Wednesday, April 19, 2017

√ Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutai – Merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu tertua di Nusantara. Kerajaan ini diperkirakan sudah berdiri pada kurun 5M atau kurang lebih 400M.





Ditunjukkan oleh bukti – bukti, bahwa kerajaan yang didirikan pada kurun ke – empat ialah ditemukannya Prasasti Yupa, sebanyak tujuh buah didaerah Kutai.





Prasasti Yupa, bertuliskan aksara Pallawa dengan bahasa Sanskerta dalam bentuk Sya’ir. Prasasti ini juga termasuk prasasti yang tertua menuliskan bahwa telah berdirinya kerajaan Hindu di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai.





Prasasti ini berupa tugu batu, yaitu dimaksudkan sebagai makna tugu peringatan. Para Brahmana diperintahkan pribadi oleh Raja Mulawarman, untuk membuat Prasati Yupa tersebut.





Dalam prasasti ini tertulis bahwasannya Raja Mulawarman ialah raja yang sangat gemar memberi serta kuat. Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman sekaligus cucu dari MahaRaja Kudungga yang telah memperlihatkan hartanya berupa 20.000 sapi kepada kaum Brahmana.





Info :





Brahmana adalah salah satu golongan karya  dalam Agama Hindu. Golongan yang menguasai ajaran, pengetahuan, adat, sopan santun sampai keagamaan.





Golongan ini umumnya ialah kaum pendeta, agamawan atau brahmin, yang biasa disebut golongan paderi atau sami.





Kaum Brahmana tidak suka kekerasan yang disimbolisasikan dengan tidak memakan makhluk yang berdarah atau bernyawa, dalam kata lain sebagai vegetarian.





Brahmana juga mempunyai kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan suci maupun ilmu pengetahuan ilmiah. Bakat alaminya bisa mengendalikan pikiran dan prilaku manusia, menulis dan berbicara yang benar, baik, indah, menyejukkan serta menyenangkan.





Karena kemampuannya inilah yang menjadikan golongan Brahmana berperan penting untuk membuat masyarakat, negara, dan umat insan yang sejahtera dengan jalan mengamalkan ilmu pengetahuannya.





Pada masanya dahulu, Raja Aswawarman diibaratkan mirip Dewa Ansuman atau Dewa Matahari. Beliau mempunyai tiga anak termasuk Raja Mulawarman yang populer sebagai raja yang terbesar di kerajaan ini. Raja Mulawarman mempunyai tempat suci yang berjulukan Waprakeswara.






Letak Kerajaan Kutai





Merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu tertua di Nusantara √ Kerajaan Kutai
Peta Kerajaan Kutai




Kerajaan Kutai terletak di tempat tepi Sungai Mahakam, tepatnya berada di Kecamatan Muarakaman, Kutai, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar yang ada di Pulau Kalimantan, yang mempunyai banyak anak sungai.





Daerah ini merupakan wilayah yang sangat luas, bahkan Kerajaan Kutai hampir menguasai seluruh wilayah di Pulau Kalimantan. Ditempat inilah, menjadi sentra perekonomian yang menghasilkan bidang perdagangan yang sangat maju di Kerajaan Kutai.





Kejayaan Kerajaan Kutai





Tidak banyak isu yang sanggup kami rangkum mengenai Kerajaan Kutai ini. Tetapi berdasarkan yang tertulis di Prasasti Yupa, disebutkan bahwa puncak kejayaan Kerajaan Kutai berada pada masa pemerintahan Maharaja Mulawarman. Pada masa kepemerintahan Raja Mulawarman, mempunyai kekuasaan hampir diseluruh Kalimantan Timur.





Prasasti Kerajaan Kutai





Merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu tertua di Nusantara √ Kerajaan Kutai
Prasasti Yupa




Salah satu Prasasti Yupa yang ditemui di Kutai, terdapat prasasti yang tertulis “ Sang Maharaja Kudungga yang sangat mulia mempunyai putra yang mahsyur, Sang Aswawarman namanya, yang mirip Sang Ansuman (Dewa Matahari) mempunyai keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai tiga orang putra, layaknya mirip api (yang suci) tiga. Yang populer dari ketiga putra itu ialah Sang Mulawarman, raja yang berprilaku baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan/pesta) emas yang amat banyak. Untuk memperingati kenduri itulah tugu batu, didirikan oleh kaum Brahmana ”.





Dari prasasti tersebut sanggup diketahui nama – nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai.





Raja pertama berjulukan Kudungga yang merupakan nama Indonesia asli, yang belum terpengaruh dengan budaya nama India. Ia mempunyai seorang anak yang berjulukan Aswawarman yang menjadi pendiri dinasti atau pembentuk keluarga /Wamsekerta.





Nama anak Kudungga diatas memperlihatkan telah masuknya dampak Agama Hindu di Kerajaan Kutai.





Raja Aswawarman mempunyai tiga putra. Salah seorang diantara putranya sangat terkenal, yang berjulukan Mulawarman. Dengan demikian, sanggup dipastikan bahwa pada masa kejayaan Kerajaan Kutai, mereka telah mengenal sistim kepemerintahan.





Pemerintahan yang ada, bukan lagi dipimpin oleh kepala suku, tetapi dipimpin oleh seorang Maharaja. Dalam Prasasti Yupa juga disebutkan bahwa raja – raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai ialah pemeluk Agama Hindu dan orang Indonesia asli.





Baca Juga :

Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit





Raja – Raja Kerajaan Kutai





Merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu tertua di Nusantara √ Kerajaan Kutai
Ilustrasi Tokoh Raja Kerajaan Kutai




  1. Maharaja Kudungga, gelar Anumerta Dewawarman (pendiri)
  2. Raja Aswawarman (anak Kudungga)
  3. Raja Mulawarman (anak Aswawarman)
  4. Raja Marawijaya Warman
  5. Raja Gajayana Warman
  6. Raja Tungga Warman
  7. Raja Jayanaga Warman
  8. Raja Nalasinga Warman
  9. Raja Nala Parana Tungga Warman
  10. Raja Gadingga Warman Dewa
  11. Raja Indra Warman Dewa
  12. Raja Sangga Warman Dewa
  13. Raja Candrawarman
  14. Raja Sri Langka Dewa Warman
  15. Raja Guna Parana Dewa Warman
  16. Raja Wijaya Warman
  17. Raja Sri Aji Dewa Warman
  18. Raja Mulia Putera Warman
  19. Raja Nala Pandita Warman
  20. Raja Indra Paruta Dewa Warman
  21. Raja Dharma Setia Warman




Perkembangan di Bidang Agama, Politik, dan Sosial-Budaya





Bidang Agama





Kehidupan masyarakat Kutai, akrab kaitannya dengan kepercayaan akan suatu agama yang dianut. Prasasti Yupa merupakan salah satu dari sekian hasil budaya Kutai, yaitu tugu kerikil yang dibentuk oleh nenek moyang bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum, yang kita kenal sebagai menhir.





Salah satu Prasasti Yupa menyebutkan bahwa ada suatu tempat suci dengan nama Waprakeswara (tempat memuja Dewa Syiwa). Dengan bukti – bukti tersebut, sanggup dilukiskan bahwa masyarakat Kutai ialah pemeluk agama Hindu Syiwa. Namun, masyarakat Kutai juga masih mengadaptasi adat istiadat dan kepercayaan orisinil suku mereka.





Bidang Politik





Diperkirakan bahwa pertanian dan peternakan merupakan mata pencarian utama masyarakat Kutai.





Melihat letaknya di sekitar Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi laut, diperkirakan perdagangan masyarakat Kutai berjalan cukup ramai. Bagi pedagang abnormal yang ingin berjualan di tempat Kutai, mereka harus memperlihatkan “hadiah” kepada raja semoga diizinkan berdagang diwilayah Sungai terbesar di Kalimantan itu.





Pemberian “hadiah” biasanya berupa barang dagangan para pedagang yang cukup mahal harganya dan dianggap sebagai upeti atau pajak bea cukai kepada pihak Kerajaan.





Bidang Sosial-Budaya





Kerajaan ini sudah mendapatkan dampak dari Hindu, maka kehidupan beragama pun menjadi maju dengan pesat. Contohnya, pada ketika adanya program upacara keagamaan Hindu, mirip melaksanakan pemberkatan kepada seseorang yang dikenal sebagai Vratyastoma .





Upacara ini dilaksanakan semenjak kepemerintahan Raja Aswawarman dan dipimpin kaum Brahmana asal India. Saat masa pemerintahan Raja Mulawarman-lah, upacara keagamaan ini dipimpin pribadi oleh Brahmana asal Indonesia.





Jadi, sanggup disimpulkan bahwa para Brahmana asal Indonesia ternyata mempunyai tingkat kepintaran yang sangat tinggi lantaran mengerti serta menguasai Bahasa Sanskerta. Oleh alasannya itu, Bahasa Sanskerta bukanlah bahasa sehari – hari yang digunakan oleh rakyat India, tetapi bahasa resmi untuk para kaum Brahmana.





Masuknya dampak kebudayaan India ke Indonesia, menjadikan kebudayaan yang ada di Nusantara mengalami banyak perubahan. Perubahannya antara lain ialah sistim pemerintahan gres dengan seorang raja sebagai pemimpinnya.





Sebelum kebudayaan India masuk, sistim pemerintahan dipimpin pribadi kepala suku. Dengan datangnya dampak tersebut, nenek moyang kita dulu membangun Tugu Batu.





Menunjukkan bahwasannya dalam mendapatkan dampak unsur – unsur kebudayaan abnormal ini, bangsa Indonesia mempunyai perilaku yang lebih atraktif. Maksudnya, bangsa kita telah berusaha mempelajari serta menyesuaikan kebudayaan – kebudayaan abnormal ini, dengan kebudayaan orisinil di Indonesia.





Runtuhnya Kerajaan Kutai





Kerajaan ini runtuh pada ketika MahaRaja Dharma Setia Warman tewas dalam sebuah peperangan ditangan Raja dari Kutai Kartanegara yang ke-13, Raja Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.





Demikianlah, makalah sejarah Kerajaan Kutai serta kehidupan politik yang berhasil penulis rangkum dari aneka macam sumber yang ada. Semoga bisa menambah wawasan kalian perihal sejarah kerajaan – kerajaan yang ada di Bumi Pertiwi kita ini.





Semoga Bermanfaat!!





Artikel Terkait :

Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang




Sumber aciknadzirah.blogspot.com