yaitu sebagai alat penghubung antar daerah,dan masih banyak lagi kiprah atau fungsi dari bahasa Indonesia menyerupai sebagai alat komunikasi,sebagai alat pembiasaan sosial, sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
Disini kami akan membahas ihwal salah satu fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Suatu kenyataan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi di negara kita ini, sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kepesatan perkembangannya, perlu diimbangi oleh bahasa yang bisa mewadahinya serta yang bisa meneruskan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, baik secara horisontal (kepada generasi yang sama), maupun secara vertikal (kepada generasi yang akan datang).
         Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam kurun globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah gres di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak pribadi memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK.
         Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat sanggup menciptakan pergeseran pada bahasa Indonesia. Apalagi biasanya teknologi informasi (TI) banyak yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar pemrograman. Dalam penerapannya teknologi informasi jarang yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Ini mengakibatkan peralihan dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional. Dilihat dari realitas ini mengakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang positif dan negatif.
1.2  Rumusan Masalah
   1.      Apakah pengertian bahasa secara umum dan berdasarkan para hebat ?
   2.      Apa saja fungsi dari bahasa Indonesia?
   3.      Apakah fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa IPTEK?
   4.      Apa dampak negatif dan positif dari bahasa Indonesia  dalam IPTEK?


1.3  Tujuan
   1.      Untuk memenuhi kiprah kuliah mata pelajaran bahasa Indonesia
   2.      Menambah wawasan ihwal fungsi bahasa Indonesia
   3.      Agar mengetahui dampak dari salah satu fungsi bahasa dalam IPTEK















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Bahasa dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

    A.    Pengertian Bahasa
-        Pengertian Bahasa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Bahasa yaitu sistem lambang bunyi yang arbiter, yang digunakan oleh suatu anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
-        Pengertian bahasa secara umum.
Bahasa sanggup diartikan sebagai ucapan, pikiran, dan perasaan seseorang yang disampaikan secara teratur dan digunakan sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat. Pengertian bahasa juga sanggup dilihat secara simpel dan teknis. Secara praktis, bahasa merupakan salah satu alat komunikasi berwujud sistem bunyi atau goresan pena yang mempunyai makna tertentu,dipahami dan dihasilkan oleh alat ucap manusia. Secara teknis, bahasa merupakan seperangkat ucapan yang bermakna lengkap yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
-          Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli.
Berikut pengertian Bahasa berdasarkan para ahli  :
·         Finoechiaro (1964:8)
Bahasa yaitu sistem simbol vokal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu,atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi dan berinteraksi.
·         I.G.N. Oka dan Suparno (1994:3)
Bahasa yaitu sistem lambang bunyi oral yang arbitrer digunakan oleh sekelompok insan masyarakat) sebagai alat komunikasi.
·         D.P. Tambulan (1994:3)
Bahasa yaitu untuk memahami pikiran dan perasaan,serta menyatakan pikiran dan perasaan.
·         Plato
Bahasa intinya yaitu pernyataan pikiran seseorang dengan mediator onomata(nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan)yang merupakan cermin dari inspirasi seseorang dalam arus udara lewat mulut.
·         Carrol (1961:10)
Bahasa yaitu sistem bunyi atau urutan bunyi vokal yang terstruktur yang digunakan atau sanggup digunakan dalam komunikasi internasional oleh kelompok insan dan secara lengkap digunakan untuk mengungkapkan sesuatu peristiwa, dan proses yang terdapat disekitar manusia.
·         Harimurti Kridalaksana (1985:12)
Menyatakan bahwa bahasa yaitu sistem bunyi bermakna yang dipergunakan untuk komunikasi oleh kelompok manusia.
·         H.G. Browman (1987:4)
Bahasa yaitu suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ ujaran dan didengar diantara anggota-anggota masyarakat,serta menggunakan pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvesional secara arbitrer.

   B.     Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

a.       Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu yaitu pengetahuan ihwal suatu bidang yang disusun secara bersistem berdasarkan metode tertentu, yang sanggup digunakan untuk menerangkan tanda-tanda tertentu di bidang (pengetahuan).
-        Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli di Indonesia.
·         Moh. Hatta: Pengertian ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan atau studi yang teratur ihwal pekerjaan hokum umum, alasannya akhir dalam suatu kelompok problem yang sifatnya sama baik dilihat dari kedudukannya maupun hubungannya.
·         Dadang Ahmad S: Pengertian ilmu pengetahuan yaitu suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga sanggup menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.
·         Mappadjantji Amien: pengertian ilmu pengetahuan yaitu sesuatu yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati dan semesta yang mempunyai paradigma, objek pengamatan, metode, dan media komunikasi membentuk sains gres dengan tujuan untuk memahami semesta untuk memanfaatkannya dan menemukan diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah. 
·         Syahruddin Kasim: pengertian ilmu pengetahuan yaitu pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang pencipta yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawi melalui dimensi hati, akal, nafsu yang rasional empirik dan hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan. 
·         Helmy A. Kotto: Pengertian ilmu pengetahuan yaitu suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri. 
·         Sondang Siagian: ilmu pengetahuan yaitu suatu objek, ilmiah yang mempunyai sekelompok prinsipol, dalil, rumus, yang melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji kebenarannya, dalil-dalil, prinsip-prinsip dan rumus-rumus mana yang sanggup diajarkan dan dipelajari. 
·         Soerjono Soekanto: Pengertian ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu sanggup diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.
·         Abu Bakar: Pengertian ilmu pengetahuan yaitu suatu pendapat atau buah pikiran, yang memenuhi persyaratan dalam ilmu pengetahuan terhadap suatu bidang problem tertentu. 
·         Asle Montagu: Pengertian ilmu pengetahuan dalam bukunya the cultured man yaitu sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengalaman, studi dan percobaan yang telah dilakukan digunakan untuk menentukan hakikat prinsip ihwal hak yang sedang dipelajari. 
·         V.Afayanev: bahwa pengertian ilmu pengetahuan dalam bukunya Marxist Philosophy yaitu pengetahuan insan ihwal alam, masyarakat dan pikiran. 
·         Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag: Dalam bukunya yang berjudul The Fabric of Society, bahwa ilmu mempunyai kriteria empiris, rasional umum, kumulatif, dan keempatnya serentak terpenuhi. 

b.      Pengertian Teknologi
Teknologi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah  metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan, keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
-        Pengertian Teknologi secara umum
Secara umum teknologi sanggup didefinisikan sebagai benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalaui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.
-        Pengertian Teknologi berdasarkan para Ahli
·         Naisbit (2002) Mengutip pengertian teknologi dari random house dictionary, yang menyampaikan bahwa teknologi merupakan sebuah benda yang  juga objek, serta materi dan juga wujud yang berbeda dibandingkan dengan insan biasa.
·         Capra (2004) Mengatakan bahwa teknologi merupakan salah satu pembahasan sistematis atas senni terapan atau pertukangan. Hal ini mengacu pada literature dari Yunani yang menyinggung mengenai teknologi yang berasal dari kata techne yang berarti wacana seni.
·         Saliman dan Sudarsono (1993) Mengatakan bahwa teknologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai pembangunan dan industri.


2.2  Fungsi Bahasa Indonesia
Tanpa bahasa kehidupan insan terasa hampa dan tidak berarti. Melalui kiprah bahasa, insan sanggup menjadikan dirinya menjadi insan berbudi pekerti, cerdik dan bermartabat tinggi. Berdasarkan semua ini, sanggup disimpulkan fungsi bahasa sanggup bibedakan menjadi dua yaitu :
a)      Fungsi bahasa secara umum
1.      Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, insan sanggup bekerjasama dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama insan sebagai makhluk sosial. Manusia sanggup memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat insan menuju kesejahteraan adil dan makmur.
Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan aneka macam adab sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat.
Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang sempurna menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi sanggup memperlihatkan respon yang positif. Akhirnya, sanggup dipahami apa maksud dan tujuannya.
2.       Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri.
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan impian yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam aneka macam tempat dan situasi.
3.      Bahasa sebagai alat integrasi dan pembiasaan sosial.
Yang dimaksud dengan bahasa sebagi alat integrasi dan pembiasaan social yaitu Pada ketika kita menyesuaikan diri kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan menentukan bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Dan Bahasa sebagai alat integrasi digunakan untuk menyatukan aneka macam ragam insan yang mempunyai sifat dan abjad yang berbeda-beda. Bahasa memungkinkan seseorang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya.
4.      Bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Bahasa sebagai Kontrol Sosial, dengan adanya bahasa sanggup memperlihatkan kontrol terhadap perilaku/tingkah laku/sikap yang dilakukan.
Yang menghipnotis sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial sanggup diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat gampang kita terapkan yaitu sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa murka kita.
b)     Fungsi bahasa secara khusus:
1)      Mengadakan kekerabatan dalam pergaulan sehari-hari. Manusia yaitu makhluk sosial yang tak terlepas dari kekerabatan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang  berlangsung sanggup menggunakan bahasa formal dan non formal.
2)      Mewujudkan Seni. Bahasa yang sanggup digunakan untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni khususnya dalam hal sastra. Terkadang bahasa yang digunakan yang mempunyai makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, dibutuhkan pemahaman yang mendalam biar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3)      Mempelajari bahasa kuno. Dengan mempelajari bahasa kuno, akan sanggup mengetahui insiden atau insiden dimasa lampau. Untuk mengantisipasi insiden yang mungkin atau sanggup terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan ihwal latar belakang dari suatu hal.
4)      Mengeksploitasi IPTEK. Pengetahuan yang dimiliki oleh insan akan selalu didokumentasikan supaya insan lainnya juga sanggup mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan insan itu sendiri.


2.3  Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Bahasa merupakan budaya dari masyarakat yang berfungsi sebagai alat komunikasi. Bahasa dan masyarakat yaitu dua hal yang saling berpengaruh. Apabila suatu masyarakat berkembang dengan baik, maka bahasa akan berkembang dengan baik, Dengan demikian sanggup dikatakan, bahwa suatu bahasa akan berkembang dengan baik apabila masyarakat pemakainya memperlihatkan perhatian positif. Sebaliknya, apabila masyarakat mengacuhkan atau melupakan bahasa, maka bahasa itu akan musnah atau setidaknya bahasa itu sulit berkembang.
Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk memberikan informasi dengan cepat dan sekecil-kecilnya, sehingga kita sanggup menguasai ilmu tersebut.
Pada ketika ini, Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masih tertinggal jikalau dibandingkan dengan di negara-negara maju menyerupai negara-negara di Eropa dan Amerika. Karena bahasa Inggris berkembang secara seimbang dengan ilmu pengetahuannya, maka penggunaan bahasa pengantar pada buku-buku yang digunakan dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pun banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia yang perkembangannya tak seimbang dengan perkembangan budaya masyarakatnya. Oleh alasannya itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum sanggup berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.
Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, salah tafsir atau makna ganda sedapat mungkin dihindari lantaran kata yang digunakan umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang digunakan sederhana dan tanpa basa-basi.
Di samping itu, kejelasan tuturan ditandai dengan urutan keterangan yang saling bekerjasama dan gampang dipahami oleh pembaca, yaitu :
-     Ringkas, bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan uraian yang padat, tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim, lebih-lebih yang tidak dikenal umum.
-     Lengkap, bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya ihwal maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah kasatmata atau tidak perlu diulang-ulang atau diberi tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada. Sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan.
-     Sederhana, ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
-     Keutuhan dan Unity yang sanggup dilihat dari kekerabatan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan, sehingga keseluruhan kekerabatan yang baik dan logis tetap tampak. 
-     Keruntutan atau Coherence, yang berarti adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini sanggup dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu sanggup diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya. 
-     Tidak menggunakan Implikatur, suatu hal gres diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunakan implikasi menyerupai yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari.
-     Inferensi, yang akan mungkin dibentuk oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca.
-     Disediakan ringkasan isi biar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca.
-     Proposisi yang diciptakan diubahsuaikan dengan tingkat pengetahuan pembaca.
-     Ketelitian, merupakan ciri khas ilmu pengetahuan dan teknologi. Ciri ini kita temukan pula dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan.
 Apabila seluruh ciri-ciri di atas dipergunakan dalam suatu karangan ilmiah, ditambah dengan adanya metode penelitian yang cocok dengan materi yang diteliti, maka karangan itu akan tampak canggih bagi pembaca. Oleh lantaran itu, penulis tidak perlu takut apabila bahasa yang dipergunakan tidak indah, tidak muluk-muluk, dan tidak selalu menggunakan istilah gres yang merupakan padanan kata dari bahasa asing.
2.4  Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan IPTEK
Ditinjau dari segi usia, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang masih muda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional gres pada tahun 1928 yang ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. semenjak itu pula nama Indonesia digunakan sebagai nama tersebut, yang sebelumnya dikenal dengan bahasa Melayu. Setelah Indonesia merdeka, bahasa Indonesia itu dijadikan bahasa negara, menyerupai sanggup dibaca pada UUD 1945, pasal 36. ini berarti bahwa, sebagai bahasa negara bahasa Indonesia gres lahir pada tahun 1945, bersamaan dengan disahkannya UUD 1945.
Suatu kenyataan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi di negara kita ini, sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kepesatan perkembangannya, perlu diimbangi oleh bahasa yang bisa mewadahinya serta yang bisa meneruskan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, baik secara horisontal (kepada generasi yang sama), maupun secara vertikal (kepada generasi yang akan datang).
Untuk itu, pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk materi pembahasan seyogyanya ditulis dengan gaya karya ilmiah, atau ilmiah populer. Penyajian karya ilmiah terkenal tidak memerlukan skemata atau pengetahuan yang rumit ihwal segala sesuatu yang dibahas. Ilmu pengetahuan dan teknologi sanggup disajikan dengan bahasa yang jelas, dengan mempergunakan istilah yang lazim digunakan dalam masyarakat umum. Nadanya informatif, diselingin banyak humor biar menarik bagi pembaca.
Orang awam biasanya tidak tertarik kepada istilah yang terlalu khusus dan terdengar aneh. Mareka ingin sesuatu yang biasa-biasa saja, yang sudah ada di dalam masyarakat. Apabila di dalam masyarakat ada istilah yang sanggup dipergunakan untuk merujuk pada suatu konsep ihwal pengetahuan dan teknologi, maka hendaklah istilah itu dipakai. Apabila tidak ada istilah yang sesuai dengan konsep itu, maka hendaklah mengambil istilah yang sudah ada, yang maknanya hampir sama atau mendekati istilah yang dimaksud.
Penggunaan istilah gres sebagai pengganti istilah asing, memang seyogyanya mendapatkan perhatian khusus dari para penulis karangan ilmiah. Namun pengembangan penggunaan selanjutnya sangat bergantung kepada keberanian istilah gres itu dalam masyarakat. Kata canggih misalnya, kini sudah memasyarakat dengan baik. Salah satu alasannya mungkin lantaran kata sophisticated yang semula dipergunakan sebelum kata ”canggih” dilakukan, belum begitu banyak dipergunakan oleh penulis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata-kata politik, sukses, dan stop, contohnya sudah merupakan kata serapan yang sangat mapan. Namun kata gres yang berasal dari kata-kata tersebut tidak semuanya menerima penerimaan yang sama di kalangan masyarakat. Kata menyetop sudah lazim digunakan secara umum, demikian juga kata memolitikkan. Namun kata menyukseskan masih bersaing dengan kata mensukseskan tanpa ada tanda-tanda yang mana yang akan tersingkir, menyerupai hanya dengan kata mempolitikkan.
Begitu pula dengan kecendrungan sementara orang untuk menggunakan istilah-istilah yang kurang cocok untuk karangan ilmiah, menyerupai penggunaan akhiran –an, untuk kata apa, dan cepat juga sanggup dihilangkan.
Dalam bahasan Indonesia, untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, telah tumbuh peristilahan, ungkapan dan semantik. Menciptakan istilah mengharuskan penghayatan ilmu yang bersangkutan dan pemahaman bahasa yang secukupnya. Di sini kita temukan perpaduan antara cara cipta dan cita rasa. Ada banyak istilah yang kita ciptakan hanya dengan membubuhkan awalan dan akhiran. Kata larut misalnya, sanggup kita turunkan menjadi melarut, larutan, pelarut, pelarutan, dan kelarutan. Kita pun sanggup menggali dari khasanah bahasa Indonesia. Sebagai contoh, kita sudah lama tidak mempunyai istilah untuk padanan kata steady flow, tetapi kita kini sanggup mengIndonesiakannya menjadi aliran lunak. Penggunaan dari bahasa Inggris to sense kini banyak yang dihubungkan dengan teknologi mutakhir, yaitu cara merekam permukaan bumi dari setelit. Untuk itu, kini kita gunakan mengindera dan selain itu sanggup pula kita turunkan seperangkat kata, menyerupai pengeinderaan, penginderaan jauh, teknik pengeinderaan dan pengindera.
Bentuk lain, penuturan bahasan Indonesia sebagai bahasa IPTEK, yang merupakan padankan dari bahasa asing, contohnya kata engineering sanggup dipadankan dengan kata rekayasa. Dari kata rekayasa sanggup diciptakan kata perekayasaan, merekayasa, teknik merekayasa, rekayasa genetika, dan sebagainya.
Belakangan ini ada anggapan dari kebanyakan orang, bahwa bahasa Indonesia tidak sanggup diringkas. berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh Purwo Hadijojo, yang difokuskan pada perbandingan judul karya ilmiah dalam bahasa Inggris Ground Water for Irrigation dalam bahasa Indonesia sanggup diterjemahkan dengan jumlah kata yang relatif sama, yaitu air tanah untuk irigasi, ada juga judul karya ilmiah dari bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih pendek, yaitu The Economic Value of Ground Water dalam bahasa Indonesia Nilai Ekonomi Air Tanah. Namun demikian, ada juga yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih panjang Modern well Design dalam bahasa Indonesia Perencanaan sumur Bor Masa Kini.

2.5  Dampak Positif dan Dampak Negatif Bahasa Indonesia dalam IPTEK
Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam kurun globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah gres di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak pribadi memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat sanggup menciptakan pergeseran pada bahasa Indonesia. Apalagi biasanya teknologi informasi (TI) banyak yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar pemrograman. Dalam penerapannya teknologi informasi jarang yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Ini mengakibatkan peralihan dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional. Dilihat dari realitas ini mengakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang positif dan negatif.
1.      Dampak Positif perkembangan bahasa Indonesia yang ditimbulkan  akibat dari perkembangan teknologi.
-        Mailing list yaitu tukar menukar pesan atau diskusi melalui email secara   elektronik. Diskusi yang dilakukan bisa berupa artikel. Pengaruh positif terhadap perkembagan bahasa Indonesia yaitu dalam penulisan artikel pengguna akan menggunakan bahasa Indonesia dan menerapakan kaidah penulisan artikel sehingga artikel yang dihasilkan akan gampang dibaca atau dipahami oleh pembaca.
-        Semakin diperkaya dengan aneka macam konsep gres dari luar yang kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, atau jikalau menemui kesulitan, kata-kata asing yang mengandung konsep gres itu kita ambil alih dan kita sesuaikan dengan bahasa kita, dengan kata lain menjadi kata serapan.
-        Masyarakat yang berbudaya menginginkan keteraturan dalam segala hal, termasuk dalam bahasanya. Bahasa diusahakan ditata dengan hukum yang baik sehingga tidak mengurangi makna dan tingkat keindahannya, yang pada jadinya sanggup mengganggu kiprahnya sebagai alat komunikasi. Itu sebabnya kita selalu dianjurkan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar "baik" dalam pemilihan kata-kata, dan "benar" dalam penataan kata-kata dan ucapannya. Dengan perkembangan teknologi visual, pengucapan bahasa Indonesia akan lebih teratur dan memudahkan pengguna bahasa dalam pengucapan kata-kata yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa EYD.
-        Penyiar gosip membawakan acaranya dengan bahasa yang baik termasuk intonasinya akan menghipnotis pemirsa yang menyaksikan program tersebut di TV. Teknologi yang digunakan banyak serap pemirsa sehingga penyebaran bahasa Indonesia semakin berkembang dan sanggup diterima.
-        Pengaruh global teknologi akan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Pertukarang informasi dari bahasa asing (terutama bahasa Inggris) mempunyai imbas terhadap bahasa Indonesia yang tidak sanggup dibendung lagi. Contoh information menjadi informasi. 
-        Mempermudah penyampaian bahasa Indonesia dengan perkembangan multimedia kepada semua pihak, baik berupa pembinaan maupun berupa pengajaran.
-        Pengaruh teknologi menghipnotis moral masyarakat, bila moral masyarakat baik dalam mendapatkan informasi, maka tutur bahasa yang dikeluarkan akan menghasilkan turur bahasa yang baik dan benar.
-         Dalam bidang pendidikan, maka ketika ini sudah dimungkinkan untuk berguru jarak jauh (e-learning) dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas kiprah yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya sudah sanggup dilakukan. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas ihwal pembelajaran bahasa Indonesia di balik paradigma pembelajaran tradisional, artinya berguru bahasa Indonesia tidak hanya dari penyampai guru/dosen semata-mata melainkan dari pesatnya teknologi.
-        Cyber university/virtual university mempunyai dampak positif yaitu dimana dengan cyber university sanggup menghubungkan beberapa universitas untuk sharring resources, untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas bersama tertutama penggunaan bahasa Indoneisa serta tidak adanya batasan wilayah.
Cyber university/virtual university adalah sebuah aplikasi gres bagi internet. Cyber university atau virtual university mempunyai karakteristik yang scalable, yaitu sanggup menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Cyber university/virual university merupakan format distance learning yang memperlihatkan gelar (degree kepada pesertanya). Menggunakan komputer dan jaringan komputer (internet) untuk melaksakan fungsinya. 
-     Teleconference yaitu sanggup mempertemukan orang-orang dari jarak jauh melalui tampilan bunyi dan gambar secara langsung/real-time. Jelas bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam media tersebut sebagai alat penyampaian komunikasi bahasa secara cepat walaupun jaraknya berjauhan. 
-     Arus globalisasi yang didukung teknologi informasi ikut memacu perkembangan bahasa Indonesia, terutama dalam persiapan memasuki tatanan kehidupan dunia yang baru. Tatanan kehidupan dunia yang gres telah membuka lembaran gres dalam kehidupan umat manusia. Kehadiran teknologi informasi (seperti telepon, faksimile, dan internet) dengan kemampuan daya jangkau yang sanggup menerobos batas ruang dan waktu telah melahirkan keterbukaan sehingga dunia ini bagaikan sebuah desa global. Teknologi informasi itu menggunakan bahasa sebagai pengantar maka dalam media itu terpajang aneka macam macam bahasa dunia. 
-     Memanfaatkan kembali variasi kosakata (bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing) oleh penutur bahasa (kata-kata usang) dan menghidupkan kembali kata-kata tersebut. Hal tersebut terjadi lantaran semakin banyaknya bahasa asing menghipnotis bahasa Indonesia akhir perkembangan teknologi.
-     Pengaruh teknologi informasi dalam aneka macam bidang, menyerupai penciptaan mesin penerjemah dalam dunia media elektronik, memang di satu sisi membawa dampak positif yaitu untuk memudahkan pekerjaan alih bahasa.
-     Mengangkat bahasa Indonesia kejenjang dunia atau tingkat internasional. Dengan teknologi internet terutama dalam pembuatan web atau blog atau artikel menggunakan bahasa Indonesia, maka akan dilihat oleh pengguna internet (user) ihwal situs tersebut yang menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu penduduk Indonesia merupakan penduduk terpadat ke lima didunia.

2.      Dampak Negatif
-        Mempengaruhi pola berpikir masyarakat Indonesia yaitu masyarakat yang konsumtif dan ingin tau serta   suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya aneka macam perubahan pada aneka macam peralatan elektronik. Hal ini sangat berdampak jelek terhadap pola berpikir masyarakat. Dewasa ini perkembangan pada teknologi dan komunikasi kuat pada anak di bawah umur. Maraknya jejaring sosial yang ada menciptakan mereka terjerumus dalam pertemanan yang buruk. Apalagi adanya insiden kejahatan melalui media jejaring sosial. Anak-anak biasanya belum bisa membedakan mana yang baik dan jelek bagi mereka.
Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita disajikan dengan aneka macam siaran yang kurang bermanfaat dari membuatkan media elektronik.
-        Hilangnya budaya Tradisional dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menciptakan hilangnya budaya anak-anak bermain permainan tradisional. Anak-anak kini cenderung lebih menyukai permainan berbasis online daripada bermain di lapangan. Permainan online yang digemari sering menciptakan anak lupa waktu dan tidak tertarik pada pelajaran sekolah. Orang bau tanah harus bisa mengontrol dan mengawasi anak supaya tidak mengubah pola pikiran mereka kearah yang negatif.
-        Banyak menjadikan aneka macam kerusakan Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan sumber istilah dan kosakata namun akhir-akhir ini, bahasa Indonesia mengalami transisi atau perubahan. Penggunaan bahasa gaul sangat diminati oleh masyarakat. Dengan semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,maka informasi, juga komunikasi di Indonesia pun sudah berkembang. Di kurun globalisasi pada masa kini ini, kita harus bisa mengenal dan memahami aneka macam perkembangan IPTEK, namun masih banyak yang kurang memahami dengan perkembangan bahasa Indonesia secara keseluruhan. Perkembangan IPTEK memperlihatkan arti yang sangat positif, tidak sedikit pula yang membawa dampak negatif. Kita juga tidak mengetahui kapan bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa yang universal.



















BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Bahasa yaitu sistem lambang bunyi yang arbiter,yang digunakan oleh suatu anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,berinteraksi,dan mengidentifikasikan diri. Ilmu yaitu pengetahuan ihwal suatu bidang yang disusun secara bersistem berdasarkan metode tertentu, yang sanggup digunakan untuk menerangkan tanda-tanda tertentu di bidang (pengetahuan). Teknologi yaitu metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan, keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Bahasa Indonesia juga mempunyai fungsi yang dibagi menjadi dua  yaitu fungsi umum dan fungsi khusus yaitu:
a.       Fungsi umum:
1.        Bahasa sebagai alat komunikasi
2.        Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
3.        Bahasa sebagai alat integrasi dan pembiasaan sosial
4.        Bahasa sebagai alat kontrol sosial
b.      Fungsi khusus:
1.    Mengadakan kekerabatan dalam pergaulan sehari-hari.
2.    Mewujudkan Seni.
3.    Mempelajari bahasa kuno.
4.    Mengeksploitasi IPTEK.
Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk memberikan imformasi dengan cepat dan sekecil-kecilnya, sehingga kita sanggup menguasai ilmu tersebut. Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, salah tafsir atau makna ganda sedapat mungkin dihindari lantaran kata yang digunakan umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang digunakan sederhana dan tanpa basa-basi.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat sanggup menciptakan pergeseran pada bahasa Indonesia. Apalagi biasanya teknologi informasi (TI) banyak yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar pemrograman. Dalam penerapannya teknologi informasi jarang yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Ini mengakibatkan peralihan dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional. Dilihat dari realitas ini mengakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang positif dan negatif.
DAFTAR PUSTAKA

Andriawan, Krispratomo. 2010. Peran Bahasa Indonesia dalam IPTEK. (online). Tersedia : aciknadzirah.blogspot.com/search?q=bahasa-indonesia-dalam-ilmu-pengetahuan (06 Desember 2015/10:43)
aciknadzirah.blogspot.com/search?q=bahasa-indonesia-dalam-ilmu-pengetahuan   ( 06 Desember 2015/10:38)
aciknadzirah.blogspot.com/search?q=bahasa-indonesia-dalam-ilmu-pengetahuan   (06 Desember 2015/11:20)








Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com