LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
“UJI KANDUNGAN ZAT MAKANAN ”
Disusun Oleh :
1. Ade Agil Pamungkas (01)
2. Fatimah (12)
3. Maya Dwi Nur Safitri (16)
4. Muhammad Andi Putra (19)
5. Safitri Mustikawati (28)
6. Wijanarko Putra Rajeb (32)
SMA NEGERI KESAMBEN JOMBANG
XI IPA 1
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga laporan ini sanggup segera diselesaikan. Laporan ini disusun dengan judul “Laporan Praktikum Biologi Uji Kandungan Makanan”. Laporan ini disusun untuk melengkapi kiprah mata pelajaran BIOLOGI.
Kegiatan tersebut sanggup menumbuhkan perilaku dan kepribadian siswa untuk mengetahui pengetahuan-pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran “Praktikum BIOLOGI”. Tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Penyusun menyadari laporan ini jauh dari kesempurnaan, saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan.
Semoga laporan ini mempunyai kegunaan bagi teman-teman dan segenap pembaca yang turut membaca laporan ini.
Jombang, 30 Januari 2016
Tim Penyusun
Kata Pengantar1
Daftar Isi2
Bab I Pendahuluan3
Latar Belakang3
Tujuan3
Rumusan Masalah3
Hipotesa3
Waktu dan Tempat Pelaksanaan3
Bab II Kajian Teori4
Pendalaman Materi4
Bab III Pelaksanaan7
Alat dan Bahan7
Cara Kerja7
Data Percobaan9
Kesimpulan dan Pembahasan10
Dokumentasi10
Bab IV Penutup11
Saran11
Penutup11
Daftar Pustaka12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang - Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan kegiatan sehari-harinya. Makanan sanggup membantu kita dalam mendapat energi, membantu pertumbuhan tubuh dan otak. Setiap kuliner mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Bahan makanan, didalamnya terkandung zat kuliner menyerupai Karbohidrat, protein, glukosa, lemak, vitamin dan garam mineral.. Kami melaksanakan percobaan mengenai uji kuliner untuk mengetahui kandungan glukosa, karbohidrat dan protein. Selain itu, kami menciptakan laporan praktikum biologi ini untuk memenuhi kiprah yang diberikan oleh Ibu Nanik Idayati, S.Pd.
- Kekurangan salah satu atau lebih dari zat kuliner di atas dalam waktu yang cukup usang sanggup mengakibatkan gangguan pada tubuh. Sebaliknya, kelebihan zat kuliner juga tidak baik bagi kesehatan. Keadaa tubuh dimana komposisi zat makana tidak seimbang disebut malnutrisi. Malnutrisi sanggup disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan satu atau lebih nutrien (zat makanan) esensial
1.2.Tujuan
- Untuk mengetahui kandungan Karbohidrat/Amillum pada makanan
- Untuk mengetahui kandungan Protein pada makanan
- Untuk mengetahui kandungan Glukosa pada makanan
- Untuk memenuhi kiprah mata pelajaran biologi
1.3.Rumusan Masalah
- Bagaimana cara menguji kandungan Karbohidrat/Amillum pada suatu kuliner ?
- Bagaimana cara menguji kandungan Protein pada suatu kuliner ?
- Bagaimana cara menguji kandungan Glukosa pada suatu kuliner ?
1.4.Hipotesa
- Caranya dengan melaksanakan sebuah percobaan
1.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
- Hari, tanggal : Selasa, 26 Januari 2016
- Waktu : 08.15 – 09.45
- Tempat : Laboratorium Biologi Sekolah Menengan Atas Negeri Kesamben Jombang
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Pendalaman Materi 2.1.1 KARBOHIDRAT
- Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam lantaran merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui proses fotosintesis, klorofil tumbuhan dengan derma sinar matahari bisa membentuk karbohidrat dari karbondioksida berasal dari udara dan air dari tanah.
- Karbohidrat yang dihasilkan yakni karbohidrat sederhana glukosa, disamping itu pula dihasilkan oksigen yang lepas di udara. Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Dalam bentuk sederhana formula umum karbohidrat yakni CnH2nOn.
- Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang banyak mengandung gula. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan oligosakarida. Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang banyak mengandung serat.
- Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida dan serat. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diharapkan tubuh. Tubuh memakai karbohidrat menyerupai layaknya mesin kendaraan beroda empat memakai bensin. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
- Sebagai sumber energi, karbohidrat menyediakan energi bagi tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori, sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.
2.1.2 AMILUM
- Pati atau amilum yakni karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan materi utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan insan juga menimbulkan pati sebagai sumber energi yang penting.
- Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memperlihatkan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin mengakibatkan sifat lengket. Amilosa memperlihatkan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk tanda-tanda ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.
- 2.1.3 GULA (GLUKOSA)
- Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf sentra tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
- Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui terusan pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian eksklusif menjadi materi bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (“pati hewan”) dan sel lemak yang menyimpannya sebagai lemak.
- Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada ketika dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan sanggup juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara eksklusif dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, eksklusif diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.
2.1.4 PROTEIN
- Uji protein dilakukan guna mengetahui kandungan materi kuliner yang mengandung protein. Istilah protein berasal dari kata Yunani proteos yang berarti yang utama atau yang didahulukan. Kata ini diperkenalkan oleh spesialis kimia Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880), lantaran ia beropini bahwa protein yakni zat yang paling penting dalam setiap organisme.
- Protein yakni cuilan dari semua sel hidup dan merupakan cuilan terbesar tubuh sehabis air. Seperlima cuilan tubuh yakni protein, sebagian ada didalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, banyak sekali hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagainya yakni protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekul-molekul yang esensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak sanggup digantikan oleh zat gizi lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh.
- Protein yakni molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu sampai beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Protein merupakan zat kuliner penting untuk pertumbuhan, perkembangan, mengganti cuilan yang rusak, dan sebagainya.
- Menurut sumbernya, protein dibagi menjadi dua golongan, yaitu protein hewani berasal dari hewan, dan protein nabati berasal dari tumbuhan. Protein hewani merupakan protein tepat lantaran mengandung asam amino esensial. Protein hewani sanggup diperoleh dari daging, ikan, susu, dan telur. Protein nabati merupakan protein tidak tepat lantaran kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap, jumlahnya kurang untuk memenuhi keperluan tubuh, kecuali dari kacang-kacangan terutama kedelai.
- Protein nabati sanggup diperoleh dari padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran. Perlu diketahui protein tidak sanggup dibentuk atau disimpan sebagai cadangan tubuh, jadi harus dikonsumsi secara teratur.
- Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, menyerupai contohnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak bisa membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
BAB III
PELAKSANAAN
3.1. Alat dan Bahan 3.1.1 Alat :
- Penjepi tabung reaksi
- Pipet tetes
- Lumpang + alu porselin
- Tabung reaksi
- Pembakar spritus
- Spatula/pengaduk
- Rak tabung reaksi
- Kaki tiga
- Gelas beker
- Korek api
- Cutter / pisau
- Plat tetes
3.1.2 Bahan :
- Larutan fehling A
- Larutan fehling B
- Larutan Lugol
- Larutan Biuret
- Putih telur rebus
- Tepung terigu
- Tepung beras
- Kentang rebus
- Tahu
- Tempe
- Jeruk buah
- Gula pasir
- Tomat
- Roti
- Spiritus
3.2.Cara Kerja
3.2.1 Uji Kandungan Amilum/ karbohidrat
- Haluskan setiap materi kuliner padat, memakai alat penumbuk dan mortar.
- Buatlah larutan dari materi bahan kuliner tersebut dengna menambahkan air.
- Masukkan larutan materi diatas keatas plat tetes masing masing.
- Tambahkan 3-5 tetes larutan lugol kedalam larutan tadi.
- Amatilah perubahan warnanya.
- Apabila warnanya bermetamorfosis hitam maka materi kuliner tadi mengandung amilum.
3.2.2 Uji Kandungan Protein
- Haluskan setiap materi kuliner padat, memakai alat penumbuk dan mortar.
- Buatlah larutan dari materi bahan kuliner tersebut dengna menambahkan air.
- Masukkan larutan materi diatas keatas plat tetes masing masing.
- Tambahkan 3-5 tetes larutan biuret kedalam larutan tadi.
- Amatilah perubahan warnanya.
- Apabila warnanya bermetamorfosis ungu maka materi kuliner tadi mengandung protein.
3.2.3 Uji kandungan Glukosa
- Haluskan setiap materi kuliner padat, memakai alat penumbuk dan mortar.
- Buatlah larutan dari materi bahan kuliner tersebut dengna menambahkan air.
- Letakkan semua larutan masing masing ke dalam tabung reaksi
- Lakukan uji karbohidrat memakai larutan fehling A dan fehling B dengan cara cara sebagai berikut.
- Siapkan 10 tabung reaksi dan masukkan setiap larutan yang diuji.
- Tambahkan 3-5 tetes larutan fehling A dan fehling B ke dalam setiap tabung reaksi.
- Jepit tabung reaksi dan panaskan setiap tabung reaksi diatas pembakar spiritus secara bergantian.
- Amatilah perubahan warna yang terjadi.
- Apabila warnanya bermetamorfosis merah bata(orange) maka materi kuliner tadi mengandung Glukosa.
3.3.Data Hasil Percobaan
Hasil Uji Amilum/ Karbohidrat
No. | Zat Makanan | Zat terkandung | Perubahan Warna | |
Sebelum | Sesudah | |||
| 1 | Kentang rebus | Amilum | Kuning | Hitam |
| 2 | Tepung terigu | Amilum | Putih | Hitam |
| 3 | Tepung beras | Amilum | Putih | Hitam |
| 4 | Putih telur rebus | - | Putih | Kuning kecoklatan |
| 5 | Tomat | - | Merah | Coklat |
| 6 | Tahu | - | Putih | Kuning |
| 7 | Tempe | - | Putih kecoklatan | Coklat |
| 8 | Roti | Amilum | Putih | Hitam |
| 9 | Gula | - | Coklat bening | Kuning kecoklatan |
| 10 | Jeruk | - | Orange | Kuning |
Hasil Uji Protein
No. | Zat Makanan | Zat terkandung | Perubahan Warna | |
Sebelum | Sesudah | |||
| 1 | Kentang rebus | - | Kuning | Hijau kekuningan |
| 2 | Tepung terigu | - | Putih | Biru keunguan |
| 3 | Tepung beras | - | Putih | Biru keunguan |
| 4 | Putih telur rebus | Protein | Putih | Ungu |
| 5 | Tomat | - | Merah | Orange |
| 6 | Tahu | Protein | Putih | Ungu |
| 7 | Tempe | Protein | Putih kecoklatan | Ungu |
| 8 | Roti | - | Putih | Kuning muda |
| 9 | Gula | - | Coklat bening | Biru |
| 10 | Jeruk | - | Orange | Kuning |
Hasil Uji Glukosa
No. | Zat Makanan | Zat terkandung | Perubahan Warna | |
Sebelum | Sesudah | |||
| 1 | Kentang rebus | - | Kuning | Kuning orange |
| 2 | Tepung terigu | Glukosa | Putih | Orange |
| 3 | Tepung beras | - | Putih | Ungu |
| 4 | Putih telur rebus | - | Putih | Hitam |
| 5 | Tomat | Glukosa | Merah | Merah bata |
| 6 | Tahu | - | Putih | Ungu |
| 7 | Tempe | - | Putih kecoklatan | Coklat |
| 8 | Roti | Glukosa | Putih | Orange |
| 9 | Gula | Glukosa | Coklat bening | Orange |
| 10 | Jeruk | - | Orange | Hijau |
3.4.Kesimpulan dan Pembahasan
3.4.1 Pembahasan
- Lugol dipakai untuk menguji apakah suatu kuliner mengandung karbohidrat (amilum). Bila kuliner yang ditetesi lugol bermetamorfosis biru hitam, maka kuliner tersebut mengandung karbohidrat. Semakin gelap warnyanya berarti kuliner tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
- Biuret yakni reagen yang dipakai untuk menguji kandungan protein. Bila materi kuliner itu mengandung protein maka sehabis bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna lembayung. Hal itu terjadi lantaran ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut : Kompleks koordinasi antara Cu2+ dengan gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.
- Larutan Fehling ditemukan oleh hebat Kimia Jerman Hermann von Fehling tahun 1849. Larutan ini dipakai untuk menguji kandungan gula tereduksi (monosakarida atau disakarida) dalam suatu sampel. Pengujian secara kualitatif ini menurut keberadaan gugus aldehida atau keton yang bebas. Larutan Fehling dibagi atas dua macam yaitu larutan Fehling A ([[CuSO4]]) dan larutan Fehling B (KOH dan Na-K, tartrat). Ketika larutan basa dari kurpik hidroksida dipanaskan dalam sampel yang mengandung gula tereduksi, hasil yang didapatkan yakni warna kuning yang tidak larut atau warna merah kurprik oksida. Larutan Fehling akan bereaksi dengan monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa dan maltosa) yang mempunyai gugus aldehida dan keton bebas. Akan tetapi sukrosa tidak mempunyai gugus aldehida dan keton bebas, sehingga sukrosa tidak sanggup dideteksi dengan larutan Fehling.
3.4.2 Kesimpulan
- Larutan materi kuliner apabila ditetesi dengan larutan lugol menjadi bewarna hitam maka larutan materi kuliner tersebut mengandung amilum.
- Larutan materi kuliner apabila ditetesi dengan larutan biuret menjadi bewarna ungu maka larutan materi kuliner tersebut mengandung protein.
- Larutan materi kuliner apabila ditetesi dengan larutan fehling A + B kemudian dipanaskan berubah warna menjadi bewarna merah bata (orange) maka larutan materi kuliner tersebut mengandung Glukosa.
3.5.Dokumentasi
Dilampirkan
BAB IV
PENUTUP
4.1. Saran - Takaran atau komposisi dalam pengetesan uji coba kuliner lebih spesifik lagi semoga terlihat lebih terperinci hasilnya.
- Berhati-hati ketika melaksanakan penelitian
- Amati percobaan dengan secama semoga tidak terjadi kesalahan
- Perbanyak rujukan sebagai faktor pembanding
4.2.Penutup
- Demikian laporan praktikum biologi ihwal uji kandungan zat pada makanan. Semoga sanggup dipakai sebaik baiknya dan sanggup menambah ilmu dan pengetahuan ihwal kandungan zat pada makanan. Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan laporan ini. Semoga laporan praktikum biologi ini bisa menjadi perhiasan kiprah praktikum biologi uji kandungan zat makanan.
DAFTAR PUSTAKA
google.com