Thursday, October 12, 2017

√ Sifat-Sifat Magnet | Pengertian, Ciri-Ciri Dan Jenis-Jenis Magnet

Sifat-sifat magnet – Magnet yaitu benda yang sanggup menarik benda lain yang terbuat dari logam. Salah satu ciri-ciri magnet yang utama yaitu mempunyai dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Gaya magnet terkuat berada di kedua ujung kutubnya tersebut. Sifat-sifat kemagnetan pada magnet juga sanggup hilang kalau jatuh, dipukul, dipanaskan atau dibakar.


Adapun jenis-jenis magnet berdasarkan proses pembentukannya dibedakan menjadi magnet alami dan magnet buatan. Di bawah ini akan dijelaskan hal-hal mengenai pengertian magnet, ciri-ciri dan sifat magnet, serta macam-macam magnet.


(baca juga sifat benda padat, cair, gas)


 Magnet yaitu benda yang sanggup menarik benda lain yang terbuat dari logam √ Sifat-Sifat Magnet | Pengertian, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis Magnet


Pengertian Magnet


Pengertian magnet berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah setiap materi yang sanggup menarik logam besi. Sedangkan arti kemagnetan adalah gejala fisika pada materi yang mempunyai kemampuan mengakibatkan medan magnet atau yang bisa berinteraksi dengan medan magnet.


Adapun definisi magnet secara umum adalah suatu objek yang mempunyai suatu medan magnet yang sanggup menarik benda-benda logam tertentu ibarat besi dan baja. Benda logam yang sanggup ditarik oleh magnet disebut sebagai benda magnetik.


Sifat-Sifat Magnet


Magnet mempunyai beberapa sifat-sifat dan karakteristik tertentu. Berikut ini yaitu beberapa sifat-sifat magnet beserta penjelasannya.


1. Magnet Dapat Menarik Benda Magnetik


Sifat magnet yang utama yaitu sanggup menarik benda yang berasal dari materi logam. Meski begitu tidak semua jenis logam sanggup ditarik magnet, melainkan besi, baja, nikel, kobalt, dan sebagainya. Benda-benda yang sanggup ditarik oleh magnet yaitu benda magnetik.


2. Mempunyai Dua Kutub


Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan yang pada kedua ujung-ujungnya. Kutub utara pada magnet disingkat U, atau dalam bahasa Inggris disingkat N yang berarti North. Sedangkan kutub selatan pada magnet disingkat S, dalam bahasa Inggris juga disingkat S yang berarti South.


3. Medan Magnet Membentuk Gaya Magnet


Sifat magnet berikutnya yaitu sanggup membentuk gaya magnet. Artinya gaya magnet tidak hanya berada pada ujung-ujungnya saja, tapi juga berada pada sekitar magnet. Daerah di sekitar magnet ini lah yang disebut sebagai medan magnet.


4. Dua Kutub yang Sama Akan Saling Tolak, Sedangkan Dua Kutub Berbeda Akan Saling Tarik


Sifat magnet yang cukup unik yaitu kalau dua kutub magnet yang sama didekatkan, maka akan saling tolak menolak. Sementara kalau dua kutub magnet yang berbeda didekatkan, maka akan saling tarik menarik. Artinya dua magnet yang didekatkan hanya akan saling menarik kalau ujung kutub utara bertemu ujung kutub selatan.


5. Sifat Magnet Dapat Hilang


Magnet tidak selalu permanen alasannya yaitu sifat kemagnetannya itu juga sanggup hilang alasannya yaitu beberapa penyebab. Jika sebuah magnet dipukul-pukul, jatuh terus menerus, dibanting-banting, dipanaskan, atau bahkan dibakar, maka lama-lama sifat kemagnetan pada sebuah magnet akan hilang.


Ciri-Ciri Magnet


Ada beberapa ciri-ciri magnet, baik itu dilihat dari sifat-sifatnya, cara pembuatannya, atau karakteristik magnet lainnya, antara lain sebagai berikut.



  • Magnet sanggup menarik benda-benda magnetik dari logam-logam tertentu.

  • Gaya tarik magnet paling besar lengan berkuasa ada di kedua ujungnya.

  • Magnet mempunyai 2 kutub yakni kutub utara dan kutub selatan.

  • Jika dalam keadaan bebas, magnet akan selalu menghadap ke arah utara dan selatan.

  • Kutub utara magnet selalu menunjuk ke arah utara Bumi, sedangkan kutub selatan magnet selalu menunjuk ke arah selatan Bumi.

  • Gaya magnet sanggup menembus penghalang.

  • Jika dua kutub magnet yang berbeda didekatkan (misalnya utara dengan selatan), akan terjadi saling tarik menarik.

  • Jika dua kutub magnet yang sama didekatkan (misalnya utara dengan utara, atau selatan dengan selatan), akan terjadi saling tolak menolak.

  • Pada benda magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur, tetapi pada benda nonmagnetik, magnet elementernya tersusun secara acak.

  • Sebuah magnet selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.

  • Magnet elementer pada magnet lunak gampang diatur sehingga gampang dijadikan magnet.

  • Magnet elementer pada magnet keras sukar diatur sehingga sukar dijadikan magnet.

  • Prinsip menciptakan magnet yaitu menjadikan magnet elementer yang semula acak (tidak teratur) menjadi teratur dan searah.

  • Jika magnet dipotong-potong menjadi beberapa pecahan yang lebih pendek, setiap potongan tetap mempunyai dua kutub yaitu utara dan selatan.


Jenis-Jenis Magnet


Secara umum ada 2 jenis magnet berdasarkan cara pembuatannya, yakni magnet alami dan magnet buatan. Sedangkan magnet buatan dibagi lagi menjadi magnet tetap atau permanen, serta magnet tidak tetap atau magnet remanen.


1. Magnet Alami


Magnet alami merupakan jenis magnet yang proses pembuatannya terjadi secara alami. Magnet jenis ini sudah mempunyai sifat kemagnetan secara alami tanpa campur tangan manusia. Umumnya magnet alami sanggup berupa batu-batuan atau benda lain.


2. Magnet Buatan


Magnet buatan merupakan jenis magnet yang proses pembuatannya dibentuk oleh manusia. Magnet jenis ini biasanya dibentuk dari materi ibarat besi atau baja. Magnet buatan mempunyai banyak bentuk, contohnya magnet ladam, magnet tabung, magnet U, magnet silinder, magnet lingkaran, dan sebagainya.


Berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan dibagi menjadi dua yakni magnet permanen atau tetap, serta magnet remanen atau tidak tetap.



  • Magnet permanen (magnet tetap), yaitu magnet yang sifat kemagnetannya bersifat permanen, meskipun proses pembuatan sudah dihentikan.

  • Magnet remanen (magnet tidak tetap), yaitu magnet yang sifat kemagnetannya hanya sementara tidak permanen dan hanya terjadi dikala proses pembuatannya saja.


Nah itulah acuan pengertian magnet, sifat-sifat magnet, ciri-ciri magnet, dan jenis-jenis magnet berdasarkan proses pembentukan dan sifat kemagnetannya. Semoga bisa menjadi acuan dan menambah wawasan.




Sumber https://www.zonareferensi.com