Thursday, January 18, 2018

√ Makalah Konsep Dasar Geografi


KONSEP DASAR GEOGRAFI

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Geografi
Menurut Eratosthenes,geografi berasal dari dua kata,yaaitu geo yang diartikan bumi dan grafi yang diartikan gambaran. Secara harfiah, geografi sanggup diartikan sebagai sebuah ilmu yang menggambarkan, menjelaskan, atau pertanda wacana bumi. Erastotenes merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi sebagai sebuh bidang ilmu yang mempelajari wacana lingkungan. Atas jasanya tersebut, Erastotenes dianggap sebagai peletak dasar ilmu geografi. (Nur Wahyudi dan Tri Haryanto, 2006)
Geografi yakni ilmu yang mempelajari  tentang fenomena yang ada di permukaan bumi, baik yang berupa fisik maupun yang menyangut kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Menurut Prof. Bintarto (1981), geografi yakni ilmu yang mempelajari kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
Geografi juga mempelajari wacana seluruh sifat-sifat dan gejalagejala yang mungkin muncul di permukaan bumi yang mungkin mengalami perubahan dikarenakan sifat yang tidak statis, selalu berubah sesuai dengan keadaan yang ada, ibarat cuaca atau iklim serta kesuburan tanah yang tidak selamanya akan ibarat kini ini. Hal ini sesuai dengan pandangan Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980) yang menyatakan bahwa Geografi yakni deskripsi dan klarifikasi yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya wacana hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Pendapat Vernor E. Finch dan Glen Trewartha diperkuat oleh pendapat hebat lainnya yang menyatakan bahwa geografi yakni suatu ilmu yang bisa menjelaskan wacana sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional. (Hartshorne, 1960)
Namun ada juga yang menyampaikan bahwa geografi merupakan suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi (Claudius Ptolomaeus). Pendapat ini sanggup juga dikatakan benar lantaran permukaan bumi ini sanggup dilihat dengan memakai peta yang merupakan hasil penyajian dari bumi ini. Selain peta, bola dunia juga sanggup dijadikan sebagai hasil penyajian dari permukaan bumi.
Sehingga dari pernyataan-pernyataan di atas sanggup disimpulkan bahwa geografi yakni suatu ilmu yang mempelajari, menggambarkan, menjelaskan, atau pertanda wacana fenomena baik sifat maupun tanda-tanda yang ada di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan selalu berubah yang sanggup disajikan dalam bentuk peta maupun bola dunia. 

2.2  Ruang Lingkup Geografi
Sebutan geografi sebagai ilmu pengetahuan cukup banyak, antara lain:
1)      Geografi sebagai ilmu holistik yang mempelajari fenomena di permukaan bumi secara utuh menyeluruh;
2)      Geografi yakni ilmu analitis dan sintesis, yang memadukan unsur lingkungan fisikal dengan unsur manusia; dan
3)      Geografi yakni ilmu wilayah yang mempelajari sumberdaya wilayah secara komprehensif.
Tiga sebutan geografi tersebut yang menjadi landasan untuk membahas kajian geografi yang bisa merespon permalasalahan lingkungan yang berdimensi lokal sampai global. Pertanyaan pemandu untuk mengetahui ruang lingkup kajian Geografi pada umumnya adalah:
a)      Apa (what),
b)      Dimana (where),
c)      Berapa (how long/how much),
d)     Mengapa (why),
e)      Bagaimana (how),
f)       Kapan (when),
g)      Siapa (who). (Widoyo Alfandi, 2001)
Pertanyaan pemandu yang mencerminkan bahwa geografi itu yakni holistik, sintesis dan kewilayahan yakni sebagai berikut:
a)      Apa, dimana dan kapan (what, where and when)
Pertanyaan ini menuntun kita untuk mengetahui fenomena geografis dan distribusi spasialnya pada suatu wilayah, serta kapan terjadinya.
b)      Bagaimana dan mengapa ( how and why)
Pertanyaan ini bersifat analitis untuk mengetahui sistem, proses, perilaku, ketergantungan, organisasi spasial dan interaksi antar komponen pembentuk geosfer.
c)      Apakah dampaknya (what is the impact)
Pertanyaan bersifat analistis, sintesis untuk mengevaluasi fenomena geografi yang mengalami perubahan baik oleh proses alam maupun oleh hasil interaksi antara insan dengan lingkungan alamnya.
d)     Bagaimana seharusnya (how ought to )
Pertanyaan ini menjurus ke sintesis dan penilaian untuk pemecahan permasalahan lingkungan suatu wilayah dan memperlihatkan keputusan dalam pengelolaan sumberdaya dan lingkungan.
Rhoad Murphey merumuskan tiga pokok ruang lingkup studi geografi, yaitu sebagai berikut:
  1. Persebaran dan keterbatasan penduduk di muka bumi dengan sejumlah aspek keruangan serta bagaimana insan memanfaatkanya.
  2. Interaksi antara insan dan lingkungan fisik merupakan salah satu belahan dari keragaman wilayah.
  3. Kajian terhadap region atau wilayah.

Berdasarkan pengertian geografi yang telah di jelaskan sebelumnya memperlihatkan bahwa yang dipelajari dalam geografi ternyata sangat luas. Oleh lantaran itu, perlu adanya batasan yang menjadi ruang lingkup bahasan geografi. Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari 3 bagian. yaitu sebagai berikut:

  1. Geografi Fisik
Geografi fisik menyangkut keadaan lingkungan alam di luar insan ibarat gejala-gejala alam di geosfer yang meliputi atmosfer. litosfer, hidrosfer, dan biosfer, Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu wacana bumi serta wacana proses-proses fisik yang terjadi darat, laut, dan udara yang besar lengan berkuasa pada kelangsungan hidup manusia.
  1. Geografi Sosial
Aspek lingkungan sosial meliputi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan acara insan di dalam ruang, yang meliputi acara sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan yang lainnya, acara ekonomi untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, dan budayanya yang mencerminkan perkembangan kemampuan insan berupa hasil aliran insan dalam bentuk karya cipta. Dengan demikian sanggup dikatakan bahwa geografi (geografi manusia) mempelajari pengaruh acara insan terhadap lingkungan dan pengaruh lingkungan terhadap manusia,
  1. Geografi Regional
Geografi regional mempelajari topik atau bahasan khususnya yang meliputi suatu kawasan atau wilayah tertentu. Geografi regional merupakan bahasan yang menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun sosial.

2.3   Tujuan Geografi
Secara umum, tujuan geografi sanggup dibedakan menurut 3 aspek sebagai berikut:
1.   Aspek pengetahuan
Dalam aspek pengetahuan, geografi bertujuan untuk:
a.       Mengembangkan konsep dasar geografi yang berkaitan dengan referensi keruangan dan prosesnya;
b.      Mengembangkan pengetahuan, peluang dan keterbatasan sumber daya alam untuk dimanfaatkan;
c.       Mengembangkan konsep dasar geografi yang terkait dengan lingkungan sekitar dan wilayah negara atau dunia.
2.   Aspek keterampilan
Dalam aspek keterampilan, geografi mempunyai tujuan yaitu:
a.       Mengembangkan keterampilan mengamati lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan binaan;
b.      Mengembangkan keterampilan untuk mengumpulkan dan mencatat data atau warta yang berkaitan dengan aspek keruangan;
c.       Mengembangkan keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan, dan hasil-hasil dari interaksi aneka macam tanda-tanda geografis.
3.   Aspek sikap
Sebagai sikap, geografi bertujuan untuk:
a.       Menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan sekitar;
b.      Mengembangkan sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan hidup;
c.       Mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan dalam pemanfaatan sumber daya;
d.      Mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya;
e.       Mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.

2.4     Konsep Dasar Geografi
Konsep yakni pengertian dari sekelompok fenomena/gejala-gejala, sehingga sanggup digunakan untuk menggambarkan aneka macam gejala/fenomena yang sama. Dalam Seminar Lokakarya IGI Semarang mengemukakan 10 konsep esensial (dasar) geografi, yaitu:
1.             Konsep Lokasi
Yaitu letak atau tempat dimana salinan dari fenomena geografi terjadi. Letak tersebut dibedakan menjadi beberapa letak menurut tinjauan tertentu, di antaranya:
a)      Letak absolute: Letak suatu tempat ditinjau dari letak astronomis (lintang dan bujur). Contoh Indonesia terletak antara 950 BT-1410 BT dan 60LU-110LS.
b)      Letak relatif: Letak suatu tempat ditinjau dari tempat yang lain. Contoh Indonesia berada di antara benua Asia dan Australia.
2.    Konsep Jarak
Yaitu ruang atau sela yang sanggup menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep jarak dibagi menjadi dua yaitu:
a)      Jarak diktatorial atau jarak mutlak: ruang atau sela antara dua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran anjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dsd. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak bisa berubah-ubah. Contoh jarak antara kota A dan B yakni 150 km.
b)      Jarak relatif: ruang atau sela antara dua tempat dengan pertimbangan tertentu misal waktu, aksesibilitas dan biaya. Contoh: Jarak antara kota A dan B ditempuh dengan waktu 3 jam memakai kendaraan bermotor.
3.    Konsep Keterjangkauan
Yaitu jarak yang bisa dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada jarak saja tetapi juga tergantung pada sarana prasarana penunjang. Contoh: untuk menuju Semarang lebih gampang dari Solo di banding dari Karimunjawa, lantaran sarana dan prasarana transportasi Solo-Semarang lebih mudah.
4.    Konsep Pola
Yaitu bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau insiden di permukaan bumi, baik tanda-tanda alam maupun tanda-tanda social. Contoh: Pola permukiman di pegunungan menyebar, referensi permukiman di pantai sesuai garis pantai.


5.       Konsep Morfologi
Yaitu konsep yangmenjelaskan wacana struktur luar dari batu-batuan yang tersusun membentuk morfologi permukaan bumi ibarat pantai, dataran tingggi, dataran rendah, pegungungan, lembah, dsb. Contoh: Jakarta merupakan dataran rendah sedangkan Bandung merupakan dataran tinggi.
6.    Konsep Aglomerasi
Yaitu suatu fenomena yang terkelompok menjadi satu bentuk atau struktur. Misalnya pengelompokan industry, pengelompokan permukiman.
7.    Konsep Nilai Kegunaan
Yaitu nilai suatu tempat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda dilihat dari fungsinya. Misalnya: tempat wisata mempunyai manfaat yang berbeda.
8.    Konsep Interaksi dan Interdependensi
Yaitu konsep yag memperlihatkan keterkaitan dan ketergantugan satu kawasan dengan kawasan lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. Misalnya: Kota membutuhkan hasil pertanian sedangkan di desa membutuhkan pakaian sehingga saling membutuhkan.
9.    Konsep Deferensiasi Areal
Yaitu fenomena yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya atau kekhasan suatu tempat. Misalnya, di pantai penghasil garam sedangkan pertanian daratan tinggi penghasil sayuran.
10.   Konsep Keterkaitan Keruangan (Asosiasi)
Yaitu memperlihatkan derajat keterkaitan antar wilayah, baik mengenai alam atau sosialnya dan mendorong terjadinya interaksi sebab-akibat antar wilayah. Misalnya: Lalu-lintas di sekitar Jakarta selalu macet lantaran adanya mobilitas penglaju (pekerja) yang rumahnya di pinggiran Jakarta (Bodetabek) tetapi bekerja di Jakarta.

2.5     Implementasi Konsep Geografi Dalam Kehidupan Masyarakat
Implementasi geografi yakni berupa hasil studi geografi yang sanggup digunakan untuk membantu masyarakat dalam memecahkan duduk kasus sosial yang berkaitan dengan lingkungan. Contoh: di Indonesia sebagian penduduknya bermata pencaharian di sector pertanian, oleh lantaran itu sector pertanian menduduki tempat paling penting di negeri ini.




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan mengenai geografi di atas sanggup disimpulkan bahwa geografi yakni suatu ilmu yang mempelajari, menggambarkan, menjelaskan, atau pertanda wacana fenomena baik sifat maupun tanda-tanda yang ada di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan selalu berubah yang sanggup disajikan dalam bentuk peta maupun bola dunia. Ruang lingkup geografi merupakan semua hal yang ada di permukaan bumi baik berupa sifat, gejala, maupun fenomena alam dan sosial di suatu wilayah. Tujuan geografi sanggup dibedakan sesuai aspek-aspek tertentu, sepeti aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam konsep dasar geografi ada 10 macam kosep yaitu konsep lokasi, jarak, keterjangkauan, pola, morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, interaksi dan interdependensi, deferensiasi areal, dan keterkaitan keruangan (asosiasi). Kosep dasar geografi mempunyai pengaruh (implementasi) positif dan negatif dalam kehiduan masyarakat.

3.2  Saran
Kita sebagai makhluk sosial, khususnya sebagai calon guru sangat penting untuk mengetahui aneka macam aspek bahasa, lantaran kita akan selalu memakai bahasa dalam bekerjasama dan berkomunikasi kepada murid maupun kepada masyarakat. Sehingga kita sanggup memakai bahasa yang sesuai dengan keadaan dan situasi yang akan kita temui.







DAFTAR PUSTAKA
Bintarto, 1981. Suatu Tijauan Filsafat Geografi dalam Seminar Peningkatan Relevansi Metode Penelitian Geografi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Nuzula, Yorsi. 2009. Konsep-konsep Dasar Geografi. (Online) Http://Konsep-konsep-dasar-geografi. Diakses pada 06 Maret 2016
Seminar lokakarya (Semlok) IGI. 1988. Konsep-konsep Dasar Geografi. Semarang
Wahyudi, Nur dan Tri Haryanto. 2006. Geografi Kelas X SMA/MA. Klaten: Cempaka Putih
Widoyo Alfandi. 2001. Epistemologi Geografi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press



Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com