Thursday, September 14, 2017

√ Teladan Teks Eksplanasi

GAME ONLINE
 Oleh : Waidatin Nur Azizah

STRUKTUR TEKS
TEKS EKSPLANASI
Pernyataan umum
Di zaman yang mengglobal menyerupai kini ini, perkembangan teknologi memanglah pesat. Dan anak – anak zaman kini sangat dekat dengan gadget dan teknologi. Menurut Marc Prensky, seorang pakar pendidikan lulusan Universitas Harvard dan penulis buku Digital Game – Based Learning menyebutkan bahwa anak – anak usia 14 tahun ke bawah sebagai “Digital natives” alias penduduk orisinil yang menghuni dunia digital.
Selain itu, terdapat juga perkembangan permainan yang memanfaatkan teknologi, contohnya komputer, handphone, PS, smartphone dan lainnya. Suatu permainan yang sangat digemari banyak kalangan, khususnya anak – anak bahkan menjadi suatu hobi, mengalami peningkatan disaat teknologi berkembang dan tentunya hanya ada di dunia maya, itulah yang disebut dengan Game Online.
Game online merupakan suatu jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan internet untuk memainkannya. Game online sanggup diakses secara eksklusif dari sistem perusahaan kepada penikmat game online melalui jaringan internet, sanggup dimainkan bersama dan berkomunikasi secara eksklusif sesama pemain dalam game yang sama. Beberapa game online yang sering dimainkan, antara lain Point Blank, Dota, Ayo Dance, dan Lost Saga.
Dalam konteks sederhana, game online dimainkan dengan suatu hukum dengan tujuan untuk me – refreshing diri atau dijadikan sebagai ladang bisnis dan menghasilkan uang dalam konteks luasnya.
Perincian
Para pemain game online dengan tujuan apapun sanggup menentukan jenis game yang akan dimainkan. Karena aneka macam macam game online yang sederhana hingga tersulit pun tersedia dan gampang didapat, kecuali game yang harus dimainkan dengan membeli user.
Game online terbagi menjadi dua jenis, yaitu web based game dan text based game. Web based game ialah aplikasi game yang diletakkan pada server di internet dimana pemain hanya perlu memakai jaringan internet dan browser untuk mengakses game tersebut. Kaprikornus tidak perlu menginstall atau mem – patch untuk memainkan gamenya. Namun seiring dengan perkembangan, ada beberapa fitur yang perlu d0wnl0ad untuk memainkan sebagian game, menyerupai Java Player, Flash Player, maupun Shockwave Player, yang biasanya diharapkan untuk tampilan grafis game tersebut. Selain itu, game menyerupai ini juga tidak menuntut spesifikasi komputer yang canggih, tidak lag dan membutuhkan bandwitdh yang besar. Selain itu, sebagian besar web based game ialah gratis. Pembayaran hanya diharapkan untuk fitur-fitur komplemen dan mempercepat perkembangan account pada game tersebut.
Sedangkan text based game bisa disebut sebagai awal dari web based game. Text based game sudah ada semenjak lama, dimana ketika sebagian besar komputer masih berspesifikasi rendah dan sulit untuk memainkan game dengan grafis yang hebat, sehingga dibuatlah game – game dimana pemain hanya berinteraksi dengan teks – teks yang ada dan sedikit gambar atau tanpa gambar. (Bartle, 1990; Bruckman, 1992; Curtis, 1996).
Game online merupakan salah satu fitur dan ketersediaan pada (web – situs) internet, yang berfungsi sebagai permainan yang dimainkan secara individu maupun kelompok, serta bisa juga tersambung atau terhubung dengan pemain – pemain di aneka macam tempat dalam memainkan game yang sama.
Karena banyaknya peminat game online dan perkembangan teknologi yang semakin pesat merambah ke pelosok daerah, beberapa orang memanfaatkan hal tersebut untuk meraup laba dengan mendirikan warung internet khusus untuk game, atau biasa disebut dengan warnet game. Salah satu warnet game di Kota Sragen yang ramai pengunjung pada malam hari dan hari libur yaitu Optimus Game Centre.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Optimus Game Centre dan wawancara dengan beberapa pemain game online, sanggup disebutkan  bahwa rata – rata pemain game online ialah anak – anak yang masih duduk di kursi sekolah, baik dasar maupun menengah. Hal itu disebabkan lantaran jumlah game online yang bervariasi, gampang didapat, dan gampang cara memainkannya.
Hampir semua pemain game online di Optimus Game Centre bergabung dalam suatu komunitas game yang disebut Optimus Club. Optimus Club merupakan komunitas yang dipakai untuk suatu perlombaan game di aneka macam tempat dan kota. Seolah – olah terdapat suatu tempat untuk bersosialisasi antar pemain game online meskipun bersifat maya. Tetapi, mereka mencicipi suatu kesenangan tersendiri disaat bersosialisasi dengan pemain lainnya untuk memainkan game online dalam suatu pertandingan.
S. Evangeline I. Suaidy, seorang psikolog dewasa kepada politikindonesia.com menyampaikan bahwa semua individu termasuk anak – anak membutuhkan kesenangan. Kesenangan itu bisa didapat dengan aneka macam cara. Bermain game, termasuk salah satu cara untuk menerima kesenangan. Ketika seseorang merasa senang, maka tubuhnya akan melepaskan hormon dopamin. Dopamin yaitu hormon atau zat kimia yang terkait hubungannya dengan kesenangan.
Ia juga menambahkan, hormon dopamin tidak hanya ada pada sisi positif, tetapi ada juga pada sisi negatif. Jika imbas kesenangan itu tidak sanggup dikontrol dengan baik, maka stimulus hormon dopamin akan mengakibatkan adiksi atau kecanduan.
Dari hasil wawancara terhadap tiga pemain game online, mereka menyebutkan bahwa lebih banyak didominasi pemain game online akan merasa ingin memainkan lagi sesudah menuntaskan permainan pertama dengan suatu kesenangan tertentu. Kecanduan itu muncul dari rasa ingin tahu pemain game terhadap tingkat kesulitan game online lebih detail serta rasa ingin mengalahkan lawan dan menerima rating paling atas. Sehingga, rasa – rasa yang timbul lantaran kecanduan itu akan perlahan – lahan mengubah emosi seseorang dan akan kuat terhadap diri sendiri maupun orang lain. Pengaruh yang ada bergantung pada emosi. Jika respon terhadap emosi baik, maka imbas yang ada bersifat positif, begitu juga sebaliknya.
Bryan (18), salah satu narasumber dari Sekolah Menengah kejuruan N 2 Sragen menyebutkan bahwa ketika bermain game online sering terdengar kata – kata kotor dan umpatan yang keluar. Hal tersebut sudah niscaya kuat terhadap diri sendiri, yaitu timbul rasa tidak terima dan akan terus bermain game hingga kesudahannya kecanduan muncul.
Kecanduan bermain game berlebihan dikenal dengan istilah Game Addiction (Grant, J.E. dan Kim, S.W. (2003)). Artinya seorang anak seakan – akan tidak ada hal yang ingin dikerjakan selain bermain game, dan seolah – olah game ini ialah hidupnya. Hal semacam ini sangat riskan bagi perkembangan si anak yang perjalanan hidupnya masih panjang.
Nicholas Yee (2002) menyebutkan, indikator dari individu yang mengalami kecanduan terhadap games, mempunyai ciri – ciri, diantaranya cemas, perasaan bersalah ketika bermain, duduk masalah dalam kehidupan sosial, dan duduk masalah dalam hal finansial atau korelasi dengan orang lain.
Hal serupa juga disebutkan dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pediatrics, yang dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Lowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009) menyebutkan bahwa terlalu banyak bermain game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, antara lain duduk masalah sosialisasi dan komunikasi, mengikir empati, gangguan motorik, serta gangguan kesehatan.
Tetapi dalam memainkan game online, rasa kecanduan tidak eksklusif muncul dalam diri pemain. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut hasil wawancara yang dilakukan, faktor – faktor tersebut diantaranya waktu yang dibutuhkan seseorang dalam memainkan game, rasa yang timbul dalam diri pemain, dimana rasa ini bergantung pada tujuan. Jika tujuan awal hanya sebagai refreshing diri, maka rasa yang ditimbulkan tidak terlalu berlebihan. Sehingga, kecanduan pun tidak muncul.
Mayoritas pemain game online yang bermain di Optimus Game Centre hanya bermain game selama 2 – 3 jam. Dimana itu merupakan waktu yang diamanatkan para orang bau tanah kepada anaknya yang bermain game, dengan tujuan semoga tidak menimbulkan kecanduan dan konsentrasi anak tidak terpecah antara prestasi di sekolah dengan hobi atau kesenangannya dalam bermain game.
Menurut A. Rasyid Surya Nugraha (16), narasumber dari Sekolah Menengan Atas N 2 Sragen beropini bahwa mind set masyarakat umum mengenai game online perlu diubah. Pasalnya, mereka berpikiran game online hanya mempunyai dampak negatif, tidak mempunyai dampak positif. Seharusnya masyarakat melihat sisi positif dari game online, meskipun dampak negatif yang sudah niscaya menempel pada game online. Ia juga menambahkan, dampak positif ataupun dampak negatif dari game online tergantung pada individu menilai secara keseluruhan. Dampak positif yang sanggup diambil dari game online diantaranya menambah teman, sanggup bersosialisasi atau berinteraksi dengan sahabat di aneka macam tempat.
Dampak positif mengenai game online telah didapat dari pengumpulan beberapa sumber. Bermain game memperlihatkan suatu latihan yang sangat efektif kepada otak. Mayoritas pemain game online membutuhkan keterampilan aneh yang tinggi untuk menang. Keterampilan tersebut diantaranya pemecahan duduk masalah dan logika, perhatian dan motivasi yang lebih, koordinasi tangan – mata, motorik, dan kemampuan spasial, multitasking, menciptakan analisa dan keputusan yang cepat, serta kerja tim dan kolaborasi ketika bermain dengan orang lain. Yang dimaksud multitasking yaitu pelacakan pergeseran banyak variabel secara simultan dan mengelola beberapa tujuan. Contohnya, dalam sebuah permainan strategi, contohnya sementara berbagi sebuah kota, suatu kejutan tak terduga sebagai musuh akan muncul. Ini memerlukan kekuatan untuk menjadi fleksibel dan cepat untuk mengubah taktik.
Merujuk pada pendapat A. Rasyid yang menyebutkan bahwa dampak negatif selalu menempel pada game online. Dampak negatif ini timbul lantaran sebanyak 89% dari game online mengandung unsur kekerasan (Children Now, 2011). Selain kecanduan dan imbas emosi, dampak negatif game online diantaranya, game dengan konten bersifat kekerasan, akan memicu anak – anak untuk meningkatkan pikiran agresif. Selain itu, terlalu banyak bermain game menjadikan anak terisolasi dari sosial.
Penelitian telah memperlihatkan bahwa lebih banyak waktu anak menghabiskan bermain game, prestasi sekolahnya makin memburuk. (Anderson & Dill, 2000; Creasey & Myers, 1986: Harris & Williams, 1985; Lieberman, Chaffee, & Roberts, 1988; Roberts, Foehr, Rideout, & Brodie, 1999; Van Schie & Wiegman, 1997; Walsh, 2000). Dari segi kesehatan, game online mempunyai imbas yang merugikan, termasuk obesitas, kejang, gangguan postural, dan gangguan otot dan rangka, menyerupai tendonitis, kompresi saraf, dan carpal tunnel syndrome. (Berkey et al, 2000; Subrahmanyam, Kraut, Greenfield, & Gross, 2000).

Interpretasi
Semakin meningkatnya teknologi, maka semakin pesat pula game online berkembang. Dengan menghadirkan aneka macam jenis, bentuk, dan pengaruh, game online akan semakin menarik banyak orang, khususnya anak – anak untuk menikmatinya.
Terdapat dampak positif dan negatif bermain game online terhadap aneka macam segi, diantaranya segi kesehatan, psikologi, prestasi akademik, dan juga sosial. Dampak positif dan negatif yang dibawa oleh game online tidak sanggup dipungkiri. Hal itu akan kuat pada diri pemain, jelek atau baik tergantung pada tujuan awal dan cara pemain menyikapi game online serta emosi yang diluapkan.
Untuk menanggulangi dampak – dampak bermain game online, tergantung pada motivasi individu itu sendiri. Selain motivasi individu, tugas orang bau tanah sangatlah penting dalam membimbing anak untuk tidak terjerumus ke dalam dunia yang terjebak kecanduan. Karena kecanduan sulit untuk disembuhkan, kecuali dengan niat lapang dada dan perjuangan keras.





LAMPIRAN

Kaidah kebahasaan :

Istilah – istilah
Makna
User
Pemakai
Account
Akun (data pengguna suatu media sosial)
Lag
Suatu gangguan pada gadget maupun PC.
Bandwitdh
Ukuran transfer data yang dilakukan oleh web site
Kompresi
Tekanan
Carpal tunnel syndrome
Kondisi yang memengaruhi tangan dan jari hingga mengalami sensasi rasa kesemutan, mati rasa, atau nyeri.
Multitasking
Berbagai macam pekerjaan yang mungkin dilakukan dalam waktu yang sama
Rating
Penilaian, urutan
Refreshing
Penyegaran
Server
Sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer
Browser
Program komputer untuk mengakses internet (web)
Mind set
Pola pikir
Patch
Menambahkan, menempeli

Konjungsi
Bukti
















DAFTAR PUSTAKA


-          Tinjauan Pustaka Bab II, Universitas Sumatera Utara. 

Sumber http://waidatinatin.blogspot.com