KONSEP DASAR EKONOMI KOPERASI
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekonomi dan Koperasi
1. Pengertian Ekonomi
Ekonomi berasal dari kata “oikos” dan “nomos”. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti mengurus atau mengatur. Sedangkan, ilmu ekonomi yaitu ilmu sosial yang mempelajari bagaimana cara insan berusaha untuk sanggup memenuhi kebutuhan secara optimal dalam perjuangan mencapai kemakmuran.
Ekonomi yaitu setiap bentuk kerjasama untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dimaksudkan sebagai kemampuan insan untuk memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya melalui alat pemuas kebutuhan yang ada. Dengan kata lain seorang yang makmur yaitu seorang yang relatif seluruh kebutuhannya telah terpenuhi.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari acara insan yang bekerjasama dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Sementara yang dimaksud dengan mahir ekonomi atau ekonom yaitu orang memakai konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
2. Pengertian Koperasi
Kata “koperasi” berasal dari bahasa Inggris “Cooperation” yang terdiri dari dua kata, yaitu “Co” yang artinya bersama dan “Operation” yang artinya bekerja. Makara secara harfiah koperasi berarti bekerja sama.
Koperasi sanggup didefinisikan sebagai asosiasi orang-orang yang bergabung dan melaksanakan kegiatan ekonomi koperasi (usaha koperasi) atas dasar prinsip-prinsip koperasi, nilai dan jati diri koperasi sehingga menerima manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perjuangan bersama yang dimodali, dikelola dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
Dari pengertian diatas disebutkan bahwa koperasi yaitu “asosiasi orang-orang”, sanggup diartikan koperasi yaitu organisasi yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta mempunyai kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama. Atau dengan pengertian lain koperasi yaitu tubuh perjuangan atau perjuangan bersama yang beranggotakan orang-orang atau tubuh aturan koperasi dengan melaksanakan kegiatannya menurut prinsip ekonomi juga berperan sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menurut atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya, dari klarifikasi diatas sanggup diartikan tujuan koperasi yaitu mengatakan nilai tambah secara ekonomi kepada anggotanya dibandingkan dengan sebelum anggota koperasi tersebut bergabung dengan koperasi.
Koperasi dibuat sebagai perjuangan bersama yang dibangun dengan modal bersama. Modal koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan penyisihan sisa hasil usaha. Selain itu, sumbangan dari pihak luar, seperti pemerintah ataupun swasta. Koperasi merupakan organisasi yang bersifat terbuka dan sukarela. Tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Untuk mencapai tujuan tersebut anggota koperasi mempunyai kewajiban. Kewajiban yang dimaksud ialah membayar simpanan pokok dan simpanan wajib.
Menurut UU No. 25 Thun 1992 pasal 1 wacana perkoperasian, Koperasi yaitu tubuh perjuangan yang beranggotaan orang seseorang atau tubuh aturan koperasi dengan melandaskan kegiatannya menurut prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menurut asas kekeluargaan.
Koperasi merupakan perkumpulan otonomi dari orang-orang yang bergabung secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial serta budaya mereka yang sama melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis. Koperasi melaksanakan nilai-nilai menolong diri sendiri, bertanggungjawab kepada diri sendiri, demokratis, persamaan, keadilan dan solidaritas.
Misalnya Koperasi Unit Desa (KUD), koperasi simpan pinjam, koperasi pelajar, koperasi mahasiswa, Koperasi Pegawai Negeri (KPN), dan koperasi pasar.
B. Konsep Dasar Ekonomi dan Koperasi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari acara insan yang bekerjasama dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Sementara yang dimaksud dengan mahir ekonomi atau ekonom yaitu orang memakai konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sanggup dikelompokan menjadi kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling berkaitan satu sama lain.
C. Ruang Lingkup Ekonomi dan Koperasi
Ilmu ekonomi mempunyai ruang lingkup mikro dan makro sehingga gampang untuk dipelajari. Keduanya mengatakan batasan dan perkiraan yang jelas.
1. Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain mencakup sikap pembeli (konsumen) dan produsen secara individual dalam pasar. Sikap dan sikap konsumen tercermin dalam memakai pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan sikap produsen tercermin dalam memperlihatkan barangnya. Makara inti dalam ekonomi mikro yaitu duduk kasus penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory).
Tujuan dan target analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk;
- mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
- mencapai kepuasan yang maksimum.
2. Ekonomi Makro
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari prosedur bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien biar kemakmuran masyarakat sanggup dimaksimumkan.
Apabila yang dibicarakan duduk kasus produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian halnya jikalau konsumen maka yang diananlisis yaitu seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga dan sebagainya. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).
Tujuan dan target analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah;
- sisi usul agregate dalam memilih tingkat kegiatan ekonomi, dan,
- pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan.
D. Tujuan Ekonomi dan Koperasi
1. Stabilitas Ekonomi : Syarat untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perekonomian yang tidak stabil menjadikan biaya yang tinggi bagi perekonomian dan masyarakat.
2. Pertumbuhan Ekonomi :. proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional yang menimbulkan keberhasilan pembangunan ekonomi.
3. Pemerataan Ekonomi : untuk mewujudkan kesejahteraan umum secara adil dan merata misalnya dengan menjalankan kebijakan diskriminasi harga materi bakar minyak (BBM) dan materi pokok masyarakat.
E. Contoh Konsep Dasar Ekonomi
1. Produksi :
Produksi yaitu segala kegiatan insan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna barang atau untuk menghasilkan barang. Hubungan teknis antara faktor-faktor produksi dengan output disebut fungsi produksi. Jenis produksi dilihat dari tingkatannya:
a. Ekstraktif d. Perdagangan
b. Agraria e. Jasa
c. Industri
Faktor Produksi / sumber daya ekonomi
· Faktor orisinil / primer (alam/tanah dan tenaga kerja)
· Faktor turunan/ sekunder (modal dan pengusaha)
2. Produktivitas :
Produktivitas yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan sejumlah barang dengan faktor produksi yang tersedia.
Produktivitas sanggup ditingkatkan dengan jalan sebagai berikut:
· Secara Ektensif
Yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara menambah jumlah faktor produksinya.
· Secara Intensif
Yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara meningkatkan produktivitas setiap faktor produksi.
· Rasionalisasi
Yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara mengeluarkan budi yang rasional yang mengarah pada efisiensi produksi biar produktivitas optimal.
Rasionalisasi sanggup ditempuh dengan dua jalan:
a) Mekanisasi : yaitu dilakukan dengan mengganti alat-alat produksi dengan mesin-mesin/alat-alat yang serba modern.
b) Standardisasi : yaitu dilakukan dengan membuat suatu standar/ukuran dalam hal mutu, bentuk, ukuran dan lain-lain terhadap suatu produk tertentu.
c) Spesialisasi/pembagian kerja.
d) Menempatkan pekerja pada tempat yang bahwasanya (the right man on the right place)
e) Penerapan administrasi ilmiah (sistem Taylor) : yaitu dengan cara mengelola sistem kerja dan pembagian waktu yang seefisien mungkin
3. Distribusi :
Distribusi yaitu setiap kegiatan insan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen/masyarakat.
4. Konsumsi :
Konsumsi yaitu segala kegiatan insan yang ditujukan untuk mengurangi nilai guna barang atau menghabiskan nilai guna barang.
Kepuasan Maksimal : Dalam berkonsumsi insan mengharapkan sanggup mencapai kepuasan yang maksimal. Kepuasan ini akan sanggup dicapai tergantung pada cara pemenuhan kebutuhannya.
Hukum Gossen II berbunyi :
“Manusia cenderung memenuhi beberapa macam kebutuhan sehingga masing-masing kebutuhan mengatakan intensitas kepuasan yang sama.”
F. Implementasi Ekonomi dan Koperasi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat.
Ekonomi rakyat tumbuh secara natural lantaran adanya sejumlah potensi ekonomi di sekelilingnya. Mulanya mereka tumbuh tanpa adanya insentif artifisial apapun atau dengan kata lain hanya mengandalkan naluri perjuangan dan kelimpahan sumber daya alam, sumberdaya manusia, serta peluang pasar. Namun pada ketika perekonomian Indonesia dilanda krisis moneter mulai pada pertengahan tahun 1997 lalu, terbukti ekonomi rakyat yang tidak mengandalkan sistem moneter terutama terhadap US $, sebagian besar perjuangan rakyat tersebut bisa bertahan dan melanjutkan usahanya hingga ketika ini.
Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya, sedangkan Bung Karno 3 tahun sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib ekonomi rakyat sebagai berikut:
Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31) Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana suara sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain yaitu demokrasi ala Indonesia.
Jadi ekonomi kerakyatan yaitu (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam klarifikasi pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi:
“Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat”. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai perjuangan bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.
Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindas.
Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi yaitu pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Hasil penelitian Laica Marzuki (Unhas, 1999), menjelaskan bahwa ekonomi kerakyatan ketika ini yaitu sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, dimana ekonomi rakyat sendiri yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan yang secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang sanggup diusahakan yang selanjutnya disebut perjuangan mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Menurut Mardi Yatmo Hutomo (2003), ada 4 (empat) alasan mengapa ekonomi kerakyatan perlu dijadikan paradigma gres dan seni administrasi kerikil pembangunan ekonomi Indonesia. Keempat alasan, dimaksud adalah:
1. Karakteristik Indonesia
Pengalaman keberhasilan Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Brazil, menggandakan konsep pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara Eropa Barat dan Amerika, ternyata bagi negara-negara berkembang lainnya, yang menerapkan konsep yang mengatakan hasil yang berbeda.
Dengan mengandalkan dana pinjaman luar negeri untuk membiayai pembangunan, mengandalkan investasi dari luar negeri, memperkuat industri substitusi ekspor, selama dua hingga tiga dasawarsa memang berhasil mendorong pertumbuhan output nasional yang cukup tinggi dan mengatakan lapangan kerja cukup luas bagi rakyat.
Walaupun Indonesia pernah dijuluki sebagai salah satu dari delapan negara di Asia sebagai Asian Miracle atau negara Asia yang ajaib, lantaran tingkat pertumbuhan ekonominya yang cukup mantap selama tiga dasa warsa, tetapi ternyata sangat rentan dengan terjadinya supply shock. Krisis mata uang Bath di Thailand, ternyata dengan cepat membawa Indonesia dalam krisis ekonomi yang serius dan dalam waktu yang amat singkat, ekonomi Indonesia runtuh.
Fakta ini memperlihatkan kepada kepada kita, bahwa konsep dan seni administrasi pembangunan ekonomi yang berhasil diterapkan di suatu negara, belum tentu akan berhasil bila diterapkan di negara lain. Teori pertumbuhan Harrod-Domar, teori pertumbuhan Rostow, teori pertumbuhan David Romer, teori pertumbuhan Solow, dibangun dari struktur masyarakat pelaku ekonomi yang berbeda dengan struktur ekonomi masyarakat Indonesia. Setiap teori selalu dibangun dengan asumsi-asumsi tertentu, yang tidak semua negara mempunyai syarat-syarat yang diasumsikan. Itulah sebabnya, untuk membangun ekonomi Indonesia yang kuat, stabil dan berkeadilan, tidak sanggup memakai teori generik yang ada.
Kita harus merumuskan konsep pembangunan ekonomi sendiri yang cocok dengan tuntutan politik rakyat, tuntutan konstitusi kita, dan cocok dengan kondisi obyektif dan situasi subyektif kita.
2. Tuntutan Konstitusi
Walaupun rumusan konstitusi kita yang menyangkut tata ekonomi yang seharusnya dibangun, belum cukup terang sehingga tidak gampang untuk dijabarkan bahkan sanggup diinterprestasikan majemuk (semacam ekonomi bandul jam, tergantung siapa keyakinan ideologi penguasanya); tetapi dari analisis historis bahwasanya makna atau ruhnya cukup jelas. Ruh tata ekonomi perjuangan bersama uang berasas kekeluargaan yaitu tata ekonomi yang mengatakan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk berpartisipasi sebagai pelaku ekonomi.
Tata ekonomi yang seharusnya dibangun yaitu bukan tata ekonomi yang monopoli atau monopsoni atau oligopoli. Tata ekonomi yang dituntut konstitusi yaitu tata ekonomi yang memberi peluang kepada seluruh rakyat atau warga negara untuk mempunyai aset dalam ekonomi nasional. Tata ekonomi nasional yaitu tata ekonomi yang membedakan secara tegas barang dan jasa mana yang harus diproduksi oleh pemerintah dan barang dan jasa mana yang harus diproduksi oleh sektor private atau sektor non pemerintah.
Mengenai bentuk kelembagaan ekonomi, walaupun dalam klarifikasi pasal 33 dinterpretasikan sebagai bentuk koperasi, tetapi tentu harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan.
3. Fakta Empirik
Dari krisis moneter yang berlanjut ke krisis ekonomi dan kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar, ternyata tidak hingga melumpuhkan perekonomian nasional. Bahwa akhir krisis ekonomi, harga kebutuhan pokok melonjak, inflasi hampir tidak sanggup dikendalikan, ekspor menurun (khususnya ekspor produk manufaktur), impor barang modal menurun, produksi barang manufaktur menurun, pengangguran meningkat, yaitu benar. Tetapi itu semua ternyata tidak berdampak serius terhadap perekonomian rakyat yang sumber penghasilannya bukan dari menjual tenaga kerja.
Usaha-usaha yang digeluti atau dimiliki oleh rakyat banyak yang produknya tidak memakai materi impor, hampir tidak mengalami goncangan yang berarti. Fakta yang lain, ketika investasi nol persen, bahkan terjadi penyusutan kapital, ternyata ekonomi Indonesia bisa tumbuh 3,4 persen pada tahun 1999. Ini semua menandakan bahwa ekonomi Indonesia akan kokoh kalau pelaku ekonomi dilakukan oleh sebanyak-banyaknya warga negara.
4. Kegagalan Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang telah kita laksanakan selama 32 tahun lebih, dilihat dari satu aspek memang memperlihatkan hasil-hasil yang cukup baik. Walaupun dalam periode tersebut, kita menghadapi 2 kali krisis ekonomi (yaitu krisis hutang Pertamina dan krisis lantaran anjloknya harga minyak), tetapi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional masih di atas 7 persen pertahun. Pendapatan perkapitan atau GDP perkapita juga meningkat tajam dari 60 US dolar pada tahun 1970 menjadi 1400 US dolar pada tahun 1995. Volume dan nilai eksport minyak dan non migas juga meningkat tajam. Tetapi pada aspek lain, kita juga harus mengakui, bahwa jumlah penduduk miskin makin meningka, kesenjangan pendapatan antar golongan penduduk dan atar tempat makin lebar, jumlah dan ratio hutang dengan GDP juga meningkat tajam, dan pemindahan pemilikan aset ekonomi dari rakyat ke sekelompok kecil warga negara juga meningkat.
Walaupun banyak sekali acara penanggulangan kemiskinan telah kita dilaksanakan, acara 8 jalur pemerataan telah kita canangkan, tetapi ternyata semuanya tidak bisa memecahkan masalah-masalah dimaksud. Oleh alasannya yaitu itu, yang kita butuhkan ketika ini bahwasanya bukan acara penanggulangan kemiskinan, tetapi merumuskan kembali seni administrasi pembangunan yang cocok untuk Indonesia. Kalau seni administrasi pembangunan ekonomi yang kita tempuh benar, maka bahwasanya semua acara pembangunan yaitu sekaligus menjadi acara penanggulangan kemiskinan.
Tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan ekonomi kerakyatan ini yaitu :
a. Membangun Indonesia yang mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan.
b. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
c. Mendorong pemerataan pendapatan rakyat.
d. Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan ekonomi yaitu seluruh kegiatan insan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau membuat benda gres sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari acara insan yang bekerjasama dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Koperasi merupakan pola yang real dari Ekonomi, yang bertujuan sebagai Penstabilitas Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pemerataan Ekonomi.
Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com