Friday, January 19, 2018

√ Makalah Dasar-Dasar Ilmu Sejarah


DASAR-DASAR ILMU SEJARAH



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Pengertian sejarah kini ini, yang sesudah dilihat secara umum dari para andal ialah mempunyai makna sebagai cerita, atau insiden yang benar-benar terjadi pada masa lalu.
Berdasarkan bahasa Indonesia, sejarah mengandung 3 pengertian: (1) Sejarah yaitu silsilah atau asal usul, (2) Sejarah yaitu insiden atau insiden yang benar-benar terjadi pada masa lampau, (3) Sejarah yaitu ilmu, pengetahuan, dan dongeng pelajaran ihwal insiden atau insiden yang benar-benar terjadi di masa lampau.
 Kemudian disusul Depdiknas yang menawarkan pengertian sejarah sebagai mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini (Depdiknas, 2003:1). Namun, yangt terang kata kuncinya bahwa sejarah merupakan suatu penggambaran ataupun rekontruksi peristiwa, kisah, maupun dongeng yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu, pada umumnya para andal setuju untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga hal yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita.
1.      Sejarah sebagai Peristiwa
Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat insan pada masa lampau. Para andal pun mengelompokkan sejarah biar sanggup memudahkan kita untuk memahaminya:
a.       Pembagian sejarah secara sistematis, yaitu pembagian sejarah atas beberapa tema. Contoh: sejarah social, politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah keseshatan, sejarah intelektual dan sebagainya.
b.      Pembagian sejarah menurut periode waktu. Contoh: sejarah Indonesia dimulai dari zaman prasejarah, zaman efek Hindu-Budha, zaman efek Islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zaman kemerdekaan, zaman revolusi fisik, orde lama, orde gres dan orde Reformasi.
c.       Pembagian sejarah menurut unsur ruang. Dalam sejarah regional sanggup menyangkut sejarah dunia, tetapi ruang lingkupnya lebih terbatas oleh persamaan karakteristik, baik fisik maupun social budayanya. Contoh: sejarah Eropa, sejarah Asia Tenggara, sejarah Afrika Utara dan sebagainya.
Sejarah sebagai insiden yang sering juga disebut sejarah kenyataan dan serba objektif artinya peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan, mirip berupa saksi mata (witness), yang dijadikan sumber-sumber sejarah (historical sources), peninggalan-peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan (records). Selain itu, sanggup pula insiden itu diketahui dari sumber-sumber yang bersifat lisan yang disampaikan dari lisan ke lisan baik berupa ingatan lisan yaitu ingatan yang dituturkan secara lisan oleh orang-orang yang diwawancarai oleh sejarawan maupun tradisi lisan yaitu narasi dan deskripsi dari orang-orang dan peristiwa-peristiwa pada masa kemudian yang disampaikan dari lisan ke lisan selama beberapa generasi.
2.      Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu lantaran dalam sejarah pun mempunyai batang badan keilmuan (the body of knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarah pun mempunyai struktur keilmuan tersendiri baik dalam fakta, konsep maupun generalisasinya.
3.      Sejarah sebagai Cerita
Merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat unsur-unsur dari subjek, sejarawan/penulis sebagai subjek turut serta menghipnotis atau memberi “warna” atau “rasa” sesuai dengan selera subjek.

B.     Tujuan dan Kegunaan Sejarah
Secara rinci dan sistematis, kegunaan sejarah dikelompokkan menjadi empat yaitu:
1.      Fungsi Edukatif
Artinya, bahwa sejarah membawa dan mengajarjan akal ataupun kearifan-kearifan. Hal itu dikemukakan dalam ungkapan John Seely yang mempertautkan masa lampau dengan sekarang. Oleh lantaran itu penting pula ungkapan-ungkapan mirip belajarlah dari sejarah atau sejarah mengajarkan kepada kita
2.      Fungsi Inspiratif
Artinya, dengan mempelajari sejarah sanggup menawarkan inspirasi atau ilham. Dan juga sejarah sanggup menawarkan spirit dan moral. Menurut spiritual Prancis Henry Brangson sebagai elan vital, yaitu sebagai energy hidup atau daya pendorong hidup yang memungkinkan segala pergerakan dalam kehidupan dan tindak tanduk manusia
3.      Fungsi Instruktif
Bahwa dengan berguru sejarah sanggup berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejuruan atau ketrampilan tertentu
4.      Fungsi Rekreasi
Artinya, dengan berguru sejarah sanggup menawarkan rasa kesenangan maupun keindahan. Seorang pembelajar sejarh sanggup terpesona oleh kisah sejarah yang mengagumkan atau menarik perhatian membaca. Selain itu, sejarah sanggup menawarkan kesenangan lainnya, mirip pesona perlawatan yang dipaparkan dan digambarkan kepada kita memalui banyak sekali evidensi dan imaji. Sebab dengan mempelajari banyak sekali insiden menarik di banyak sekali tempat Negara dan bangsa, kita menyerupai berwisata ke banyak sekali Negara di dunia.

C.     Konsep-Konsep Sejarah
Beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah, antara lain:
1.      Perubahan
Konsep perubahan merupakan istilah yang mengacu kepada sesuatu hal yang menjadi “tampil berbeda”. Konsep tersebut demikian penting dalam sejarah dan pembelajaran sejarah, mengingat sejarah itu sendiri pada hakikatnya yaitu peruhbahan kita. Kita sering mendengar sindiran “tidak ada di dunia ini yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri yang abadi”. Bahkan, seorang futuris ternama Amerika Serikat Alvin Toffler (1981) mengemukakan bahwa “perubahan tidak sekedar penting dalam kehidupan, tetapi kehidupan itu sendiri yaitu kehidupan”.
2.      Peristiwa
Konsep insiden mempunyai arti sebagai suatu insiden yangt menarik maupun luaqr biasa lantaran mempunyai keunikan. Dalam penelitian sejarah, insiden selalu menjadi objek kajian, mengingat salah satu karakteristik ilmu sejarah yaitu mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada insiden tertentu, dengan pementingan pada tradisi relativisme.
3.      Sebab dan Akibat
Istilah alasannya merujuk kepada pengertian faktor-faktor determinan fenomena pendahulu yang mendorong terjadinya suatu perbuatan, perubahan, maupun insiden berikutnya, sekaligus sebagai suatu kondisi yang mendahului peristiwa. Sedangkan akhir yaitu suatu yang mengakibatkan kesudahan atau hasil suatu perbuatan maupun dampak peristiwa.
4.      Nasionalisme
Secara sederhana memilik arti rasa kebangsaan, dimana kepentingan bangsa dan negara menerima perhatian besar dalam kehidupan bernegara.
5.      Kemerdekaan/Kebebasan
Konsep kemerdekaan/kebabasan yaitu nilai utama dalam kehidupan politik bagi setiap bangsa dan negara maupun umat insan yang diagung-agungkan, sekalipun tidak selamanya dipraktikkan.
6.      Kolonialisme
Konsep kolonialisme merujuk kepada potongan imperialisme dalam perluasan bangsa-bangsa Eropa barat ke banyak sekali wilayah lainnya di dunia semenjak era ke-15 dan 16. Pada puncak perkembangannya, kolonialisme merajalela pada era ke-19. Dimana hampir setiap negara Eropa mempunyai tempat jajahan di Asia, Afrika dan Amerika.
7.      Revolusi
Konsep Revolusi merujuk pada suatu pengertian ihwal perubahan sosial politik yang radikal, berlangsung cepat dan besar-besaran. Revolusi terjadi dikala banyak sekali kesulitan perang dan krisis keuangan negara berhasil di atasi, namun mempunyai institusi yang rentan terhadap Revolusi. Skocpol yang mengidentifikasi tiga ciri kelembagaan yang mengakibatkan kerentanan revolusi tersebut, yaitu:
a.       Lembaga militer negara sangat inferior terhadap militer dan negara-negara pesaingnya
b.      Elite yang otonom bisa menentang atau menghadang implementasi kebijaksanna yangt dijalankan pemerintahan pusat
c.       Kaum petani mempunyai organisasi pedesaan yang otonom.
8.      Fasisme
Konsep fasisme yaitu nama pengorganisasian pemerintahan dan masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang sangat mempunyai rasa nasionalis yang sempit, rasialis, militeristis dan imperialis.
9.      Komunisme
Pada dasarnya, konsep dari istilah komunisme merujuk kepada setiap pengaturan sosial yang didasarkan pada kepemilikan, produksi, konsumsi, dan pemerintahan yang diatur secara komunal atau bersama-sama.
10.  Peradaban
Konsep peradaban merupakan konsep yang merujuk pada suatu entitas kultural seluruh pandangan hidup insan yang meliputi nilai, norma, institusi dan contoh pikir terpenting dari suatu masyarakat yang terwariskan dari generasi ke generasi.
11.  Perbudakan
Adalah suatu istilah yang menggambarkan suatu kondisi dimana seseorang maupun kelompok tidak mempunyai kedudukan dan peranan sebagai insan yang mempunyai hak asasi sebagai insan yang layak.
12.  Waktu
Merupakan konsep esensial dalam sejarah. Begitu pentingnya mengenai waktu yang dipakai baik pada riset historis dan empiris dalam perspektif kronologis, fungsionalis, strukturalis maupun simbolis.
13.  Feminisme
Istilah feminisme yaitu nama suatu gerakan emansipasi perempuan dari subordinasi pria. Semua gerakan feminis mengandung tiga unsur perkiraan pokok. Pertama, gender yaitu suatu konstruksi yang yang menekan kaum perempuan sehingga cenderung menguntungkan pria. Kedua, konsep patriarki-dominasi kaum laki-laki dalam lembaga-lembaga sosial melandasi konstruk tersebut. Ketiga, pengalaman dan pengetahuan kaum perempuan harus dilibatkan untuk membuatkan suatu masyarakat nonsecis di masa mendatang.
14.  Liberalisme
Konsep liberalisme mengacu kepada sebuah kepercayaan yang maknanya hanya sanggup diungkapkan melalui penggunaan kata-kata sifat yang menggambarkan nuansa-nuansa khusus.
15.  Konservatisme
Istilah konservatisme merujuk pada kepercayaan yang meyakini bahwa realitas suatu masyarakat sanggup ditemukan sanggup ditemukan pada perkembangan sejarahnya.

D.    Metode dan Ilmu Bantu Sejarah
Secara sederhana, Ismaun mengemukakan bahwa dalam metode sejarah meliputi (1) heuristic (pengumpulan sumber-sumber); (2) kritik atau analisis sumber ( eksternal dan internal); (3) interpretasi; (4) historeiografi (penulisan sejarah). Sjamsuddin merinci ada 7 kriteria yang di persyaratkan sebagai sejarawan, sebagai berikut.
1.      Kemampuan simpel dalam mengartikulasi dan mengekspresikan pengetahuanya secara menari, baik secara tertulis maupun lisan
2.      Kecakapan membaca dan atau berbicara dalam satu atau dua bahasa ajaib atau daerah
3.      Menguasai satu atau lebih disiplin kedua, terutama ilmu-ilmu social lain, mirip antropologi, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora) mirip filsafat, seni atau sastra bahkan bila mungkin relevan juga yang berafiliasi dengan ilmu-ilmu alam
4.      Kelengkapan dalam penggunaan pemahaman (insight) psikologi, kemampuan imajinasi, dan empati
5.      Kemampuan membedakan antara profesi sejarah dan sekedar hobi antikuairan, yang pengumpulan benda-benda antic
6.      Pendidikan yang luas (broad culture) selama hidup semenjak masa kecil
7.      Dedikasi pada profesi dan integritas pribadi, baik secara sejarawan peniliti maupun sejarawan pendidik.
Sedangkan sebagai ilmu bantu dalam penelitian, sejarah terdiri atas hal-hal berikut:
1.      Paleontology, yaitu ilmu ihwal bentuk-bentuk kehidupan purba yang pernah ada dimuka bumi, terutama fosil-fosil
2.      Arkeologi, yaitu kajian ilmiah mengenaihasil kebudayaan, baik dalam periode prasejarah maupun periode sejarah yang ditemukan melalui ekskavasi-ekskavasi di situs-situs arkeolog
3.      Paleontropologi, yaitu ilmu ihwal manusia-manusia purba antropologi ragawi
4.      Paleografi, yaitu kajian ihwal tulisan-tulisan kuno, termasuk ilmu membaca dan penetuan waktu (tanggal, tahun)
5.      Epigrafi, yaitu pengetahuan ihwal cara membaca, memilih waktu, serta menganalisis goresan pena kuno, pada benda-benda yang sanggup bertahan usang (batu, logam dan sebagainya)
6.      Ikonografi, yaitu arca-arca atau patung-patung kuno semenjak zaman prasejarah maupun sejarah
7.      Numismatic, yaitu ihwal ilmu mata uang, asal usul, teknik pembuatan, dan mitologi
8.      Ilmu keramik, kajian ihwal barng-barang untuk tembikar dan porselin
9.      Genealogi, yaitu pengetahuan ihwal asal ajakan nenek moyang atau asal mula keluarga seseorang maupun beberapa orang
10.  Filologi, yaitu ilmu ihwal nasakah-nasakah kuno
11.  Bahasa, yaitu penguasaan ihwal beberapa bahasa, baik bahasa ajaib maupun bahasa tempat yang dibutuhkan dalam penelitian sejarah
12.  Statistic, yaitu sebagai presentasi analisis dan interpretasi angka-angka terutama dalam quantohistory atau cliometry
13.  Etnografi, merupakan kajian potongan antropologi ihwal deskripsi dan analisis kebudayaan suatau masyarakat tertentu.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengertian sejarah yang sesudah dilihat secara umum dari para andal ialah meiliki makna sebagai cerita, atau insiden yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Dilihat dari pengertiannya tersebut, maka sejarah sanggup dibagi menjadi tiga yaitu sjarah sebagai insiden yaitu suatu yang terjadi pada masyarakat insan di masa lampau, sejarah sebagai ilmu sejarah dikategorikan sebagai ilmu lantaran dalam sejarah pun mempunyai “batang badan keilmuan” (the body of knowledge), metodologi yang spesifik dan sejarah sebagai dongeng merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat unsur-unsur dari subjek, sejaarawan sebagai subjek turut serta menghipnotis atau memberi “warna”, “rasa” sesuai “kacamata” atau selera subjek. Dalam penelitian subjeknya, sejarah mempunyai metode yaitu (1) heuristic (pengumpulan sumber-sumber); (2) kritik atau analisis sumber (eksternal atau internal); (3) interpretasi; (4) historiografi (penulisan sejarah). Dan sejarah mempunyai ilmu bantu lainnya dalam penelitian yaitu paleontology, arkeologi, paleoantropologi, paleografi, epigrafi, ikonografi, numismatic,ilmu keramik, genealogi, filologi, bahasa, statistic, etnografi. Tujuan dan kiegunaan sejarah, pada hakikatnya adalam memberi pelajaran pada masyarakat sekarang, untuk sanggup mengambil pelajaran dimasa kemudian biar dimasa depan menjadi lebih baik. Dan ada empat jenis kegunaan sejarah yakni fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instrutif dan fungsi rekreasi.

DAFTAR PUSTAKA


·         Supardan, Dadang. 2007. Pengantar Ilmu Sosial. Bandung: PT. BUMI AKSARA


Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com