Monday, January 8, 2018

Keanekaragaman Dan Pembagian Terstruktur Mengenai Makhlukhidup


MAKALAH
KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Daftar Isi

Kata Pengantar.........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
            A.    Latar Belakang.............................................................................................1
            B.     Rumusan Masalah........................................................................................1
            C.     Tujuan..........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
           A.    Ciri-ciri Makhluk Hidup..............................................................................3
           B.     Tingkat Keanekaragaman Makhluk Hidup..................................................5
           C.     Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati...................................................6
           D.    Klasifikasi Makhluk Hidup........................................................................10
           E.     Identifikasi Nama Ilmiah Makhluk Hidup.................................................11
BAB III PENUTUP..............................................................................................12
           A.    Kesimpulan................................................................................................12
           B.     Saran..........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
     A.    Latar Belakang
Pengetahuan insan wacana makhluk hidup sangatlah kurang. Hal itu sanggup diketahui bahwa semua orang belum  tentu mengerti bagaimana ciri  makhluk hidup, bagaimana tingkat keragamannya, bagaimana cara mengklasifikasikannya, bagaimana pula mengidentifikasi nama ilmiahnya. Beranjak dari problem itu maka  makalah ini dibuat, harapannya supaya pembaca memahami tentang  makhluk  hidup.
Secara singkat, beberapa jago biologi mengatakaan bahwa makhluk hidup merupakan benda hidup yang mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan benda tak hidup. Ciri-ciri tersebut menyerupai halnya memerlukan makan, bernapas, tumbuh dan berkembang, bisa berkembang biak, peka terhadap rangsang serta bergerak. Selain itu, ciri-ciri makhluk hidup yang membedakan dengan benda tak hidup yaitu mengeluarkan zat sisa. Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam. Keanekaragaman makhluk hidup tersebut yang membuat para ilmuan yang ingin mempelajari makhluk hidup secara lebih lanjut membuat suatu sistem yang disebut klasifikasi. Setiap makhluk hidup niscaya mempunyai ciri-ciri tertentu. Dengan ciri-ciri yang dimiliki maka sanggup digolongkan atau diklasifikasikan berdasarkan ciri tertentu. Selain itu, sanggup juga mengidentifikasi nama ilmiah dari masing-masing spesies.
    B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana ciri-ciri makhluk hidup?
2.      Bagaimana tingkat keragaman makhluk hidup?
3.      Apa yang membedakan antara benda hidup dan benda mati?
4.      Bagaimana mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya?
5.      Bagaimana mengidentifikasi nama ilmiah makhluk hidup?
   C.    Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adaalaah:
1.      Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
2.      Mengidentifikasi tingkat keragaman makhluk hidup.
3.      Membedakan benda hidup dan benda mati.
4.      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri  tertentu.
5.      Mengidentifikasi nama  ilmiah makhluk hidup.

BAB II
PEMBAHASAN
    A.    Ciri-ciri Makhluk Hidup
Menurut Purwantoro dan Sulasmini, ciri-ciri makhluk hidup sanggup diidentifikasi melalui hal-hal di bawah ini.[1]
1.      Bernafas
Bernafas merupakan proses menghirup oksigen yang digunakan makhluk hidup untuk melaksanakan pembakaran zat kuliner dalam badan (oksidasi biologis). Proses ini akan menghasilkan energi yang nantinya digunakan untuk melaksanakan aktifitasnya. Sedangkan sisa pembakarannya yaitu karbon dioksida dan uap air.
Makhluk hidup melaksanakan proses bernafas dengan cara berbeda-beda. Hewan darat termasuk insan biasanya bernafas dengan paru-paru, sedangkan binatang air rata-rata memakai insang sebagai alat pernapasannya. Adapun flora sanggup menghirup oksigen melalui celah pada akar, batang, daun ataupun ranting.
2.      Menerima rangsang
Ciri makhluk hidup yang pertama yaitu kemampuan mendapatkan rangsangan, baik rangsangan dari luar maupun rangsangan yang berasal dari dalam. Kemampuan untuk mendapatkan rangsangan ini disebut dengan istilah iritabilitas.
Makhluk hidup dengan aneka ragam jenisnya sanggup mendapatkan rangsangan dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Ada yang sanggup mencicipi rangsangan udara, cahaya, suhu, suara, wangi atau makanan.
3.      Bergerak
Bergerak bahwasanya merupakan salah satu reaksi yang timbul akhir rangsangan yang terjadi pada makhluk hidup. Bergerak berarti pemindahan sebagian atau seluruh belahan makhluk hidup baik bersifat aktif maupun pasif.
Ada dua jenis gerak yang terjadi pada makhluk hidup, yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif merupakan perpindahan yang dilakukan organisme dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya, untuk mencari makanan, mencari pasangan, bersembunyi atau menghindar dari mara ancaman yang ditimbulkan organisme lain. Gerak ini biasa dilakukan oleh hewan.
Adapun gerak pasif yaitu gerakan yang dilakukan organisme tanpa harus berpindah tempat. Misalnya, gerakan bunga matahari mengikuti arah mata hari, mengatupnya daun putri aib ketika disentuh dan gerakan-gerakan semisal. Gerakan pasif banyak ditemukan pada tumbuhan.
4.       Memerlukan Makanan (Nutrisi)
Untuk melaksanakan gerak, tumbuh serta berkembang makhluk hidup memerlukan energi yang cukup. Energi yang diharapkan makhluk hidup bersumber dari makanan. Makhluk hidup ada yang memperoleh kuliner dari makhluk lain dan ada pula yang membuatnya sendiri. Makhluk hidup menyerupai manusia, binatang dan flora yang tidak berhijau daun rata-rata memperoleh kuliner dari makhluk hidup lainnya. Sedangkan flora yang mempunyai hijau daun yang sanggup melaksanakan proses fotosintesis untuk memperoleh kuliner sendiri.
5.       Melakukan Metabolisme
Dalam badan makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia yang disebut dengan metabolisme. Reaksi-reaksi tersebut sanggup berupa penyusunan ataupun perombakan. Reaksi penyusunan contohnya menyerupai reaksi sel-sel dalam menyusun protein, lemak, atau  reaksi sel flora dalam pembentukan zat organik melalui fotosintesis. Adapun reaksi penguraian misalnya, penguraian gula menjadi gas dioksida, air dan energi.
6.      Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)
Proses metabolisme yang sebagimana disebutkan diatas ternyata menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Jika tidak, maka zat-zat tersebut akan berkembang menjadi racun dan berdampak jelek untuk kesehatan.
Manusia dan binatang biasanya mengeluarkan zat sisa metabolisme berjulukan urine, keringat dan karbon dioksida. Adapun tumbuhan, zat sisa dikeluarkan melalui celah di permukaan ranting, batang, dahan, dan verbal daun.
7.       Tumbuh dan Berkembang
Anak kelinci yang terlahir dengan ukuran yang begitu mini, usang kelamaan anak kelinci itu akan tumbuh menjadi seekor kelinci cukup umur yang mempunyai badan yang besar. Dari sini kita sanggup fahami bahwa salah satu ciri makhluk hidup yaitu mempunyai kemampuan tumbuh kembang.
Pertumbuhan sendiri merupakan proses perubahan dari kecil menjadi besar disebabkan bertambahnya jumlah sel dan volume sel. Pada insan dan binatang proses pertumbuhan sangat terbatas oleh umur. Ada batas-batas tertentu dimana insan berhenti tumbuh. Adapun flora sanggup tumbuh terus menerus sepanjang umurnya.
8.       Berkembang Biak (Reproduksi)
Selain tumbuh dan berkembang, makhluk hidup juga melaksanakan proses perkembangbiakan. Hal ini merupakan insting alami yang diberikan oleh yang maha pencipta yang bertujuan untuk mempertahankan jenis mahluk hidup tersebut dari kepunahan. Perkembang biakan yang terjadi pada makhluk hidup sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu secara kawin (secual/generatif) dan (asecual/vegetatif).
9.      Regulasi
Regulasi yaitu proses pengaturan keserasian di dalam badan organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon.
    B.     Tingkat Keanekaragaman Makhluk Hidup
Menurut Irfa Nurzaeni (2012) Tingkat keaneragaman makhluk hidup dibedakan menjadi tiga. Keaneragaman tingkat ekosistem, keaneragaman tingkat jenis, dan keaneragaman tingkat gen.[2] Masing-masing tingkat keaneragaman itu mempunyai perbedaan diantaranya:
1.      Keanekaragaman tingkat ekosistem
Dalam suatu tempat atau lingkungan, mahluk hidup yang ada didalamnya disebut biotik dan faktor lingkungannya disebut komponen abiotik. Komponen abiotik mencakup faktor fisik (misalnya iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembapan) dan faktor kimia (misal kadar garam dan kadar mineral). Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik di suatu tempat akan membuat suatu ekosistem.
Kita menemukan bahwa setiap tempat mempunyai kondisi lingkungan yang berbeda. Misalnya, wilayah pantai mempunyai kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan danau. Oleh lantaran itu mahluk hidup yang bisa hidup di pantai akan berbeda dengan mahluk hidup yang di danau. Perbedaan komponen biotik dan abiotik akan mengakibatkan adanya perbedaan ekosistem.
Keanekaragaman ekosistem disebabkan adanya perbedaan letak geografis setiap ekosistem. Di kawasan hambar ada ekosistem tundra, binatang yang sanggup hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Pada kawasan tropis terdapat hutan hujan tropis, kawasan ini mempunyai flora dan binatang yang beraneka ragam. Variasi mahluk hidup yang ada pada setiap ekosistem akan menjadikan keanekaragaman pada tingkat ekosistem.
2.      Keanekaragaman tingkat jenis.
Merupakan keanekaragaman yang ditemukan diantara mahluk yang berbeda jenis. Contoh keanekaragaman tingkat jenis sanggup diamati pada famili  primata. Dalam famili primata mempunyai jenis yang berbeda, diantaranya gorila, orang utan, lutung, owa, dan simpanse.

3.      Keanekaragaman tingkat gen
Contoh keanekaragaman tingkat gen pada mangga. Walaupun sama-sama mangga tetap ada perbedaan bentuk, warna, dan rasa. Variasi antar individu yang sejenis tersebut memperlihatkan adanya tingkat keanekaragaman tingkat gen.
    C.    Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati
Benda hidup & benda mati tentu saja mempunyai perbedaan-perbedaan, baik dari segi ciri-cirinya maupun cara hidupnya. Berikut yaitu klarifikasi wacana perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati berdasarkan Muhammad Fauziddin[3] :
1.      Benda hidup
Benda hidup merupakan suatu substansi zat yang sanggup menjalankan proses kehidupan. Yang dimaksud dengan proses ke­hidupan atau ciri-ciri makhluk hidup antara lain ialah:
a.       Bergerak
Makhluk hidup sanggup bergerak, baik pindah tempat maupun pergerakan dari bagian-bagian tubuhnya sebagai contoh: Kuda sanggup berlari, burung sanggup terbang, sedang ikan sanggup berenang. Tetapi gerakan yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan sangat terbatas, contohnya gerakan daun “Mimosa pudica” jikalau tersinggung, gerakan membuka dan menutupnya stomata, ge­rakan rotasi dan sirkulasi plasma sel.
b.      Metabolisme
Makhluk hidup melaksanakan metabolisme, yang meliputi:
1). Nutrisi yaitu pengambilan zat-zat kuliner dan sumber energi lain dari lingkungannya.
2). Respirasi yaitu menguraikan zat-zat nutrisi, sehingga memperoleh energi.
3). Sintesis, yaitu pembuatan zat-zat gres yang penting bagi kelangsungan hidup.
4). Ekskresi, yaitu pengeluaran zat-zat yang sudah tidak di-perlukan oleh tubuh.
c.       Mempertahankan jenisnya/hidupnya
Makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan jenisnya supaya tidak punah dari bumi, perjuangan tersebut meliputi:
1). Regulasi yaitu fungsi mengatur keserasian proses yang berlangsung di dalam badan makhluk hidup.
2). Reproduksi yaitu aktivitas untuk tumbuh dari muda menjadi cukup umur selanjutnya menjadi tua, dan kemampuan un­tuk berkembang biak dari jumlah sedikit menjadi banyak.
3). Adaptasi yaitu perjuangan mengikuti keadaan terhadap lingkungan dengan tujuan selalu sanggup mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan hidupnya.
4). Evolusi yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui proses yang memakan waktu yang sangat panjang.
5). Tanggap terhadap rangsang. Makhluk hidup bisa memperlihatkan jawaban terhadap rangsangan yang diterimanya. Sebagai contoh: sewaktu mata terkena cahaya yang menyilaukan maka dipejamkanlah mata itu, di sini cahaya merupakan rangsangan sedang memejamkan mata merupakan tanggapannya.
2.      Benda Mati 
Benda mati merupakan substansi yang tidak menjalankan pro­ses kehidupan. Ciri-ciri benda mati tentunya berlawanan dengan ciri-ciri makhluk hidup menyerupai yang telah dikemukakan di atas. Makara ciri-ciri benda mati antara lain adalah:
a.       Tidak sanggup bergerak
Benda mati tidak sanggup bergerak, kecuali jikalau ada efek luar. Batu bergerak lantaran efek tenaga luar yang mengena pada kerikil tersebut.
b.      Tidak mengadakan metabolisme
Benda mati tidak mengadakan aktivitas nutrisi, respirasi, sintesa maupun ekskresi.
c.       Tidak mempertahankan jenisnya
Benda mati tidak ada perjuangan untuk mempertahankan keberadaannya (eksistensinya). Makara benda mati tidak mempunyai aktivitas regulasi, reproduksi, pembiasaan maupun evolusi.
d.      Tidak ada jawaban terhadap rangsang
Benda mati tidak mempunyai jawaban terhadap rangsang yang diterimanya. Makara benda mati akan membisu saja meskipun tiba rangsang bertubi-tubi dari luar.
Dengan memahami ciri-ciri makhluk hidup dan benda mati se­perti diuraikan di muka, kita sanggup membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. Tetapi bagi makhluk hidup yang sangat sederhana susunannya dan sangat kecil ukurannya, ciri-ciri kehidup­an tadi sukar untuk sanggup diamati begitu saja. Dalam kehidupan sehari-hari dengan gampang kita sanggup menyebut bahwa kerikil itu benda mati sedang kucing yaitu makhluk hi­dup. Mengapa kita bisa menyampaikan bahwa kerikil itu benda mati dan kucing yaitu benda hidup? Hal ini tentu berdasarkan gejala yang sanggup digunakan untuk membedakan antara benda mati dan makhluk hidup. Sifat-sifat umum yang sanggup digunakan untuk membedakan antara keduanya adalah:
1)      Bentuk dan ukuran
Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu se­dang benda mati tidak, sebagai contoh: kerikil ada yang sebesar butir pasir, tetapi ada pula sebesar gunung, sedang kucing contohnya bentuk dan ukurannya tertentu.
2)      Komposisi kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yaitu terdiri dari unsur-unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (0), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Posfor (P), dan se-dikit mineral. Benda mati komposisi kimianya tidak tertentu.
3)      Organisasi
Setiap makhluk hidup terdiri dari sel-sel. Sel-sel ini membentuk jaringan, dan jaringan membentuk organ. Sistem organ mem­bentuk proses hidup. Pada benda mati susunannya sedemikian rupa, merupakan hasil dari unsur pokoknya.
4)      Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan ma-kanan, pernapasan (respirasi) sekresi dan ekskresi. Benda-benda mati tidak mengalami hal-hal tersebut.
5)      Iritabilitas
Makhluk hidup sanggup memperlihatkan reaksi terhadap perubahan sekitarnya, contohnya cahaya, gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tidak seimbang dengan besarnya aksi. Sebagai contoh, besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang diterima.
6)      Reproduksi
Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedang benda mati tidak.
7)      Tumbuh dan mempunyai daur hidup
Setiap makhluk hidup mempunyai proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup, artinya mempunyai proses kelahiran, tumbuh, cukup umur dan mati. Benda mati membesar lantaran efek luar menyerupai halnya pada kristal.
Hal-hal tersebut di atas merupakan perbedaan antara makhluk hidup dengan benda-benda mati, dan bukan kriteria untuk menetapkan apakah sesuatu itu makhluk hidup atau benda mati.
   D.    Klasifikasi Makhluk Hidup
Langkah-langkah penjabaran tersebut yaitu sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur badan makhluk hidup. Misalnya, binatang atau flora yang sama jenis atau spesiesnya. 
2.      Setelah kelompok spesies terbentuk, sanggup dibuat kelompokkelompok lain dari urutan tingkatan penjabaran sebagai berikut.
·         Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson genus. Genus mempunyai kesamaan ciri, yaitu pada struktur alat reproduksinya yang sama. 
·         Beberapa genus yang mempunyai ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson famili. 
·         Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo. 
·         Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson kelas. 
·         Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan).
Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan penjabaran makhluk hidup. Urutan penjabaran dari tingkatan yang terbesar sampai terkecil yaitu sebagai berikut:
1.      kingdom (kerajaan)
2.      divisio atau filum
3.      kelas
4.      ordo (bangsa)
5.      famili (suku)
6.      genus (marga)
7.      spesies (jenis). 
Contoh Klasifikasi Beberapa Makhluk Hidup[4]
   E.     Identifikasi Nama Ilmiah Makhluk Hidup
Selain mengklasifikasikan atau mengelompokkan makhluk hidup, FKGB Kabupaten Lamongan mengemukakan bahwa tumbuhan dan binatang juga diberi nama ilmiah berdasarkan isyarat internasional dengan dua suku kata atau lebih yang dikenal dengan istilah binomial nomenclature. Binomial (bi=dua, nomen=nama) berarti tata nama ganda[5]. Ketentuan penamaan tersebut yaitu sebagai berikut.
a.       Nama spesies makhluk hidup terdiri dari dua kata dalam bahasa latin atau dilatinkan. Contoh: nama yang dilatinkan Bambusa spinosa (bambu berduri) dan Carica papaya (papaya).
b.      Nama depan memperlihatkan nama genus, aksara pertama ditulis dengan aksara kapital. Misal: Bambusa, Carica, Zea, Oryza.
c.       Nama belakang merupakan nama spesies atau jenis, aksara awalnya ditulis dengan aksara kecil. Contoh:  spinosa, papaya, mays, sativa.
d.      Bila nama jenis ditulis dengan tangan atau ketik, harus diberi garis bawah atau dicetak miring pada kedua kata tersebut. Misal: Oryza sativa, Zea mays
e.       Bila nama penunjuk jenis pada flora lebih dari dua kata, maka kedua kata tersebut harus dirangkaikan dengan tanda penghubung. Misal: Hibiscus rosa-sinensis
Penulisan nama ilmiah dibedakan dengan penulisan teks lainnya, misal tteks dicetak tegak, maka nama ilmiah dicetak  miring. Tujuannya supaya gampang dikenali. Contoh penulisan:
1.      Oryza sativa (padi)
2.      Zea mays (jagung)
3.      Mangifera indika (mangga)
4.      Felis domestika (kucing)
5.      Rana pipiens (katak).



BAB III
PENUTUP
    A.    Kesimpulan
Makhluk hidup mempunyai ciri yaitu bernafas, memerlukan makan, bergerak, mendapatkan rangsang, melaksanakan metabolisme, mengeluarkan zat sisa, bereproduksi, dan regulasi. Makhluk hidup juga mempunyai tingkat keanekaragaman yang berbeda-beda, yaitu keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem. Makhluk  hidup tentu berbeda dengan benda atau makhluk mati lantaran makhluk mati sudah tidak sanggup melaksanakan proses kehidupan menyerupai halnya makhluk hidup. Selain itu, makhluk hidup sanggup diklasifikasikan atau digolongkan dalam beberapa jenis sesuai dengan ciri tertentu. Pengelompokan makhluk hidup sanggup dilakukan dengan membedakan atau mengidentifikasi tingkatan-tingkatannya. Cara memperlihatkan nama ilmiah terhadap makhluk hidup sudah ditentukan.
   B.     Saran
Mata kuliah ini sangat penting bagi calon seorang guru, sehingga penulis berharap supaya dosen juga mengarahkan apabila dalam pemaparan isi dan lainnya kami melaksanakan kesalahan. Saran penulis terhadap pembaca yaitu pembaca hendaknya memahami isi makalah ini lantaran materi yang ada di dalamnya sanggup digunakan sebagai materi bimbing ketika mengajar di SD/MI.









DAFTAR PUSTAKA
Abimuda. 2015. “Ciri-ciri Mkhluk  Hidup” (Online) aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup (diakes 26 Oktober 2015)
Biologi SMA. 2012. “Proses Klasifikasi Makhluk Hidup”. (Online) aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup (diakes 26 Oktober 2015)
Fauziddin, Moch. 2013. ”Perbedaan Makluk Hidup dan Mati” (Online) aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup (diakes 26 Oktober 2015)
FKGB Lamongan. 2009. Lembar Kerja Siswa Sains Biologi kelas VII. Lamongan: Graha Group
G Purwantoro dan E. Sulasmini. 2014. Buku Super Pintar Ilmu Pengetahuan Terpaadu. Jakarta: Pustaka Tanah Air
Nurzaeni, irfa. 2012. “Tingkat Keanekaragaman Makhluk  Hidup”. (Online) aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup (diakes 26 Oktober 2015)
Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi Sekolah Menengan Atas untuk kelas X. Jakarta: Erlangga


[1] G. Purwanto dan E. Sulasmi, Buku Super Pintar Ilmu Pengetahuan Terpadu, (Jakarta : Pustaka Tanah Air, 2014) 
[2] Nurzaen, irfa. “Tingkat Keaneragaman Makhluk Hidup”, (aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup, 2012, diakses 26 Oktober 2015)
[3] Fauziddin, Moch. “Perbedaan Mahluk Hidup dan Mati”,(aciknadzirah.blogspot.com/search?q=penjelasan-lengkap-9-ciri-makhluk-hidup, 2013, diakses 26 Oktober2015)
[4] Syamsuri, Istamar. Biologi Sekolah Menengan Atas untuk kelas X, (Jakarta: Erlangga, 2007)
[5] FKGB Lamongan,Lembar Kerja Siswa Sains Biologi kelas VII, (Lamongan: Graha Group, 2009)


Sumber http://dikaayurahma.blogspot.com