Elysetiawan.com masih banyaknya umat Islam yang meremehkan dilema menutup aurat, khususnya kaum perempuan. kaum perempuan sangat banyak yang berpakaian semaunya mengikuti arus berbagai mode sehingga aurat terbuka atau tidak menutup aurat dan bertentangan dengan anutan agama Islam.
Islam yaitu agama yang tepat yang memiliki aturan untuk setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam berpakaian. Sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya: “ Hai anak Adam, sebenarnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu yaitu sebahagian dari gejala kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S.Al- A’Raaf:26)
Dari ayat di atas telah dijelaskan bahwa pakaian dipakai untuk menutup aurat. Perintah untuk menutup aurat ini berlaku bagi pria maupun perempuan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: “ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, belum dewasa perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih gampang untuk dikenal, alasannya itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahdzaab: 59)
Artinya: “Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara pria mereka,
atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan pria yang tidak memiliki harapan (terhadap wanita) atau belum dewasa yang belum mengerti wacana aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua semoga diketahui komplemen yang mereka sembunyikan.
Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kau beruntung” (Q.S. An Nur: 31)
ads
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَArtinya: “ Hai anak Adam, sebenarnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu yaitu sebahagian dari gejala kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S.Al- A’Raaf:26)
Dari ayat di atas telah dijelaskan bahwa pakaian dipakai untuk menutup aurat. Perintah untuk menutup aurat ini berlaku bagi pria maupun perempuan.
Aurat wanita
Aurat berdasarkan bahasa berarti aib, cacat, cela, atau segala sesuatu yang dirasa malu jikalau tampak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan, aurat yaitu pecahan tubuh yang dilarang kelihatan (menurut aturan Islam).يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: “ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, belum dewasa perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih gampang untuk dikenal, alasannya itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahdzaab: 59)
![]() |
| kewajiban menutup aurat bagi wanita |
Artinya: “Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara pria mereka,
atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan pria yang tidak memiliki harapan (terhadap wanita) atau belum dewasa yang belum mengerti wacana aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua semoga diketahui komplemen yang mereka sembunyikan.
Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kau beruntung” (Q.S. An Nur: 31)
Agar Aurat Tidak Dilihat Jin
![]() |
| Agar Aurat Tidak Dilihat Jin |
Cara yang dia ajarkan, semoga aurat kita tidak dilihat jin yaitu dengan membaca basmalah dikala membuka pakaian.
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ
.
"Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) yaitu apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: bismillah." (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar, no. 37). Demikian pula, dikala seseorang hendak masuk kamar mandi, dia dianjurkan untuk membaca basmalah, sebagai tabir auratnya dari pandangan jin. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
![]() |
| wanita menutup aurat |
"Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) yaitu apabila seseorang masuk kamar mandi, dia membaca: bismillah." (HR. Turmudzi 606, dan dishahihkan al-Albani)."



