Ku lelehkan air mata dari titik pandangku
Titik pandang yang selalu melihat wajah elokmu
Titik pandang yang selalu amati senyum manismu
Semua pandangan ini membentuk rasa suka dalam diriku
Rasa suka yang tiba-tiba memenuhi ruang hatiku
Terpenuhnya hati ini, menciptakan tak berdayanya jiwaku
Jiwa yang lemas ‘tuk dapat menampung semua ini
Demi dirimu, saya rela menampung semuannya
Walau ketidakdayaan jiwa, diri ini senantiasa tegar
Ketegaran diri, alasannya ialah keterpaksaan hati…
Kuharapkan dalam anganku…
Kuucap dalam doaku…
Dirimu ‘kan selalu ada untukku…
Walau dirimu tak pahami rasa hatiku…
Tangis, tawa, senyum, sedih…
Merekalah yang sedia temaniku…
Temani diriku disaat membayangkan dirimu
Tak nrimo diri, jikalau membawamu kedalam mimpi
Mimpiku tak seindah dari bayanganku
Bayangan sadar dariku…
Bukan mimpi terpejam dariku…
Diri ini rela berbasah hati…
‘tuk menjadi yang terbaik bagimu…