Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan salah satu moment untuk merefresh ingatan ihwal sejarah panjang perjalan dunia pendidikan kita di Indonesia. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggungjawab orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan ibarat dosen dan guru tetapi sejatinya pendidikan menjadi tanggung jawab pendidik, masyarakat dan pemerintah yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Bentuk tanggung jawab tripusat pendidikan merupakan suatu sistem yang saling menopang.
Terselenggaranya pendidikan yang berkualitas membutuhkan kerja sama diantara ketiganya masyarakat bertanggungjawab terhadap terselenggaranya pendidikan dilingkungannya dalam lingkup paling sederahana yakni lingkup keluarga, pemerintah bertanggungjawab atas terselenggaranya pendidikan diseluruh tingkatan baik secara hirarki pemerintahan maupun secara tingkatan sekolah formal dan nonformal. Pendidik sebagai ujung rombak terlaksananya pendidikan bertanggungjawab atas terselenggaranya pendidikan ditingkat intitusi masing-masing.
Hari Pendidikan Nasioanal bagi seorang pendidik menjadi salah satu moment menumbuhkan motivasi dalam melaksanakan penemuan dan mengupdate ilmunya dalam melaksanankan tanggungjawabnya mencerdaskan anak bangsa. Selain itu moment hardiknas juga menyimpan keinginan bagi segenap pendidik terutama yang masih berstatus sebagai tenaga honorer dan diupah jauh dari kata layak.
Tantangan terbesar pendidik sampai hari ini yakni “Bagaimana menyiapkan generasi yang penerus bangsa yang berkarater”. Evolusi generasi berlangsung sangat cepat sehingga pendidik tidak punya pilihan lain selalin menyesuaikan dengan tuntutan zaman.
Kompetensi yang harus dimiliki guru milenial dalam milenial dalam menghadapi generasi z : (1) Melek teknologi; (2) Memahami huruf generasi Z; (3) Menguasai materi; (4) Menguasai media pembelajaran; (5) Mengajar menyenangkan. (Thyna)
Sumber aciknadzirah.blogspot.com