Showing posts with label Mitra Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Mitra Kuliah. Show all posts

Thursday, September 28, 2017

Mobile Learning

Salah satu tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan generasi bangsa, sehingga pendidikan semenjak dini harus ditanamakan dalam setiap generasi muda ketika ini. oleh lantaran itu untuk mencapai tujuan tersebut perlua adanya seni administrasi jitu yang sanggup dilakukan oleh setiap pendidik biar sanggup memotivasi dan memberi wangsit kepada penerima didik kita untuk mencapai tujuan tersebut.


salah satu seni administrasi yang sanggup dilakukan biar penerima didik pada generasi kini yaitu dengan memakai pembelajaran M-Learning dimana kemudahan atau sarana M-Learning tersebut hampir semua sudah dimiliki oleh generasi zaman sekarang, apa lagi pada jenjang Sekolah Menengan Atas hingga Perguruan tinggi. sehingga pembelajaran ini sangat cocok apa lagi dengan adanya seni administrasi M-Learning ini sanggup memanjakan penerima didik dalam belajar, alasannya yaitu sanggup dilaksanakan dan diakses dimana dan kapan saja.


dalam pembahasan ini salah satu pola pembelajaran M-Learning yaitu berbasis anroid yang diyakini sanggup dengan gampang di saluran dan dipelajari oleh penerima didik yang isinya terdiri dari KI/KD, Materi dan evaluasinyapun sanggup di atur oleh para pendidik biar sanggup diakses secara online demi memudahkan antara guru dan penerima didik. adapun pola aplikasinya sanggup diakses DISINI



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, September 25, 2017

Peran Islam Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Sekarang ini niscaya sudah tidak aneh lagi dengan istilah “Generasi Millennial”, generasi dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi tersebut menciptakan para pengguna internet mengandalkan media umum sebagai kawasan mendapat informasi, media umum telah menjadi sumber utama gosip bagi masyarakat. Indonesia telah dikenal sebagai negara yang lebih banyak didominasi penduduknnya beragama islam. Sebagai agama yang moderasi, islam berperan dalam kehidupan generasi millennial di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat.


            Islam merupakan agama yang memperhatikan segala aspek kehidupan. Segala yang diatur merupakan perintah dari Allah SWT. Islam ialah agama yang moderat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, moderat ialah selalu menghindarkan sikap atau pengungkapan yang ekstrem; kecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah.[1] Berarti karakteristik anutan islam ialah keseimbangan. Dapat diamati bahwa islam berada dijalan tengah antara sesuatu yang berlebihan atau kurang.


Nielsen melaksanakan riset terhadap 30000 responden yang mempunyai saluran internet memadai. Respon tersebut berasal dari enam puluh Negara di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Utara, serta Timur Tengah. Nielsen  mencatat, pertumbuhan penetrasi perangkat mobile di kota-kota besar Indonesia mencapai 88%.[2] Gaya hidup yang berbahaya sangat menempel dengan kecanggihan internet ini. Sekarang ini, tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai agresi kejahatan. Apalagi perkembangannya yang sangat luar biasa ini menciptakan bermunculan pandangan gres baru yang berakhir pada masalah penipuan. Namun tak sedikit juga yang sanggup memakai internet dengan baik.


Dalam Al-Qur’an surat Al-Imron ayat 190 hingga 191, ayat tersebut menjelaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam islam untuk dipelajari dan dimiliki. Peran islam yang pertama ialah Aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Aqidah islam harus dijadikan dasar segala konsep maupun aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kini telah banyak umat islam yang mengikuti Negara barat mulai dari gaya hidup, hingga pandangan hidup dan konsep ilmu pengetahuan. Generasi kini ini pun banyak yang mengagumi kebiasaan-kebiasaan Negara barat. Dengan menimbulkan aqidah islam sebagai dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sanggup distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur Al-Qur’an dan Hadits.  Tentunya dilarang bertentangan dengan keduanya.


Syariat islam harus dijadikan standard pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketentuan halal dan haram wajib dijadikan tolok ukur standard pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apabila telah dihalalkan oleh syariat islam, maka ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut boleh dimanfaatkan. Sebaliknya, apabila telah diharamkan oleh syariat maka ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dilarang dimanfaatkan. Banyak pola yang menjelaskan bahwa orang barat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak sesuai dengan syariat atau nilai agama. Misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti atau yang sering disebut sebagai bayi tabung. Hal tersebut mungkin telah menjadi hal biasa atau bahkan menjadi kebiasaan bagi bangsa barat. Jelas hal itu sangat bertentangan dengan syariat atau nilai agama islam. Disinilah harus ditegakkan syariat agama islam dalam membuatkan ilmu pengetahuan dan teknologi semoga sesuai dengan perintah Allah SWT dan jauh dari larangan-Nya.              Ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih memperlihatkan berkah untuk kesejahteraan insan apabila disertai dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dan sebaliknya, tanpa dasar iman dan taqwa, ilmu pengetahuan dan teknologi sanggup disalah gunakan pada tujuan yang merusak dan mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Maka integrasi iman dan taqwa dan juga ilmu pengetahuan dan teknologi harus diupayakan dalam format yang yang sempurna sehingga keduanya berjalan seimbang dan mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat.[3]


Islam ialah agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Peranan islam dalam kehidupan kini yang serba berteknologi ini ialah dengan menimbulkan aqidah sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tentunya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Dan menimbulkan syariat islam sebagai standard pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan itu harus diikuti dengan keimanan dan ketaqwaan semoga menjadi hasil keterampilan insan yang dilandasi dengan Al-Qur’an dan Hadits.


[1]               https://jagokata.com/arti-kata/moderat.html (diakses pada 20 November 2018, pukul 08.34)


[2]               https://www.kominfo.go.id/content/detail/8566/mengenal-generasi-millennial/0/sorotan_media (diakses pada 20 November 2018, pukul 20.08)


[3]               http://yono133.student.unidar.ac.id/2014/07/peran-islam-dalam-perkembangan-iptek.html?m=1 (diakses pada 21 November 2018, pukul 10.23)



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, September 24, 2017

Pentingnya Zikir Dalam Pengendalian Emosi

BAB I PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang


Zikir merupakan ibadah hati dan verbal yang tidak mengenal batasan waktu dan merupakan amal perbuatan yang sangat diutamakan . Bahkan Allah menyifati ulil albab, ialah mereka mereka yang senantiasa, menyebut Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk, bahkan pada dikala berbaring. Imam Nawawi menyatakan bahwa yang lebih utama yaitu dilakukan bersamaan di verbal dan dihati. Jika harus salah satunya, maka zikir hatilah yang lebih utama. Pada hakikatnya, orang yang sedang berzikir ialah orang yang sedang berafiliasi dengan Allah.


Dengan banyak banyak berzikir kepada Allah, hati akan menjadi hening dan jauh dari kegelisahan. Dengan hati  yang hening maka kita akan terjauh dari hasutan saitan yang mempengaruhi emosional ke arah yang negatif dan bisa mengendalikan emosional. Emosi ialah perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara geolak fisiologis dan sikap yang tampak. Emosi banyak bentuknya menyerupai kesedihan, amarah, rasa takut, malu, terkejut dan emosi yang positif ialah kenikmatan, cinta, kebahagiaan. Dengan zikir atau mengingat Allah maka hatinya penuh dengan kegembiraan, wajahnya tampak berbinar binar dan penuh dengan cahaya.


B. Rumusan dilema       :



  1. Apa yang kau ketahui dengan pengertian zikir ?

  2. Apa yang kau ketahui ihwal kematangan emosi ?

  3. Apa saja bentuk bentuk zikir ?

  4. Apa saja keutamaan dari zikir ?

  5. Bagaimana kekerabatan zikir dengan pengendalian emosi yang negatif?


C. Tujuan Penulisan :



  1. Dapat mengetahui dan memahami pengertian ihwal zikir dan emosi.

  2. Dapat mengetahui dan memahami bentuk bentuk dan keutamaan zikir.

  3. Dapat mengetahui dan memahami kekerabatan zikir dengan pengendalian emosi.


 


BAB II Pembahasan


A. Pengertian Zikir


Zikir berasal dari kata dz4ka4ra, yadzkuru, dzikr, yang artinya menuturkan, mengatakan, mengingat, dan menyebut.  Menurut Syehk Ali ad- Daqqaq yang dikutip oleh Joko S. Kahhar dan Gilang Vita Madinah mengatakan,  “ Zikir ialah tiang penopang yang sangat kuat atas alam menuju Allah. Sungguh zikir ialah landasan bagi thariqat itu sendiri. Tidak ada seorangpun yang sanggup mencapai Allah kecuali mereka yang dengan terus menerus berzikir kepadaNya. Banyak ayat Al quran yang berisi perintah Allah semoga insan senantiasa berzikir mengingatNya salah satunya diantaranya adalah


Surat An-Nisa‟ ayat 103: Artinya Maka apabila kau telah menuntaskan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kau telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu ialah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.[1]


zikir ialah landasan bagi thariqat itu sendiri Seseorang yang senantiasa mengajak latian orang lain untuk kembali kepada Allah akan memerlukan dan melaksanakan zikir yang lebih dari seorang muslim biasa. Karena pada dasarnya, ia ingin menghidupkan kembali hati mereka yang mati.[2]


B. Pengertian Emosi


Perkembanga emosi seseorang sanggup di pengaruhi oleh lingkungan. Pola pikir setiap orang berbeda beda dan mempunyai karakteristik masing masing. Emosi ialah suatu keadaan yang kompleks meliputi perubahan perubahan yang disadari dan suatu keadaan yang kompleks dari organisme menyerupai tergugahnya perasaan yang disertai perubahan perubahan dalam organ badan yang sifatnya luas. [3] Kematangan emosi ialah kondisi dimana seseorang bisa mendapatkan kondisi dengan timbulnya suatu emosi yang sesuai dengan keadaan dirinya tanpa berlebihan dan meledak ledak.orang yang mempunyai kematangan emosi akan bisa berfikir kritis.


Ciri ciri orang yang mempunyai kematangan emosi:



  1. Tidak meledakkan emosinya di hadapan orang lain namun menunggu waktu dan kawasan yang lebih tepat untuk menyatakan emosinya.

  2. Berfikir kritis sebelum melaksanakan sesuatu dengan emosional.

  3. Bisa memberikan reaksi emosionalnya dengan stabil.[4]


Bentuk bentuk emosi berdasarkan Daniel Goleman (1995) dalam M. Ali dan M. Ansori mengidentifikasi sejumlah emosi yaitu:


1.Amarah. Bisa dalam bentuk brutal, mengamuk,kesal, gampang tersinggung,   jengkel, murka besar dll.


2.Kesedihan. Bisa dalam bentuk  muram, sedih, pedih, depresi, kesepian, putus asa,dll.


3.Rasa takut. Bisa dalam bentuk  cemas, takut, gugup, khawatir, dll.


4.Kenikmatan. Bisa dalam bentuk  kebahagiaan, riang gembira, riang puas,terhibur, besar hati dll.


5.Cinta. Bisa dalam bentuk  persahabatan, kepecayaan, hormat, kasmaran, kasih sayang dll.


6.Terkejut. Bisa dalam bentuk terkesiap, takjub, terpana.


7.Jengkel. Bisa dalam bentuk hina, jijik, uak, mual dll.


8.Malu. Bisa dalam bentuk  rasa bersalah, aib hati, kesal hati, menyesal dll.[5]


Faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi:


1.Perubahan jasmani



  1. Perubahan contoh interaksi dengan orang tua

  2. Perubahan interaksi dengan teman sebaya

  3. Perubahan pandangan luar.[6]


C. Bentuk Zikir


Ibnu Atta, seorang sufi yang menulis kata kata pesan yang tersirat membagi zikir menjadi 3 penggalan yaitu:


1.Zikir jali


Yaitu perbuatan mengingat Alloh dalam bentuk ucapan verbal yang mengandung arti pujian, rasa syukur, dan doa kepada Alloh Swt. Zikir ini biasanya dilakukan oleh orang awam, dilakukan dengan ucapan yang terperinci untuk menuntun hati semoga tetap mengingat Alloh.


2.Zikir khafi


Yaitu zikir yang dilakukab dengan khusuk oleh ingatan hati baik di sertai zikir lisab ataupun tidak. Orang yang sudah bisa melaksanakan zikir khafi maka akan selalu merasa dalam hatinya ada kekerabatan dengan Alloh dan selalau merasa ada Alloh dimana dan kapan saja.


3.Zikir haqiqi


Yaitu zikir yang dilakukan dengan seluruh jiwa dan raga, lahiriyyah dan batiniyyah.dan dilakukan dimana dan kapan saja dengan memperketat diri untuk menjauhi hal hal yang tidak boleh Alloh. Untuk bisa melaksanakan zikir ini butuh dilakukan latian mulai zikir jali sapai zikir khafi.[7]


Dalam sebuah hadis di jelaskan bahwa orang orang jago bashirah telah di bukakan hatinya, dan memepercayai zikir merupakan amal perbuatan yang paling utama. Zikir mrmpunyai 3 lapisan yaitu zikir verbal , zikir hati, zikir lubuk hati.  Zikir verbal dan hati harus selaras sehinnga hati selalu berzikir dan bisa masuk kelapisan ke tiga yaitu zikir lubuk hati. Zikir lubuk hati yaitu zikir yang benar benar sudah mengakar dan bersemi di dalam hati yang paling dalam.[8]


D. Keutamaan Zikir


Banyak ayat Al Alquran yang menjelaskan ihwal keutamaan zikir salah satunya Q.S Al Baqoroh ayat 152: Artinya alasannya itu, ingatlah kau kepada-Ku pasti saya ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kau mengingkari (nikmat)-Ku.


Berhubungan dengan ayat ini, Tsabit AL-banani pernah berkata:”Aku percaya bilamana Allah SWT ingat kepadaku” beberapa orang yang mendengarpun terkejut, kemudian bertanya:”bagaimana Anda bisa mengetahuinya?”Maka ia menjelaskan:”Setiap kali saya ingat kepada-Nya( berzikir)Ia pun akan ingat kepadaku.”[9]


Keutamaan zikir secara umum banyak sekali diantaranya:


1.Terlindungi dari ancaman godaan setan


Setan akan melaksanakan banyak sekali cara untuk mengasut insan semoga lalai terhadap perintah Alloh sehingga insan menjadi jauh bahkan melupakan apa yang diperintahkan dan selalu melaksanakan hal hal yang di benci Alloh. Namun apabila kita selalau berzikir kepada Alloh maka kita akan terbebas dari godaan setan.


2.Tidak gampang mengalah dan putus asa


Hidup di dunia memang tidak bisa lepas dari dilema masalah. Tapi bersama-sama dilema kasus yang di berikan kepada insan ialah bentuk ujian  bagi manusia. Orang yang tidak mengingat Alloh (banyak berzikir) sering kali frustasi bahkan menyalahkan keadaan. Berbeda dengan orang yang selalu berzikir ia akan mengambil hikah di balik semua dilema yang menimpanya.[10]



  1. Zikir sebagai pembersih hati


Alloh membuat insan dari tanah yang nerupakan kehinaan dan kekotoran manusia. Seperti yang di jelaskan dalam Al quran surah Al Mu’minun ayat 12:


ô‰s)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7’s#»n=ß™ `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ



  1. dan Sesungguhnya Kami telah membuat insan dari suatu saripati (berasal) dari tanah.


Ayat di atas menunjukkan bahwa insan di ciptakan dari tanah, maka sifat kemanusiaan insan bisa menjadi kotor oleh alasannya itu insan ingin menafikkan kekotorannya dengan selalu akrab dengan Alloh.



4.Zikir sebagai penenang hati


Salah satu fugsi zikir ialah memeberi ketenagan dan ketentraman. Pada dasarnya insan hidup untuk mencari ketenangan yang sempurna. Hal ini tidak bisa terlepas dari hati. Maka dari itu kalau ingin mendapatkan ketenangan dan ketentraman  maka hati harus hening .[11]




  1. Hubungan Zikir dengan Pengendalian Emosi yang Negatif


Seperti yang di jelaskan di atas, zikir sangat kuat untuk mengontrol emosi manusia, zikir dipakai untuk selalu mengingat kepada sang Pencipta. Ketenangan dan ketentraman juga didapat kalau kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Alloh. Manusia yang tidak mengamalkan zikir dalam hidupnya, maka akan lebih gampang di hasut setan yang membuat insan tidak bisa mengendalikan emosi yang negatif bahkan akan semakin jauh dari Alloh dan selalu melaksanakan hal hal yang tidak boleh agama. Yang lebih parahnya lagi ia akan selalu merasa sial dalam hidupnya, merasa tidak senang dan akan gampang mengalah dan frustasi kalau mendaptkan masalah.



BAB III PENUTUP


A.  Kesimpulan


zikir ialah landasan bagi thariqat itu sendiri. Orang yang berzikir berarti orang tersebut sedang berafiliasi dengan Allah SWT. Tidak seorang pun yang bisa mencapai Allah tanpa ia berzikir alasannya zikir sendiri ialah mengingat, menyebut nama Allah.


Emosi ialah suatu keadaan yang kompleks meliputi perubahan perubahan yang disadari dan suatu keadaan yang kompleks dari organisme menyerupai tergugahnya perasaan yang disertai perubahan perubahan dalam organ badan yang sifatnya luas. Kematangan emosi ialah kondisi dimana seseorang bisa mendapatkan kondisi dengan timbulnya suatu emosi yang sesuai dengan keadaan dirinya tanpa berlebihan dan meledak ledak.orang yang mempunyai kematangan emosi akan bisa berfikir kritis.


Zikir sangat kuat bagi pengendalian emosi seseorang. Orang yang selalu mendekatkan diri dengan berzikir maka ia akan selalu merasa hening dan tentram dalam hatinya, dengan demikian bentuk emosi yang ada pada dirinya ialah yang positif. Namun sebaliknya, kalau seseorang yang jauh dari Allah maka hatinya akan di penuhi dengan kegelisahan yang membuat emosi yang ada pada dirinya ialah bentuk emosi negatif.


B. Saran


Saya menyadari bahwa goresan pena saya masih jauh dari kata sempurna, kedepannya saya akan lebih berusaha lagi untuk membuat makalah yang lebih baik lagi. Untuk itu saya meminta kritik dan saran dari para pembaca guna perbaikan makalah ini.


 


 


Daftar Pustaka


Qomariyah, F.2014.Dzikir dan Fungsi Dzikir. http://digilib.uinsby.ac.id/521/5/Bab%202.pdf. diakses pada tanggal 26 Oktober 2018


Adam, S.Kematangan Emosi. http://etheses.uin-malang.ac.id/2609/6/06410028_Bab_2.pdf. diakses pada tanggal 26 Oktober 2018


2012.Pengertian kematangan emosi, ciri-ciri, cara mencapai, faktor yang mempengaruhi,aspek terlengkap. http://www.sepengetahuan.co.id/2017/12/pengertian-kematangan-eosi-ciri -ciri-cara-mencapai-faktor-yang-mempengaruhi-aspek.html. diakses pada tanggal 20 November


Prastio,Yhuga.2012.Karekteristik perkebangan emosi, nilai,moral, dan sikap cukup umur dihubungkan dengan proses belajar. http://chatroks.blogspot.com/2010/11/karekteristik-perkembangan-emosi-nilai.html?m=1.di saluran pada tanggal 20 November 2018


Nurhayati, DF.2016” Landasan Teori Dzikir ”  http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf.diakses pada tanggal 20 November 2018


Al Ghazali, Imam . 1996.Teosofia Al quran.Surabaya:Risalah Gusti.


Al ghozali. 1994. Rahasia Zikir dan Doa.Surabaya:Karisma.



[1]DF Nurhayati,” Landasan Teori Dzikirhttp://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf,(diakses pada tanggal 26 Oktober 2018 pkl 03.00)


[2] F Qomariyah,”Dzikir dan Fungsi Dzikirhttp://digilib.uinsby.ac.id/521/5/Bab%202.pdf (diakses pada tanggal 26 Oktober 2018 pkl 10.00)



[3] S Adam,”Kematangan Emosi” http://etheses.uin-malang.ac.id/2609/6/06410028_Bab_2.pdf, (diakses pada tanggal 26 Oktober 2018 pkl 11.00)


[4]Pengertian kematangan emosi, ciri-ciri, cara mencapai, faktor yang mempengaruhi,aspek terlengkap”http://www.sepengetahuan.co.id/2017/12/pengertian-kematangan-eosi-ciri -ciri-cara-mencapai-faktor-yang-mempengaruhi-aspek.html,(diakses pada tanggal 20 November 2018 pkl 07.08)


[5] S Adam,”Kematangan Emosi” http://etheses.uin-malang.ac.id/2609/6/06410028_Bab_2.pdf, (diakses pada tanggal 26 Oktober 2018 pkl 11.05)


[6] Yhuga Prastio,”Karekteristik perkebangan emosi, nilai,moral, dan sikap cukup umur dihubungkan dengan proses belajar”http://chatroks.blogspot.com/2010/11/karekteristik-perkembangan-emosi-nilai.html?m=1, (di saluran pada tanggal 20 November 2018 pkl.6.48)


[7] DF Nurhayati,” Landasan Teori Dzikir ”  http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf,(diakses pada tanggal 20 November 2018 pkl 09.30)


[8] Imam Al Ghazali,Teosofia Al quran(Surabaya:Risalah Gusti,1996),hal 63


[9] Al ghozali, Rahasia Zikir dan Doa(Surabaya:Karisma,1994),hal13


[10] DF Nurhayati,” Landasan Teori Dzikir ”  http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf,(diakses pada tanggal 20 November 2018 pkl 09.30)


[11] F Qomariyah,”Dzikir dan Fungsi Dzikirhttp://digilib.uinsby.ac.id/521/5/Bab%202.pdf (diakses pada tanggal 20 November 2018 pkl 12.00)




Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, September 18, 2017

What Is Broken Home ? How Is Impact And Solution For Pshycist’S Childs?

             Keluarga harmonis, penuh kehangatan dan kasih sayang merupakan harapan dari setiap orang, mereka saling mengembangkan dengan tulus, tampa diminta dan tampa pamrih.  Keluarga yaitu daerah ternyaman yang pertama dan utama, daerah membagi rasa dan mengadu aneka macam hal, sedih, susah, senang, kecewa, bahagia, gagal, dan sukses. Mereka yang selalu menunjukkan pelukan hangat, dengan ajaibnya segala rasa yang menyesakkan akan hilang seketika ketika kita berada dalam pelukan hangat itu.


            Bagi semua orang keluarga ialah hal yang teramat penting nomor satu. Dari ayah dan ibu yang saling mengasihi terlahir belum dewasa yang merupakan anugerah terbesar Tuhan yang telah diberikan kepada mereka. Dan dari sana, lahir lah kewajiban orang renta untuk menjaga anak-anaknya, memenuhi kebutuhan lahiriyah dan batiniyah salah satunya yaitu keutuhan dan kehangatan sebuah keluarga.


            Namun sayang, berjuta keluarga di dunia memliki alur dan dongeng yang tak sama. Banyak yang namanya “kegagalan berumah tangga”. Sebagian dari keluarga itu yang awalnya baik-baik saja seiring dengan berjalannya waktu timbul ‘cek-cok’ permasalahan ini dan itu yang alhasil mengakibatkan perdebatan tak berujung, kekerasan dalam rumah tangga ataupun perceraian. Hal ini yang biasanya umum disebut sebagai “BROKEN HOME”.


            “Broken Home” sangat luas sekali didefinisikan kalau dilihat dari aneka macam persoalan yang ada. Lalu disini penulis akan sedikit menunjukkan pemahaman wacana Apa  itu broken home? sebelum membahas imbas dan solusinya. Istilah broken home sendiri sanggup diartikan ‘broken=pecah’ dan ‘home=rumah’ bukan berarti rumah yang pecah ya gays! Tapi broken home ialah suatu keadaan dimana sebuah keluarga tidak harmonis, setiap anggota keluarga tidak menjalankan kiprahnya dengan baik dan benar. Broken home sanggup digolongkan menjadi dua. Pertama, yakni ketika orang renta sudah berpisah baik salah satu orangtuanya meninggal ataupun keduanya sudah bercerai. Kedua, kedua orang renta masih ada dan bahkan tinggal di bawah atap rumah yang sama namun interaksi didalam keluarga tersebut sangat kurang dan bahkan sanggup dikatakan buruk. Salah satu atau beberapa dari anggota keluarga saling hirau dan tak peduli.


Nah, wacana diatas sudah sanggup menunjukkan pemahaman apa itu broken home. Lalu sanggup kita analisa sendiri bahwa pihak yang paling dirugikan disini yaitu seorang anak. Berikut beberapa dampaknya :



  1. Perkembangan mental


Anak akan menjadi sangat ketakutan apabila sering melihat kedua orang tuanya bertengkar dihadapannya, saling membentak ataupun hingga melaksanakan kekerasan fisik, terlebih pada anak yang belum berakal balig cukup akal sehingga sanggup saja sanggup mengakibatkan sebuah trauma.



  1. Perkembangan emosi


Seorang anak akan menyerupai haus perhatian ia akan mencari-cari perhatian entah salah atau benar caranya dan ia pun juga  menjadi sangat agresif. Tidak sanggup dipungkiri bahwa beliau juga akan membenci orang tuanya sendiri.



  1. Perkembangan cara berpikir


Dalam keadaan ini, seorang anak jarang berpikir sehat, ia akan gampang tertekan, depresi bahkan frustasi. Ia akan selalu merasa pesimis pada hidupnya.



  1. Perkembangan kepribadian


Ada dua hal, sanggup saja anak akan menjadi langsung yang pemurung dan minder atau. Sebaliknya, berperilaku bandel pada orang lain. Terseret pada pergaulan yang tidak benar dan bahkan pemakaian obat-obatan terlarang.



  1. Perkembangan sosial


Sang anak akan sangat sulit untuk membuka diri dan bergaul, terutama pada anak wanita sanggup saja sangat tidak percaya diri atau sebaliknya, ia akan sangat bernafsu pada seorang laki-laki. Pada umumnya, anak dalam situasi ini akan sulit menyesuaikan diri pada lingkungan.


Dari segala uraian diatas, sesudah mengetahui arti dan imbas dari broken home yang sanggup dikatakan sangat memprihatinkan, ada beberapa solusi yang sanggup dilakukan :



  1. Pendalaman agama

  2. Setiap orang renta tidak bersifat egois dan kekanak-kanakan sehingga sanggup menghindari pertengkaran di depan sang anak

  3. Membangun interaksi dengan anak,

  4. Mendidik dan membimbing anak dengan aneka macam acara yang positif

  5. Memberikan kasih sayang yang cukup baik dari orang renta sendiri atau orang terdekat di sekitarnya.

  6. Selalu mengajak positive thingking di segala situasi, semoga anak tak selalu meratapi diri

  7. Memberikan pengertian dan perhatian yang ekstra


Demikian goresan pena ini semoga bermanfaat….


By : Dewi Nur Syafitri



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, September 11, 2017

Peran Guru Menghadapi Revolusi Industri 4.0







Pada kemajuan zaman ketika ini semakin usang mengalami kemajuan yang sangat pesat salah satunya pada masa revolusi industri 4.0 yang ketika ini berkembang terutama pada hal teknologi digital. Siapa sih yang tidak tahu wacana teknologi digital di masa kini ini terutama pada gadget? Tentunya hal ini tidak absurd lagi di kalangan baik pada kalangan pemuda, pada kalangan orang bau tanah bahkan anak usia dasarpun sudah sangat paham dan mengerti wacana hal teknologi digital ibarat gadget, dan lain-lain. Kemampuan yang mereka miliki dalam suatu teknologi yang ada ketika ini. Sudah sangat cepat dalam menyebar dan meluas terutama dikalangan remaja. Tidak sanggup dipungkiri bahwa segala gosip yang didapat mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan masyarakat semoga selalu mengikuti jaman.





Kemajuan dan perubahan zaman ibarat ini tidak bisa kita hindari lagi alasannya ialah hal tersebut tentunya dikalangan luas sudah bermetamorfosis ibarat kebutuhan pokok, sehingga dalam hal ini sangat perlu persiapan sumber daya insan yang harus siap dan harus bisa bersaing dengan dunia luar perihal hal tersebut. Perubahan revolusi ini bisa kita rasakan sendiri bahwa hal ini sangat besar lengan berkuasa pada dunia perusahaan, dunia industri, dan dunia komunikasi. Namun rupanya tak hanya itu, masa revolusi industri 4.0 ini juga berkembang sangat pesat pada dunia pendidikan mulai dari sistem pembelajaran di sekolah atau kampus, pembahasan pembelajaran, materi pembelajaran, soal-soal pembelajaran untuk akseptor didik kini telah tersedia dalam basis e-learning atau online. Bagaimana cara semoga penerus Indonesia berhasil bersaing pada masa revolusi industri 4.0 ini? Tentunya diharapkan tenaga pengajar baik guru maupun dosen yang bisa bersaing kreatif, aktif dan kritis. Keahlian yang dimiliki guru maupun dosen harusnya meliputi segala aspek pembelajaran yang nantinya akan menjadi bekal untuk bekerja serta mendidik para cerdik balig cukup akal menjadi generasi muda yang berkualitas dan maju untuk bangsa dan juga negara.






Pada masa revolusi industri 4.0 ini guru juga dituntut untuk menguasai perihal segala perubahan model pembelajaran yang ada pada dunia pendidikan. Namun tentunya tak hanya guru, akseptor didik yang dituntut aktif kreatif dan kritis sehingga tidak hingga ketinggalan zaman berbagai fakta di lapangan seorang pendidik yang masih saja memakai model pembelajaran usang sehingga jikalau dibandingkan dengan pada masa ini akan terkesan membosankan dan banyak juga alasannya ialah sulitnya jalan masuk pada tempat tertentu sehingga banyak forum pendidikan yang sangat kurang dalam hal teknologi. Hal itu dipicu juga alasannya ialah kurangnya kurangnya akomodasi yang memadai sehingga secara tidak pribadi hal tersebut memperbesar kemungkinan guru dan siswa menjadi gaptek atau gagap teknologi. Karena intinya di masa revolusi industri 4.0 ini profesi guru makin kompetitif untuk mendukung siswa.






Tak hanya itu pengajar baik guru maupun dosen juga harus menawarkan penanaman atau pengarahan bagi siswa atas pengaruh apa saja yang terjadi pada masa revolusi industri 4.0 ini alasannya ialah setiap keadaan yang ada niscaya mempunyai sisi nyata dan negatif masing-masing. Sisi nyata dan negatif yang ditimbulkan sangatlah besar lengan berkuasa di masa kemajuan zaman ketika ini. Contoh sisi nyata yang ditimbulkan guru dan juga siswa sanggup memperoleh segala gosip dengan cepat dan sempurna sehingga mempermudah suatu aktivitas pembelajaran. Sedangkan dari sisi negatif yang ditimbulkan guru dan juga siswa harus menyaring suatu gosip yang di dapat, dari kepastian, keakuratan dan kebenaran suatu informasi.





Oleh : Gisca Kurnia Putri



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, September 10, 2017

Pendidikan Tidak Mesti Harus Di Sekolah


Kegiatan perkemahan A PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya selama 3 hari semenjak hari jumat 5 april sampai 7 april 2019 yang bertempat di Lembah Giri Wonosalam, Jombang . Kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga yang mendidik anaknya di rumah tanpa disekolahkan pada suatu forum atau instansi (home scholling). Alasan dari salah satu orang renta mendidik anak di rumah alasannya yakni mereka ingin anaknya lebih fokus berguru pada sesuatu yang diminati sesuai kemampuannya.





Kegiatan perkemahan juga salah satu cara dalam mendidik anak di alam terbuka. Anak sanggup berguru lebih banyak dari aktivitas perkemahan, contohnya menjelajah. Dari menjelajah sang anak secara tidak eksklusif dilatih untuk mempunyai mental yang pemberani dalam menghadapi tantangan yang akan diterima di masa depan. Selain dilatih untuk berani, sang anak juga dilatih untuk memikirkan dan mengambil resiko terhadap sesuatu yang dilakukan.





Selain menjelajah dalam aktivitas perkemahan, juga ada permainan dalam tim dan individu. Dari permainan, sang anak dilatih untuk berhubungan dan tolong menolong serta dilatih untuk sanggup menumbuhkan perilaku jujur.





H. Arif Eko Wahyudi, dosen pengampu mata kuliah pramuka menyampaikan “dengan berkemah 3 aspek dalam pendidikan bisa didapatkan. Diantaranya afektif, kognitif, dan psikomotorik. Berkemah juga termasuk pendidikan. Pendidikan atau aktivitas berguru mengajar tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas, bahkan 3 aspek tersebut didapatkan secara eksklusif dengan berkemah, maka itulah sebetulnya istilah pendidikan” jelasnya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Thursday, September 7, 2017

Budaya Konsumerisme Dan Nyampah Orang Indonesia


Konsumsi merupakan acara yang niscaya dilakukan oleh insan sebagai makhluk hidup, baik konsumsi pangan atau benda, maupun jasa. Lantas ada apa dengan budaya konsumsi orang Indonesia ? orang Indonesia ketika ini, terbiasa hanya menjadi konsumen, menikmati hasil produksi orang atau negara lain, padahal, apabila kita terlalu bergantung dengan produk negara lain yang mana kita tidak punya kendali terhadapnya, kita seperti candu dan terjajah oleh negara lain yang bisa memproduksi barang dengan mandiri.





Memang, dalam memproduksi suatu hal, sangat diharapkan kreatifitas untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Selain kreatifitas, dibutuhkan administrasi yang baik untuk bersaing dengan kompetitor lain. Saat ini kita terlalu dimanjakan dengan teknologi yang ada, gadget yang setiap hari kita gunakan hampir semuanya hasil produksi luar negeri menyerupai China, Korea, Jerman, dan lain-lain. Selain ponsel pintar, kita juga mengimpor berbagai produk luar negeri, menyerupai laptop, televisi, sepeda, kendaraan beroda empat dan peralatan rumah tangga mulai dari penanak nasi, kulkas, sampai hal kecil lainnya.





Kita ialah negara yang besar, bangsa yang besar, mempunyai sumber daya alam yang melimpah, dan sumber daya insan yang banyak. Potensi kita menjadi negara maju sangat besar, tergantung SDM kita, kalau SDM kita terusbermanja-manja dan berpangku tangan, terlebih generasi mudanya, lantas siapa yang akan memajukan negara tercinta kita ini. Ketika generasi mudanya sibuk berbelanja hal yang gotong royong tidak diperlukan, sibuk bermain game online tanpa tahu waktu, sibuk men-scroll ponsel, berselancar di medsos tanpa tujuan, menghujat menjadi netizen maha benar, generasi mudanya sibuk memikirkan status pasangan, sibuk baper sendiri.





Bagaimana budaya konsumsi di Indonesia ? orang Indonesia sering sekali membeli atau mengkonsumsi hal-hal yang tidak perlu, hanya sebatas ingin. Contohnya membeli baju, tas, sepatu mengikuti tren yang ada, membeli barang untuk menjaga gengsi, semoga tidak dibilang ketinggalan zaman, pergi ke tempat-tempat bergengsi yang tidak ada manfaatnya. Padahal tiap barang yang telah kita pakai, niscaya turun kualitas dan harganya. Dan seringkali hanya menjadi sampah, padahal persoalan sampah di seluruh Dunia ketika ini sangat urgent, Sampah yang ada ketika ini sudah sangat banyak, dan terus bertambah dari hari kehari, terlembih jumlah sampah plastik yang bertambah, namun sangat susah dikurangi, alasannya ialah sifat plastik yang tidak gampang hancur, plastik membutuhkan waktu setidaknya 700 tahun bahkan satu kala untuk sanggup terurai.





Selain permasalahan sampah dari acara konsumsi, bukan belakang layar lagi kalau kesadaran orang Indonesia dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan masih sangat minim, sanggup kita lihat, banyak sampah awut-awutan dijalan-jalan, di fatwa sungai, disudut-sudut gedung, ruiang, di dalam suatu angkutan umum dan masih banyak lagi. Sering kita lihat, banyak orang yangsetelah mengkonsumsi sesuatu, membuang sampahnya begitu saja, gotong royong apa susahnya membuangnya di kawasan sampah, membawa sampah sementara waktu bila tidak menemukan kawasan sampah.





Ketika sampah dibuang ke sungai, bukankah yang akan menerima efek buruknya ialah insan sendiri, sungai menjadi dangkal, alirannya mampet, ketika hujan air meluap dan membanjiri lingkungan. Sampah itu, selain dibuang padatempatnya, seharusnya dibedakan sesuai jenisnya, guna untuk mempermudah dalam mengolahnya. Sampah berair yang terkummpul, sanggup dijadikan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Sampah elektronik yang berupa logam sanggup diolah kembali menjadi alat elektronik yang baru, begitu pula sampah plastic, dan sampah lainnya.





Semoga kesadaran orang Indonesia dalam hal kpnsumerisme semakin meningkat dan memacu menjadi produsen. Juga kesdaran dalam kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah.





Oleh : Arikah Mayari (2B)



Sumber aciknadzirah.blogspot.com