Friday, January 19, 2018

√ Makalah Imu Sosial Dan Pengetahuan Sosial


Persamaan, Perbedaan dan Hubungan Ilmu Sosial (Social Sciencies) dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies)


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Selanjutnya dalam pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani sesuai dengan penambahan umur serta pengalaman terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya makin berkembang dan meluas. Hal tersebut membutuhkan atau terbina melalui pengetahuan sosial, hanya tentu saja berkenaan dengan namanya, sangat tergantung pada pernah sekolah atau tidak. Sebutan sebagai pengetahuan sosial atau resminya Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) gres diketahui secara formal ketika kita bersekolah.
Dengan demikian maka Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dianggap sebagai ilmu yang mempelajari wacana insan serta untuk mempolakan sejauh mana insan itu berafiliasi dengan orang lain dalam suatu kelompok. Studi sosial dan macam-macam ilmu sosial juga sangat perlu di pahami untuk insan bersosialisasi.
B.       Rumusan Masalah
1. Apakah yang di maksud Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial?
2. Apa persamaan dan perbedaan Ilmu Sosial dengan Ilmu Pengetahuan Sosial?
3. Apa relasi Ilmu Sosial dengan Ilmu Pengetahuan Sosial?
C.      Tujuan   
1.  Mengetahui apa itu Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial
2.  Mengetahui persamaan dan perbedaan Ilmu Sosial dengan IPS
3.  Mengetahui hubungan Ilmu Sosial dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial
1.    Ilmu Sosial (Social Science)
Secara etimologi, ilmu sosial berasal dari bahasa Inggris social science. Kata social berarti sosial sedang kata science bermakna ilmu. Dengan demikian, secara literal social science memiliki makna ilmu sosial.  Seangkan secara terminologi, hingga ketika ini belum terdapat kesatuan pendapat dan rumusan yang terang di antara para andal berkenaan dengan batasan atau pengertian social science (ilmu-ilmu sosial). Achmad Sanusi memperlihatkan batasan wacana ilmu Sosial (Saidihardjo, 1996:2) sebagai berikut “Ilmu sosial terdiri dari disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi yang makin lanjut dan makin ilmiah”. Sedangkan berdasarkan Gross (Kosasih Djahiri, 198:1), ilmu sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari insan sebagai makhluk sosial secara ilmiah serta memusatkan pada insan sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Selanjutnya Nursid Sumaatnadja (1980:7), menyatakan bahwa ilmu social yaitu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laris insan baik secara perorangan maupun tingkah laris kelompok. Oleh alasannya yaitu itu ilmu social yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laris insan dan mempelajari insan sebagai anggota masyarakat. Ada majemuk aspek tingkah laris insan dalam masyarakat, menyerupai aspek ekonomi, sikap, mental, budaya, dan relasi sosial. Studi khusus wacana aspek-aspek tingkah laris insan inilah yang menghasilkan ilmu sosial, menyerupai ekonomi, ilmu hukum, ilmu politik, psikologi, sosiologi, dan antropologi.
Jadi setiap bidang keilmuan itu mempelajari salah satu aspek tingkah laris insan sebagai anggota masyarakat. Ekonomi mempelajari aspek kebutuhan materi, antropologi mempelajari aspek budaya, sosiologi mempelajari aspek relasi sosial, psikologi mempelajari aspek kejiwaan, demikian pula bidang keilmuan yang lain. Sedangkan yang menjadi obyek materialnya yaitu sama, yaitu insan sebagai anggota masyarakat.
2.    Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies)
Berbeda dengan ilmu sosial, studi sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian wacana tanda-tanda dan duduk kasus sosial. Dalam kerangka kerja pengkajiannya, studi sosial memakai bidang-bidang keilmuan termasuk ilmu sosial. Tentang studi sosial ini Achmad Sanusi (1971:18) memperlihatkan klarifikasi bahwa, studi sosial tidak selalu bertaraf akademis universitas, bahkan merupakan bahan-bahan pelajaran bagi siswa semenjak pendidikan dasar. Selanjutnya studi sosial sanggup berfungsi sebagai pengantar kepada disiplin ilmu sosial bagi pendidikan lanjutan atau jenjang berikutnya. Studi sosial bersifat interdisipliner dengan menetapkan pilihan masalah-masalah tertentu berdasarkan sesuatu tumpuan dan meninjaunya dari beberapa sudut sambil mencari logika dari hubungan-hubungan yang ada satu dengan lainnya.

B.  Persamaan dan Perbedaan Ilmu Sosian dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
1.    Persamaan
Menurut Edgar B Wesley (Mukminan dkk. 2002 : 17), persamaan antara social studies dengan social sciences terletak pada target nya yakni sama menimbulkan insan sebagai target atau obyek kajiannya, insan dalam kehidupan bermasyarakat. Keduanya membahas duduk kasus yang timbul jawaban relasi manusia. Dengan kata lain, keduanya mempelajari masyarakat manusia.
2.      Perbedaan
Adapun perbedaan antara ilmu-ilmu sosial dengan ilmu pengetahuan sosial terletak pada tujuan masing-masing. Ilmu sosial bertujuan memajukan dan membuatkan konsep dan generalisasi melalui penelitian ilmiah, dengan melaksanakan hipotesis untuk menghasilkan teori atau teknologi baru. Sementara itu, tujuan ilmu pengetahuan sosial bersifat pendidikan, bukan inovasi teori ilmu sosial. Orientasi utama studi ini yaitu keberhasilannya mendidik dan menciptakan siswa bisa mengerjakan ilmu pengetahuan sosial, berupa tercapainya tujuan intruksional. Dari uraian tersebut, ilmu pengetahuan sosial memakai bagian-bagian ilmu sosial guna kepentingan pengajaran. Untuk itu, banyak sekali konsep dan generalisasi ilmu sosial harus disederhanakan biar lebih gampang dipahami penerima didik-peserta didik yang umumnya belum matang untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Hal ini menempatkan keberadaan IPS secara metodologis dan keilmuan sanggup dikatakan belum setara dengan ilmu-ilmu sosial.
C. Hubungan Ilmu-Ilmu Sosial dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
IPS dengan ilmu-ilmu sosial mempunyai relasi sebagai berikut :
1.    IPS mengambil bahan-bahan dari ilmu sosial.
2.  Tidak ada keharusan bahwa semua ilmu sosial perlu diturunkan dalam setiap pokok bahasan IPS, tapi diubahsuaikan dengan tujuan pengajaran dan perkembangan pesrerta didik.
3.  Jenjang pendidikan juga ikut memilih jumlah dan bab isi ilmu sosial yang akan diramu menjadi agenda IPS.
4.  Kesamaannya IPS sanggup disusun dengan mengaitkan atau menggabungkan banyak sekali unsur ilmu sosial sehingga menjadi menarik.
Hubungan IPS dan ilmu-ilmu sosial sanggup dipahami dengan lebih terang berdasarkan konsep dasar dan generalisasi IPS yang dikembangkan oleh Mulyono T.J. yang telah dimodifikasi dan diperluas dalam Mukminan dkk. (2002: 62-77) sebagai berikut:
1.1      Antropologi
Antropas sendiri itu berarti manusia. Secara singkat antopologi berarti suatu studi wacana insan dengan pekerjaannya (Anthropology is the study of man and his works). Pekerjaan insan disini termasuk segala hasil pemikiannya atau hasil budi budinya, secara singkat diangkum dalam istilah kebudayaan.
Adapun hubungannya dengan IPS ialah IPS mengambil materi antropologi yang terkait dengan kajian hasil budidaya insan dalam menjaga eksistensinya dan perjuangan meningkatkan kehidupan, baik aspek lahiriah maupun batiniah.

1.2      Ekonomi
Ekonomi yaitu tindakan insan yang ditunjukan untuk mencari kemakmurannya. Tindakan insan yang ditunjukan untuk mencapai kemakmuannya disebut tindakan ekonomi. Alasan yang mendorong insan melaksanakan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi yaitu berusaha mencapai hasil yang sebenar-benarnya.
Adapun hubungannya dengan IPS yaitu IPS mengambil materi ilmu ekonomi terkait dengan perjuangan insan untuk mencapai kemakmuran, dan gejala-gejala serta relasi yang timbul dari perjuangan tersebut.
1.3      Geogafi
Manusia baik sebagai individu, maupun sebagai kelompok, tidak hanya melaksanakan intereaksi dengan sesamanya, melainkan juga melaksanakan intereraksi dengan alam lingkungannya. Hartshorne R. (1960) menyampaikan bahwa geografi diartikan sebagai studi yang mencoba mengemukakan deskipsi ilmiah wacana bumi sebagai dunia kehidupan manusia. Geografi diartikan pula sebagai ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan deskripsi dan klarifikasi wacana pola-pola lokasi tanda-tanda yang statis atau yang bergerak di permukaan bumi.
Adapun hubungannya dengan IPS yaitu IPS mengambil materi dari geografi yang terkait dengan ruang bumi, garis lintang, bujur, arah, jarak, lokasi ruang, kondisi alam, tata lingkungan, sumber daya alam, serta interaksi antar bangsa dan insan dengan lingkungan.
1.4      Sejarah
Istilah sejarah berasal dari kata Arab “sujaratun” yang artinya pohon. Pengertian pohon disini semula dimaksud sebagai “pohon silsilah”. Sebenarnya “silsilah” hanya salah satu aspek kecil saja dari pengertian sejaah yang sebenarnya. Dalam pengertian dasar, istilah sejarah yaitu tejemahan dari bahasa Inggris “history” yang asal mulanya dari kata Yunani “Historia” yang artinya “suatu inkuiri” (suatu hasil penelitian).
Sejarah termasuk salah satu dari ilmu-ilmu sosial. Sejarah menempati kedudukan yang khas, fokus kajian sejarah yaitu insan (individu atau kelompok masyarakat) yang hidup disuatu daerah (spasiai) tetentu pada suatu waktu (temporal) tertentu. Faktor waktu inilah yang paling membedakan sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.
1.5   Ilmu Politik
Definisi ilmu politik berdasarkan Roger F. Soltau menyampaikan bahwa ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan tersebut ; relasi antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Kan W. Deutseh menyebutkan bahwa politik yaitu pengambilan keputusan melalui sarana umum.
Adapun hubungannya dengan IPS yaitu IPS mengambil materi ilmu politik yang membahas perjuangan insan mengorganisasikan kekuasaan dalam mengatur insan dalam mengatur dan menyelenggarakan kepentingan rakyat dan bangsa.
1.6      Psikologi Sosial
Psikologi sosial yaitu suatu studi ilmiah wacana proses mental insan sebagai makhluk sosial. Objek studi psikologi sosial yaitu tingkah-laku insan di masyarakat sebagai ungkapan proses mental, kejiwaan yang mencakup kemauan, minat, reaksi emosional, kecerdasan dan seterusnya, termasuk pembentukan kepibadiannya.
Hubungan IPS dan psikologi sosial IPS mengambil materi dari psikologi sosial yang mempelajari sikap individu, kelompok, dan masyarakat yang dipengaruhi oleh situasi sosial, pengetahuan, pemikiran, tanggapan, dan spekulasi.
1.7      Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata Latin “socius” dan kata Yunani “Logos”. Socius berarti sahabat dan logos berarti kata atau berbicara. Kaprikornus sosiologi berarti berbicara mengenai teman, yang dalam perkembangannya berarti ilmu mengenai masyarakat.
Sebagai ilmu sosial, keterkaitan IPS dengan ilmu sosial yaitu IPS mengambil materi sosiologi yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan relasi antara individu dan masyarakat tersebut.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ilmu Sosial yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laris insan dan mempelajari insan sebagai anggota masyarakat. Ada majemuk aspek tingkah laris insan dalam masyarakat, menyerupai aspek ekonomi, sikap, mental, budaya, dan relasi sosial. Studi khusus wacana aspek-aspek tingkah laris insan inilah yang menghasilkan ilmu sosial, menyerupai ekonomi, ilmu hukum, ilmu politik, psikologi, sosiologi, dan antropologi.
Berbeda dengan ilmu sosial, studi sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian wacana tanda-tanda dan duduk kasus sosial.
Persamaan antara social studies dengan social sciences terletak pada target nya yakni sama menimbulkan insan sebagai target atau obyek kajiannya, Adapun perbedaan antara ilmu-ilmu sosial dengan ilmu pengetahuan sosial terletak pada tujuan masing-masing.
IPS dengan ilmu-ilmu sosial mempunyai relasi sebagai berikut : 1). IPS mengambil bahan-bahan dari ilmu sosial. 2). Tidak ada keharusan bahwa semua ilmu sosial perlu diturunkan dalam setiap pokok bahasan IPS, tapi diubahsuaikan dengan tujuan pengajaran dan perkembangan pesrerta didik. 3). Jenjang pendidikan juga ikut memilih jumlah dan bab isi ilmu sosial yang akan diramu menjadi agenda IPS. dan 5). Kesamaannya IPS sanggup disusun dengan mengaitkan atau menggabungkan banyak sekali unsur ilmu sosial sehingga menjadi menarik.






DAFTAR PUSTAKA

Sanusi, Achmad. 1971. Studi Sosial di Indonesia. Bandung : IKIP.
Kosasih Jahiri, dkk. 1979. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Bandung : LPPP-IPS.
Nursid Sumaatmadja, dkk. 1986. Materi Pokok Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Kaninika UT.



Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com